spoon

Bisa Berawal Dari Mengagumi Dan Meniru Public Speaker

0

Banyak yang menyatakan, bahwa kemampuan public speaking itu adalah bakat, sehingga tidak semua orang bisa menjadi public speaker yang handal. Tapi sebenarnya untuk punya kemampuan public speaking bisa dari berbagai cara. Satu diantaranya adalah berawal dari mengagumi kemudian meniru seorang public speaker yang bagus. Artinya, semua orang punya potensi menjadi public speaker yang handal.

Sebagai contoh, di tempat pelatihan Public Speaking yang kami adakan, ada seorang yang kemampuan public speakingnya lebih dari pada yang lainnya. Demikian juga dengan keberanian menghadapi public. Peserta ini punya keberanian lebih tinggi daripada yang lainnya.

Setelah dialog dengan peserta ini beberapa saat, saya menemukan kenapa ia punya kemampuan lebih dibanding dengan peserta lain. Peserta ini bercerita, waktu kecil dulu, ia selalu mengagumi gaya bicara bapaknya yang seorang guru SD. Bahkan pada hari-hari tertentu waktu masih berusia 4 sampai 5 tahun, ia ikut ayahnya dan duduk di kelas Sekolah Dasar tempat ayahnya mengajar. Waktu itu, ia sangat menikmati gaya bicara ayahnya dalam menerangkan pelajaran ke siswa. Tidak sampai di situ saja, ia juga sempat kagum bagaimana ayahnya bergurau dengan anak-anak didiknya di Sekolah Dasar. Pada perjalanan selanjutnya, ketika Peserta ini sudah sekolah di sekolah dasar dan SMP, ia seringkali melihat ayahnya memimpin rapat penting di tingkat Desa bahkan di tingkat kecamatan yang selalu ambil bagian berbicara dengan ide-ide kreatifnya. Sedangkan di organisasi kepemudaan Karang Taruna, pada saat ia jadi anggotanya, ayahnya menjadi pembina karang taruna. Pada saat yang sama sang peserta ini juga sudah mulai berani berbicara di forum karang taruna, jadi MC, jadi Moderator Rapat, ikut lomba pidato dll. Klop sudah. Yang lebih terkesan lagi, pernah suatu waktu sang peserta ini dan ayahnya bermain ludruk di atas panggung. Waktu itulah dia punya kesempatan berdialog, dan berinteraksi langsung dengan ayahnya dengan menggunakan berbagai gaya bahasa dan gaya komunikasi. Semua ini menjadikan dirinya punya kelebihan public speaking dibanding dengan peserta lain.

Mari kita lihat, apakah proses di atas masuk dalam pembelajaran dan pengembangan diri. Dalam bukunya yang berjudul Kekayaan Harmoni, james Arthur Ray satu diantara guru dalam buku The Secret menyatakan. Kalau ingin mengubah diri anda dari yang sekarang anda harus menggunakan rumus 3 untuk 3. Pertama masukan keinginan anda dalam pikiran. Yang kedua masukan dalam perasaan. Dan yang ketiga mulailah wujudkan keinginan anda dalam tindakan tindakan.

Tanpa dirasakan oleh peserta ini, sebenarnya ia sedang melakukan proses pembelajaran Public Speaking dengan menggunakan teori 3 untuk 3. Pada waktu ia ikut ayahnya dan mengagumi ayahnya, sebenarnya sedang terjadi proses yang pertama yaitu memasukan kekaguman dan kebanggan pada ayahnya ke dalam pikiranya. Kalau kita kagum pada sesuatu, itu sebenarnya kita juga sedang menginginkan hal yang sama untuk diri kita. Ketika dia menikmati gaya bicara ayahnya, ia sudah masuk dalam proses yang kedua yaitu melibatkan perasaanya. Nah pada waktu ia sudah mulai ikut bicara di forum dan jadi moderator rapat maka ia sudah masuk yang ketiga yaitu tindakan. 3 untuk 3 ini bisa anda jadikan cara untuk meningkatkan kemampuan public speaking anda. Selamat mencoba.

Kisah Sukses Sang Komunikator Ulung

0

Tidak peduli seberapa berbakatnya orang, tidak peduli seberapa kompetennya orang, tidak peduli seberapa unggulnya sebuah produk, keberhasilan sulit diraih tanpa keterampilan berkomunikasi. Tidak diragukan lagi, Rasulullah SAW adalah komunikator terbaik yang ada. Bayangkan, Rasul mampu mempengaruhi jutaan orang hingga 15 abad setelah wafatnya. Kata-kata beliau sangat efektif, menyentuh, mengubah, serta diungkapkan dalam bahasa yang ringan, padat dan jelas.
Ada satu kisah terkenal. Suatu ketika datanglah seorang pemuda untuk masuk Islam. Namun, di sela-sela keinginan tersebut, ia meminta agar Rasulullah SAW tetap mengizinkannya untuk berzina. Marahkan Rasul? Ternyata tidak. Dengan bijak, beliau mengajak pemuda itu dialog. Wahai anak muda, mendekatlah!” ujar Rasul. Pemuda itu kemudian mendekat. Kemudian beliau bersabda, “Duduklah!” Maka pemuda itu pun duduk. Sukakah kalau itu terjadi pada ibumu?Dia menjawab, Tidak. Demi Allah Demikian pula manusia seluruhnya tidak suka zina itu terjadi pada ibu-ibu mereka;. Beliau bertanya lagi, Sukakah kalau itu terjadi pada anak perempuanmu?Pemuda itu menjawab seperti tadi. Demikian selanjutnya Beliau bertanya jika itu terjadi pada saudara perempuan dan bibinya. Rasulullah SAW meletakkan tangannya yang mulia di atas bahu pemuda itu sambil berdoa, “Ya Allah, sucikanlah hati pemuda ini. Ampunkanlah dosanya dan peliharakanlah dia dari melakukan zina Sejak peristiwa itu, tidak ada perbuatan yang paling dibenci oleh pemuda itu selain zina. Rasulullah SAW mampu menaklukkan lawan bicara tanpa menyakiti. Beliau tetap hormat dan menghargai sang pemuda, walau permintaannya kurang etis. Beliau mampu berempati, sehingga tidak terucap kata-kata menyalahkan. Pesan yang disampaikan pun sangat mudah dimengerti. Mengapa beliau mampu menjadi seorang komunikator terbaik? Setidaknya ada tiga rahasia kesuksesan komunikasi beliau. PertamaRasul memiliki
gaya bicara yang menawan.
Gaya bicara Rasul terangkum dalam rumus TENSOFALES. Bicaranya tenang, sopan, fasih, apik, lemah lembut dan secukupnya. Kesempurnaan
gaya bicara Rasul sangat dipengaruhi kecerdasan beliau sebagai utusan Allah (fathanah). Mengapa harus tensofales? Setiap utusan Allah harus siap adu argumen dengan para penentangnya. Harus menjawab pertanyaan-pertanyaan umatnya. Serta harus menghadapi pemikiran dan pelecehan orang-orang munafik. Karena itu, kecerdasan, kekuatan argumen, serta kefasihan beliau harus mengungguli kaum yang didakwahinya. Jika tidak, semua yang disampaikan akan mudah dipatahkan dan diingkari. Beliau pun diutus pada masyarakat yang memiliki latar belakang ilmu, status sosial, dan spesialisasi berbeda.
Ada tokoh agama, politikus, pedagang, orang kaya, fakir miskin, preman, budak, dsb. Semuanya harus diberi argumen agar bisa menerima Islam. Allah SWT berfirman, (Mereka kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya Rasul-Rasul itu. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana (QS An Nisaa’ [4]: 165). KeduaIsi (content) komunikasi beliau terjamin kebenarannya. Secerdas dan sefasih apa pun orang, tidak akan bertahan lama jika yang diungkapkannya tidak BAL. Yaitu benar, akurat dan lengkap. Ajaran beliau terjamin kebenarannya, tidak berbelit-belit dan rancu, universal serta memenuhi standar kesempurnaan. Setiap ajaran yang tidak sempurna, argumennya pasti akan kabur, lemah, mentah dan mudah dipatahkan. Karena itu, ajaran beliau bisa diterima semua kalangan, masuk akal, menenangkan, dan tidak dibuat-buat.
Ada cerdik pandai yang berusaha mencari-cari kelemahan ajaran Rasulullah SAW, namun tak satu pun yang berhasil menemukannya. KetigaRasul memiliki kredibilitas. Beliau adalah orang tepercaya (Al ‘Amin). Pemuda itu berani meminta izin untuk berzina, karena ia percaya bahwa Rasul adalah sosok yang jujur dan bisa memberikan solusi. Tidak mungkin ada jalinan komunikasi efektif bila orang tidak lagi saling percaya. Beliau pun tidak pernah menganjurkan sesuatu, kecuali telah mengamalkannya terlebih dahulu. KeempatRasul bicara dengan melibatkan hati. Semua perkataan Rasul keluar dari hati yang bersih (qalbun saliim). Hati penuh kasih sayang, kedamaian, dan bersih dari penyakit. Karena itu, kata-katanya memiliki “ruh” sehingga mampu melembutkan hati sekeras batu. Kepintaran dan
gaya bicara yang menawan hanya akan menyentuh akal. Hati hanya bisa disentuh dengan untaian kata yang keluar dari hati pula. “Bersihkan dengan segala apa yang kamu bisa, karena Allah telah mendirikan Islam ini di atas kebersihan, dan tidak akan masuk surga melainkan orang-orang yang bersih,” demikian pesan beliau. Wallaahu a’lam.

0

.. Kisah hidup yang sangad menyedihkan, khiaf karena sesuatu perbuatan membuatku benar-benar tak ingin merasakan cinta itu lagi..
..Cinta yang sering kali membuatku menangis karena kasih sayang, sekarang telah menjadi amarah yang sangad membara..
..itu karena dia, dia ingin merasakan pembalasan dendam padaku, itu salah, itu bukan blas dendam.. aku tak begitu bodoh dalam masalah cinta..
aku tau. kalau kau telah bosan dengan diriku, telah jenuh dengan sikapku..
..ka mengatakan akhir2 ini aku peka,kau salah... kau yang berubah...
.kau selalu menyalahkan diriku, dan aku hanya diam, karena aku tak ingin masalh itu menghancurkan hubungan kita, tapi ternyata..semua itu terjadi..
..BENAR!! Aku bodoh telah mencintaimu..
dan aku menyesl telah melepaskan cinta yang setia dulu hanya karena dirimu..
ANJING!!.. tak usah kau panggil aku sayang lagi, aku telah muak dengan seMua kata cintamu..
ini kata hatiku yang betul-betul sangad membencimu.
tapi aku terus bersabar mendengar semua ucapan mu itu, entah itu tulus dari dalam hatimu tau tidak.. yang jelasa hati ini sangad teriris..
Benar kata mereka, kalau dia betul-betul mencintiku pasti dia memaafkan kekhilafanku itu.. tapi dia malah membalas lebihdari yang ku perbuat..
..Diat tidak tau kalau hati perempuan itu sangad peka.. tapi biarlah.. apapun yang dia lakukan.. aku hanya diam memandang itu semua walau hal itu sangad mempermalukanku..
thanks untuk semuanya..

JERITAN CALON LULUSAN ILMU KOMUNIKASI

0

Tentu lulusan Komunikasi sangat menginginkan lulus dengan gelar S.ikom. Mereka masuk dan mendaftar di ilmu komunikasi karena prospek kerja kedepan sangat menjanjinkan seiring dengan luasnya lapangan kerja di bidang broadcast dan entertaimen.
Bidang komunikasi untuk masa sekarang sudah tidak dipandang sebelah mata, komunikasi sudah di ibaratkan sebuah kecakapan yang harus dimiliki setiap orang, untuk menjalani era globalisasi. Tekhnologi semakin mutakhir dan perkembangan alat komunikasi sudah semakin maju, maka dari itu pengelolaan media komunikasinya pun harus dijalankan oleh seseorang yang terampil komunikasi.
Dalam ilmu komunikasi kita dapat menemukan beragam ketertarikan, misalnya: Dengan komunikasi kita bisa membuat sebuah propaganda, komunikasi bisa diubah dalam bentuk apapun (Tulisan, Iklan, Film, Poster-poster, fotografi, Blog,) dan tentunya dengan menjalani sebuah komunikasi yang baik maka pentransferan ilmu pengetahuan akan semakin informatif.
Tetapi tentunya ilmu komunikasi dan ilmu-ilmu yang lainnnya memiliki ke khas-an sendiri dalam hal profesi, walaupun tidak menutup kemungkinan bisa berada di profesi manapun.
Tapi Harapan para calon Alumni Ilmu Komunikasi sedikit pudar karena terdengar bahwa gelar S.Ikom akan berganti menjadi S.Dak di karenakan mereka berkecimpun dalam Universitas islam. Secara spontan mereka memikirkan bagaimana prospek mereka kedepan dengan tidak memakai gelar yang mereka harapkan, dan memakai gelar yang sama sekali mereka tidak sangka setelah lulus dari ilmu komunikasi ini.
smogaa ada perhatian dr pihak yg terkait terkhusus dr pihak jurusan...
pst dgn S.Dak,,banyak yg akan berpendapat bhw qt hanya terfokus pd bidang Dakwah,,pdhl sprt yg qt ketahui bhw Ilmu Komunikasi adalah jurusan yang umum, walaupun qt berada... dlm lingkup universitas Islam...

ITU TANGGUNG JAWAB, BUKAN KESUKSESAN

1

Di dunia ini semua hal diciptakan secara berpasang-pasangan, ada Kaya ada Miskin, Ada Cantik Ada jelek, ada pendek ada tinggi, ada laki-laki ada perempuan, ada ayah ada ibu, Tapi kadang kita merasa tidak adil dengan semua apa yang kita dapatkan, mengapa demikian?? Itu dikerenakan kita telah membanding-bandingkan apa yang orang lain miliki dengan apa yang anda miliki, tapi belum tentu orang lain memiliki apa yang kita punya.
Cobalah untuk berfikir positif dengan kelebihan orang lain, maksudnya Buatlah yang dimiliki orang lain menjadi motivasi kita untuk dapat seperti mereka. Kita kadang memandang bahwa orang yang sangat mampu karena tahta dan kekayaan orang tuanya itu sangat sukses dan sangat berhasil, sehingga anda merasa sangat merasa iri dengan kesuksesan yang dimiliki orang itu, padahal yang anda harus tau, bahwa sukses itu adalah sesuatu yang kita dapat mulai dari nol, ia..... sesuatu yang kita mulai dari nol sehingga sampai ke tahap kemewahan, itulah yang dimaksud dengan kesuksesan. Karena seseorang yang mengatakan dirinya sukses padahal dia mendapatkan semua itu dari orang tuanya bukanlah kesuksesan, tapi itu merupakan tanggung jawab yang diberikan orang tua.
Terkadang kesuksesan yang berawal dari Nol itu lebih berarti, dikerenakan kita pernah menjalani kesusahan pada saat kita belum mencapai kesuksesan itu, dan anda akan menangis ketika anda membayangkan saat anda ingin meraih kesuksesan itu. Alhasil banyak orang yang membenci orang yang sukses, terutama orang yang berada di garis kemiskinan, mengapa demikian? Itu di karenakan citra orang yang kaya atau orang yang telah sukses telah tercemar, karena dia merupakan orang kaya karena memikul tanggung jawab dari orang tuanya, karena mereka tak pernah merasakan bagaimana rasanya saat berada di bawah . Mereka tak pernah memandang kebelakang, melihat orang-orang yang memerlukan mereka, tapi mereka hanya melihat orang-orng yang berada disekitar mereka, berbeda dengan orang kaya karena kesuksesan yang mereka raih dengan keringat mereka sendiri, mereka mempunyai sikap dermawan karena saat melihat orang yang membutuhkan, mereka dengan spontan membayangkan saat dia berada di posisi itu.
Jadi, walaupun orang tua anda adalah orang yang mampu, cobalah untuk tidak bergantung pada mereka, karena lebih nikmat rasanya saat kita mendapatkan kesuksesan itu dengan keringat anda sendiri, anda akan merasa nyaman dan tak tertekan, jangan pernah katakan MALU untuk bekerja apapun, karena tidak mungkin dengan seketika anda menjadi pemimpin atau bos tampa melalui proses terkecil terlebih dahulu. Tutupilah rasa malu anda dengan Niat bahwa saat ini anda memang bukan siapa-siapa, tapi suatu saat, anda akan menjadi orang yang sangat bermanfaat.
Suatu saat bukan anda yang akan mncari pekerjaan, tapi pekerjaanlah yang mencari anda dengan kegigihan anda dan kemampuan anda dalam menjalani hidup, cobalah untuk tidak bergantung pada siapapun terutama orang tua anda, teriakkanlah pada diri anda bahwa anda akan mmenjadi lebih baik.
SEMANGAT

0

Hy.. Perkenalkan namaku Dwi cahya ramadani, dan biasa di panggil WhyWhy..
Aku lahir di Makassar, ech.. ujung pandang, karena waktu lahir dulu kota makassar masih di sebut dengan ujung pandang.. Ujung pandang 20 Maret 1991..
dan alhamdulillah, aku lahir dengan sempurna.. hehehhehe..

Sejak aku kecil, aku ikut dengan orang tua tinggal di kabupaten Maros, soalnya Papiku di tugaskan di situ.. ( aku panggil Papi ama ayahku ).
Yach udah... aku SD di SD Neg 22 Bontokapetta dan tamat pada tahun 2003..
em... aku boleh lach di sebutkan sebagai anak yang berprestasi waktu SD duluw.. soalnya saya ngak pernah keluar dari 3 Besar, dan Papi aku juga terkenal di SD sku dulu, ehm... secara Papi aku investor tebesar di SD aku dulu, hehehhe.. Ngak sombong siiCh.. tapi emank nyatanya kayak giitu..
Yach.. mungkin bisa di katakan kalau aku itu anak yang lumayan populer juga siich ( Waktu SD Sob ) hehehe..

Ada satu kejadian yang membuatku sangad Drop pada waktu itu..
saat aku kelas 6 SD dan kehilangan orang yang aku sangat sayang..
iia.. dia Papiku..
Ya Allah.. entah cobaan apa yang di beikan Allah untuk keluargaku..
Aku termasuk anak yang sangat dekat ama Papiku.. apapun yang aku miinta pastii ada..

Mulai dari situlah aku selalu merasa kesepian, mamiku yang siibuk dengan kegiatannya, dan kk.ku yang sibuk dengan kuliahnya..
dan akhirnya aku tamat SD juga.. aku melewati semuanya bersama sahabat-sahabatku, mulai dari mendaftar, tes sampai lulus Di SMP Nege 2 unggulan Maros..
iia.. aku SMP di SMP Neg 2 unggulan Maros.. dan sekaang sudah menjadi sekolah standar Internasional..
Bersama sahabt-sahabtku kami ikut kegiatan extrakulikule di sekoolah yang bernama Pramuka..
Dari situlah aku membangkitkan semangatku untuk hidup Mandiri dan tidak cengek seperti waktu aku masih mempunyai seorang ayah..
apalagi saat itu mami ku jarang di rumah karena sibuk dengan kegiatannya di luarr..
di Pramuka itulah aku betul-betul mengasah tingkahku menjadi anak yang benar-benar mandiri.. an itu terbukti..
Walaupun pasca peginya papiku meninggalkan kami, kehidupan kami tidah seperti waktu papiku masih hidup dulu..
hidup kami betul-betul melonjak drastis jatuh jauh ke bawah..
dan pramukalah yang menemaniku dan menjadikanku anak yang tegar..

Otak ku memank Pas-pasan, tapi tau ngak?? aku dapat beasiswa sampai aku di SMA kelas 1, kaena kelas 2nya aku udah pindah di makassar..
itu adalah beasiswa akibat kegiatan organisasiku..
dan akibat prammuka juga aku bisa menginjak bermacam-macam pulau di indonesia dan bebeapa negara.. Alhamdulillah..

.. to be continius ..

0

HUBUNGAN MANUSIA – KEBUDAYAAN


Kebudayaan dan berbudaya, sesuai dengan pengertiannya, tidak pernah berubah; yang mengalami perubahan dan perkembangan adalah hasil-hasil atau unsur-unsur kebudayaan. Namun, ada kecenderungan dalam masyarakat [termasuk umat Kristen] yang memahami bahwa hasil-hasil dan unsur-unsur budaya dapat berdampak pada perubahan kebudayaan.
Kecenderungan tersebut menghasilkan dikotomi hubungan antara iman dan kebudayaan; khususnya iman [umat] Kristen dan kebudayaan. Dikotomi tersebut memunculkan konfrontasi [bukan hubungan saling mengisi dan membangun] antara kepercayaan Kristen dan praktek budaya, karena dianggap sarat dengan spiritisme, dinamisme, animisme, dan totemnisme. Melihat kenyataan tersebut, dalam Christ and Culture, ditemukan beberapa sikap Gereja [di dalamnya termasuk para pemimpin organisasi gereja, teolog, warga gereja] terhadap kebudayaan dan praktek-praktek di dalamnya, hal tersebut antara lain:
Sikap Radikal: Kristus menentang Kebudayaan. Ini merupakan sikap radikal dan ekslusif, menekankan pertantangan antara Kristus dan Kebudayaan. Menurut pandangan ini, semua sikon masyarakat berlawanan dengan keinginan dan kehendak Kristus. Oleh sebab itu, manusia harus memilih Kristus ataudan Kebudayaan, karena seseorang tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Dengan demikian, semua praktek dalam unsur-unsur kebudayaan harus ditolak ketika percaya pada Yesus Kristus.
Sikap Akomodasi: Kristus Milik Kebudayaan. Sikap ini menunjukkan keselarasan antar Kristus dan kebudayaan. Yesus dianggap sebagai pahlawan sejarah dunia, kehidupan dan ajaran-Nya merupakan presentasi dan prestasi manusia yang paling agung. Dalam Yesus, cita-cita proses peradaban dapat terwujud. Yesus adalah satu-satunya yang dapat menggenapi harapan-harapan dan idaman umat manusia.
Sikap Perpaduan: Kristus di atas Kebudayaan. Sikap ini menunjukkan adanya suatu keterikatan antara Kristus dan kebudayaan atau ajaran iman Kristen dan tuntutan kebudayaan. Hidup dan kehidupan manusia harus terarah pada tujuan ilahi dan juga berhubungan dengan masyarakat. Ia harus mempunyai dua tujuan sekaligus. Tujuan kehidupan manusia tidak terbatas pada dunia. Ia perlu mencari hidup kekal yang disempurnakan di akhirat. Namun, ia juga bertanggungjawab di dunia. Ia perlu mengasihi dan membangun masyarakat tetapi juga mengasihi TUHAN Allah. Dengan itu, maka yang dilakukan adalah melaksanakan semua tuntutan keagamaan dan sekaligus unsur-unsur kebudayaan yang mungkin saja bisa bertantangan dengan Firman TUHAN.Sikap Dualis: Kristus dan Kebudayaan Dalam Paradoks. Sikap dualis menunjukkan bahwa manusia mengakui kewajiban untuk mentaati Kristus dan mengembangkan kebudayaan sambil juga membedakan antara dua kewajiban itu. Orang Kristen wajib melayani TUHAN dalam dan melalui dunia serta kebudayaan; sekaligus melayani TUHAN melalui dan dalam gereja. Dengan ini muncul warga gereja yang sungguh-sungguh di gereja tetapi sekaligus ia melakukan semua tuntutan adat istiadat.
Sikap Pambaharuan: Kristus [telah] Memperbaharui Kebudayaan. Sikap ini menunjukkan bahwa Kristus sebagai penebus yang memperbaharui masyarakat dan segala sesuatu yang bertalian di dalamnya. Hal itu bukan bermakna memperbaiki dan membuat pengertian kebudayaan yang baru; melainkan memperbaharui hasil kebudayaan. Oleh sebab itu, jika warga gereja mau mempraktekan unsur-unsur budaya, maka perlu memperbaikinya agar tidak bertantangan dengan Firman TUHAN. Hal itu merupakan tugas manusia. Manusia yang membawa amanat Kristus harus membaharui hal-hal lama dalam masyarakat. Karena perkembangan dan kemajuan masyarakat, maka setiap saat muncul hasil-hasil kebudayaan yang baru. Oleh sebab itu, upaya pembaharuan kebudayaan harus terus menerus. Dalam arti, jika masyarakat lokal mendapat pengaruh hasil kebudayaan dari luar komunitas sosio-kulturalnya, maka mereka wajib melakukan pembaharuan agar dapat diterima, cocok, dan tepat ketika mengfungsikan atau menggunakannya.

Karena adanya aneka ragam bentuk hubungan [hubungan Agama dan Kebudayaan; Gereja dan Kebudayaan] tersebut, maka solusi terbaik untuk warga gereja adalah sikap memperbaharui kebudayaan; karena hidup dan kehidupan tidak bisa dilepas dari tuntutan kebudayaan; manusia selalu berada dalam lingkungan budaya dan melaksanakan unsur-unsur budaya. Oleh sebab itu, harus ada keberanian dan kemauan dalam diri pimpinan gereja dan teolog, agar memilah tuntutan-tuntutan kebudayaan yang tidak sesuai dengan Firman. Dengan itu, maka warga gereja dapat mengambil keputusan yang tepat, tegas, jelas dalam kaitan dengan kebudayaan, tetapi tidak bertantangan dengan Firman TUHAN.

Hubungan Manusia dengan Kebudayaan
Secara umum pengertian kebudayaan adalah merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.

Manusia dan kebudayaan pada hakekatnya memiliki hubungan yang sangat erat, dan hampir semua tindakan dari seorang manusia itu adalah merupakan kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai
1) penganut kebudayaan,
2) pembawa kebudayaan,
3) manipulator kebudayaan, dan
4) pencipta kebudayaan.

Disamping itu, kebudayaan manusia itu menciptakan suatu keindahan yang biasa kita sebut dengan suatu seni. Keindahan/seni dibutuhkan oleh setiap manusia agar kehidupan yang dijalaninya menjadi indah sentosa.
Manusia dan keindahan/seni memang tak bisa dipisahkan sehingga diperlukan pelestarian bentuk keindahan yang dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya manjadi bagian dari kebudayaannya yang dapat dibanggakan dan mudah-mudahan terlepas dari unsur politik.

0



Pendiri Gerakan kepanduan, yaitu Robert Stephenson Smyth Lord Baden-Powell Of Gilwell, adalah seorang tentara Inggis yang merupakan lulusan Charterhous Scool. Bergabung dengan pasukan Hussars ke-13 di India pada tahun 1876. Dari 1888 sampai 1898, BP sukses bertugas di India, Afghanistan, Zulu dan Ashanti. Sebelum dan masa perang Boer, BP bertugas sebagai perwira staff dari pasukan kerajaan Inggris (1896-1897), menjadi kolonel dari pasukan berkuda, Afrika Selatan, dan letnan kolonel dari pengawal naga ke-5 (5th Dragon Guards, 1897-1899). Karena keberanian dan pengabdiannya selama mempertahankan kota Mafikeng (dulu Mafeking) dari kepungan musuh, dipromosikan menjadi mayor jendral.
B

aden-powell kemudian kembali ke Inggris, pada tahun 1908 BP menjadi letnan jendral. Dianugrahi gelar kesatria tahun 1909, kemudian menjadi pensiunan dari dinas militer pada tahun berikutnya. Bp membentuk The Boys Scouts di tahun 1908, dan dua tahun berikutnya BP membantu mendirikan The Girl Guides, organisasi serupa untuk para anak-anak dan remaja putri.

Berikut data-data penting dari Baden-powell / BP (para pandu biasa memanggilnya) :

BP dilahirkan di kota London, Inggris, pada tanggal 22 februari 1857.

Nama lengkapnya adalah Robert Stephenson Smyth Lord Baden-Powell Of Gilwell.

Tetapi para pandu biasa memanggilnya dengan sebutkan BP.

Nama kecil dari Baden-powell adalah Ste, Stephe atau Stepheson (paling sering dipanggil dengan nama Steevie). Dipanggil dengan nama Robert atau Sir Robert, setelah mendapat gelar kesatria dari raja Inggris.

Ayah dari Baden-powell adalah Proff. Domine Baden-pawell seorang guru besar Geometri di Universitas Oxford, Inggris. Beliau menikah dengan Miss Henrietta Grace Smyth, seorang putri dari Admiral kerajaan Inggris yang terkenal yaitu William T. Smyth.

Baden-powell dilahirkan dalam sebuah keluarga besar. Baden-powell mempunyai Sembilan orang saudara, yaitu : Warrington, George, Agustus, Frank, Penrose, Agnes, Henrietta, dan Baden Fletcher.

BP bertambah akrab dengan saudara-sudaranya sejak sepeninggalan ayahnya, yang meninggal pada tanggal 11 Juni 1860. Pada usia tiga tahun BP telah menjadi anak yatim. Sehingga sejak usia sangat muda, BP dituntut untuk hidup mandiri.

BP telah berusaha untuk hidup mandiri dengan hanya dukungan oleh kekerasan hatinya serta keteguhan ibundanya tercinta Ny. Henriette Grace.

Ny. Henrietta Grace memasukan BP ke Charterhouse Scool di tahun 1870.

Selain pandai belajar sehingga BP meraih besiswa, BP juga mengikuti banyak kegiatan ekstra seperti :

* Marching Band
* Klub menembak (Rifle Chorps)
* Teater, kegemarannya ini terus digeluti hingga sering tampil dalam berbagai pementasan drama bersama sahabatnya Kenneth Mc Laren.
* Melukis dan menggambar, gambar/illustrasi sering mengisi karya tulisnya
* Kipper keseblasan Charterhouse.

Di Charterhouse School inilah BP mendapat julukan lainya, yaitu “Bathing-Towel”.

Di usia 19 tahun BP menamatkan sekolah di Charterhouse School. Kemudian memutusan untuk bergabung dengan dinas kemiliteran, atas bantuan pamannya kolonel Henry Smyth, komandan dari Royal Military Academy di Woolwich.

Setelah lulus dari akedemi militer tersebut BP ditempatkan di India, dengan pangkat pembantu letnan.

Pengalaman BP di ketentaraan inilah yang nantinya akan banyak mempangaruhi perkembangan berdirinya gerakan kepanduan di Inggris.

BP dikenal sebagai orang yang pandai bergaul dan banyak kawannya. Salah seoarang sahabat terdekat adalah Kenneth Mc Laren. Kebersamaan mereka telah menghasilkan banyak pengalamanan baik dalam kedinasan, pementasan drama, maupun berburu hewan liar (babi hutan).

Selama bertugas di Afrika, Baden-powell banyak melakukan petualangan sehingga pengalaman-pengalamannya makin bertambah. karena keberaniannya, Baden-Powell mendapat julukan IMPEESA dari suku-suku setempat seperti : Zulu, Ashanti dan Metebele. Impeesa mempunyai arti “Srigala yang tidak pernah tidur”.

Pada tahun 1908, Baden-Powell menulis buku Scouting For Boys, sebuah mahakarya[1] yang sangat spektakuler. Buku inilah yang mengakibatkan perkembangan kepanduan semangkin besar. Buku ini menyebar diseluruh daratan Eropa sampai ke daerah-daerah jajahan. Pada tahun 1910, Baden-Powell meletakkan jabatanya didinas ketentaraan dengan pangkat terkhir adalah Letnan Jendral. Mulailah Badden-Powell berkonsentrsi penuh untuk mengembangkan kepanduan kesuruh dunia. Pada tahun 1912, Baden-Powell mengadakan perjalanan keliling dunia untuk menemui para pandu diberbagai Negara. Baden-Powell menikah dengan Olave St. Clair Soames (lady Baden-Powell) pada tahun tersebut, dan kemudian dikaruniai tiga orang anak yaitu Peter, Heather dan Betty.

Pada tahun 1920, para pandu sedunia berkumpul di Olimpia, London, Inggris dalam acara jamboree dunia yang pertama. Pada hari terakhir kegiatan Jambore tersebut (6 Agustus 1920) Baden-Powell diangkat sebagai Chief Scout Of The World atau bapak pandu sedunia. Baden-Powell juga dianugrahi gelar Lord Baden-Powell Of Gilwell, dengan julukan Baron oleh Raja George V.

Setelah keliling dunia, termasuk mengunjungi Batavia (sekarang-Jakarta) pada tanggal 3 Desember 1934, sepulangnya dari meninjau Jambore di Australia[2], BP beserta Lady Baden-Powell menghabiskan masa-masa akhirnya di Inggris (sekitar tahun 1935-1938). Kemudian Baden-Powell kembali ke tanah yang amat dicintainya, Afrika.

Baden-Powell menghabiskan masa tuanya di Nyeri, Kenya. Beliau akhirnya wafat pada tanggal 8 Januari 1941 dan diantar di atas kereta yang ditarik oleh para pandu yang sangat mencintainya ketempat peristirahatan terahir.

Pembelajaran 1

0

..Pembelajaran Baru..

..Ternyata seseorang yang aktif berbicara atau sering berbicara dalam suatu perkuliahan atau forum itu tidak selamanya Cerdas..
Malahan dia Lebih bodoh dari orang yang diam..
Seakan dia hanya ingin mencari muka atau mencari perhatian pendengar bahwa dia cerdas..
Dan orang seperti ini cenderung ingin di perhatikan atau seakan mencari sensasi untuk di perhatikan agar mudah terkenal..
Tapi ketahuilah..
Seseorang yang memiliki karakter seperti ini tidak begitu cerda atau biisa di sebut dengan BODOH..

Karena Orang yang cerdas itu adalah orang yang cenderung diam dan banyak mendengarkan, dan selalu memberrikan kesempatan untuk orang lain berbicara..
dan Orang Cerdas itu sekali berbicara Emas yang tiba-tiba keluar dari kata-katanya dan serentak mata tertuju pada dirinya..

Hamba, Dia dan Allah

0


Biasanyakan Orang Kota ntuw pada nakal banget.. Identik banget ama pergaulan.. Dan pada  sadar kalo mereka sudah meninggalkan kotanya dan melihat suasana di Desa (Kabupaten) yang damai dan tentram. Kali ini kebalik.. ‘Winda’seorang anak desa yang Broken Home.. memiliki perjalanan Hidup yang begitu pahit(Asam,Maniz)He.... Walaupun tinggal di Kabupaten Winda sangat identik banget dengan  pergaulan  yang sangat bebas..Merokok..Dugem..Minum...... Hmmmmm..’???’.. Winda udah rasain seeeemuanya.. Sadar dan meninggalkan kegiatannya itu saat Orang tua Winda mengajak Winda pindah sekolah ke Kota.. Saat itu Winda sadar dan perlahan meninggalkan kebiasaannya itu saat Winda bener Membuka matanya dan melihat salah satu temennya yang bener-bener terjerumus di Dunia itu.. Dan  saat Winda mengenal seseorang yang bisa mengajarkan Winda arti Cinta yang sebenarnya.. Cinta  pada semua Mahluk ciptaanya...




“Hufffffftt semoga hari ini akan lebih baik”.
..Hy..Gwe Winda, gwe siswi SMA TARUNA BANGSA. Hari ini adalah hari pertama gwe masuk sekolah, bukan nack baru sich, tapi waktu ospek kemarin ngak ikut gito N satu minggu ngak ikut belajar,, Hmmmmm.. Gwe ke Malaysia mewakili daerahku dalam rangka Jambore Asean.. (Bangganya,He…)
..Yupz..Gwe nack pramuka.. N gwe suka buanget ama yang namanya pramuka sejak SMP dulu..
N tau ngak!! Gwe hampir keliling dunia karena pramuka loe..He..Cuma hampir, but belum kesampean..
                                                ***

..Bismillah… Semoga baik-baik saja, bantu gwe ya Allah.. jauhkan gwe dari kutukan setan yang terkutuk, (Lebay..).
“Kita kedatangan teman baru.. Bukan baru sich.. Dia siswi disini juga, tapi baru punya kesempatan untuk belajar bersama kita karena dua minggu kemarin dia ke Malaysia mewakili daerah Kita dalam acara jambore Asean”. Kata ibu Ros, salah satu guru Bahasa di sekolahku..
..Lebay banget cara ibu Ros ngenalin gwe ke yang lain, pake sebut-sebut Malysia segala!jadi malu           gwe.. But agak bangga juga sich..He……
“Ayo Win perkenalkan dirinya”..
“Hmmmmm..Hy semuanya, kenalin.. Gwe Winda Octavia Dewi, gwe biasa di panggil winda aja kok”. Dengan rasa deg-dekan gwe kenalin diri gwe..
“Ech mank ngapain Za di Malaysia, ngak jadi TKW kan??..”. Dari sudut terdengar suara teriakan temen gwe..(Belum jadi temen sich..)
“Wha…ha…ha…ha...”.Serentak suara tawa sekelas terdengar di telinga gwe..
..Busyeeet.. Hati gwe sakit buanget di gituin. Ampe nembus perasaan,jantung ampe paru-paru gwe,(Lebay).
“TKW ntuw Tenaga Kerja Waria Yupz?..”, gwe berusaha melucu..Tapi..Busyeeeet,,Garing  buanget..satupun gak ada yang tertawa.. Malu..Malu buanget..      
“Yach udah.. Win duduk dekat kiki!!”
..Ngedengar aba-aba dari ibu  Ros gwe bergegas menuju kiki.. STOP!!! Yang namanya kiki yang mana? gwe langsung nengok kiri, kanan, depan, belakang.. OoooTz.. Mungin kiki yang depan sana, soalnya senyam-senyum gitu ma gwe, Wkwkwkwk.. yang lainya pade jutek sich..
..Dengan PD gwe langsung nyapa kiki..
“Hy..kiki yupz..Gwe Winda..”
“ia..Gwe kiki, Salam kenal yupz Win..”
“Salam kenal juga.. Boleh duduk”, Gwe nawarin diri Gwe..
“Pleaseeeee..”.
..Ngak salah gwe duduk ama kiki, orangnya ramah buanget, Beda ama yang lain yang pada Jutek AbieZzZzzzZZz…
“Kita Lanjutin pelajaranya, Buka Hal 23”. Lanjut Ibu Ode’yang pada hari itu ngajar di kelas gwe”..
,,Mdah-mdahan ini terakhir kali gwe di permaluin n keliatan bodoh depan temen-temen..
..AMIEEEEEEEEEEEEEEN..
                                    ***

..O’y.. Gwe kan punya temen smp yangsekolah di sini juga.. Hmmm..Uly..di kelas mana yupz??..
Ngak lama gwe ngehayal depan kelas, tiba-tiba…..DOR!!!!.
“EcH…Monyong, Mulut gwe monyong”.. Astaga.. gwe ngehina diri gwe sendiri..
“Wha..ha..ha.. Dasar Monyong.”
“Sialan Loe Uly, Kirain Gorilla yang ngagetin gwe..”
“ia..Gwe gorilla, Tapi Loe neneknya”.
“Dari mana loe..Dari tadi gwe nyari-nyari kelas loe, Mank loe kelas mana sich..?”
..Nyari Uly.. Padahal gwe Cuma duduk depan kelas doank, He…
“Dari tadi..He.. Nyariin gwe?, Tumben Loe nyari gwe”.
“Ngak!! Cuma mau nyari kelas loe doank kok!!”
“OoooW.. Hmmm. Klo mau nyari gwe cari gwe di kelas X.1”
“Loe kelas X.1? Tumben, Hebat juga Loe..”.
“He.. Gwe gitu loe”. Dengan gaya sombongnya.. “Ech Win ada yang titip salam ama Loe tu..
“Ha..?? ada yang titip salam ama gwe?? Belum cukup sehari udah ada yang titip salam..”
“Ia.. dia sempet liat loe tadi waktu kenalin diri loe”.
..Astaga.. padahal tadi tu gwe hancur buanget.. Ternyata hancur-hancur gini ada yang nitip salam juga ya!! Apa lagi kalo gaya muaniz gwe,gwe keluarin, Semua cwo pasti pada klepek-klepek ama gwe, He…………………….. PD loe Win..
“Yang bener loe? Padahal tadi gwe hncur buanget”.
“Emank loe hancur  dari dulu kok!!”.
“Sialan loe, sehancur-hancurnya gwe lebih hancur loe kaleee, But.. Orangnya mana Kok ngak ikut kesini ama loe”.
“Ada tu di kelas gwe, malu kale ama loe, ato takut ketemu am gorilla..”.
“Sialan loe.. Muji gwe kek,, dari tadi loe Cuma ngehina gwe za”.
“Mank nyatanya kayak gito kan? Ech..ngak usah ketemu ama teman gwe dulu yupz Nanti loe tau ndiri kok.. Okay!! Gwe ke kelas dulu yupz? By…….”
Uly bergegas ninggalin Winda..
“Hey.. Penasaran nich gwe”.
..Sialan loe Ly, buat gwe penasaran kayak gini, kalo gwe mati nanti,loe yang duluan gwe datangin.. Btw anyway busway siapa yupz yang ngeFans ama gwe, He.. inikan udah ngebuktiin kalo gwe muaniz..  (PD Loe Win).   ..
Winda bergegas berdiri dari tempoat duduknya dan kembali kekelas.
“Hy..Hy..” Dengan rasa sangat senang n bangga Winda menyapa seluruh kelas..
“Lagi stress kali dia”. Ucap salah satu temanya.
“Apa stress? Emank gwe stress, He.. Na..Na..Na..”.
DASAR WINDA

                                    ***

..Udah sebulan gwe sekolah disini, Asyikjuga.. Gwe masuk osis, walau ngak masuk intinya sich.. Pramukanya juga seru.. Apalagi kegiatan PTAnya, PTA itu Penerimaan Tamu Ambalan, Tau ngak walaupun disiksa abis-abisan, But seru buanget tau!! Pengalaman, Temen-Temen, Senior, Pengetahuan, semuanya bertambah secara derastis. Seneng buanget tau!,
Tunggu.. Dalam sebulan itu kayak ada yang kelupa dech, Apa yupz??.. Hmmmmmm……. O’y.. Cowok yang uly bilang ngefans ama gwe siapa yupz??.. Penasaran buanget..
“Tok..Tok..Tok..”.
“Siapa!!”. Jawabku.
“Nich mami.. Buka Win”.
“O’y Tunggu”. Winda Bergegas membuka pintu.
“Napa Mi?..”.
“Ngak! Mami Cuma mau ngasih tau Winda sesuatu”.
“Apaan Mi? Kayaknya penting buanget”.
“Mami Cuma pengen bilang.. Ngak tau kapan ya.. kayaknya Mami uadah ngak tahan tinggal disini Win, kayaknya Mami pengen pindah dari sini Win”.
“Pindah??, Jangan mi.. Biarin aja kita digituin ama mereka, yang penting kita ngak gitu! Mami kita udah banyak kenangan disini, apa lagi tentang papi”.
“Tapi mami ngak tahan Win ama tingkah semua tantemu”.
“Mi, Kita di ajar untuk sabar ngehadapi masalah, kita ngak boleh pindah, kalo kita pindah sama aja kalo kita lari dari masalah”.
“Tapi Win..”.
“Pokoknya ngak mi, kita ngak boleh pindah, kita ngak boleh kalah ama mereka, Kita harus tetap disini”.
“Yach udah..”
“Sabar yupz mi”. Sambil megang pundak maminya.
Mami mengangguk dan pergi meninggalkan Winda.
..Setelah papi gwe ninggalin kami semua, hidup kita terasa amat susah.. Sekarang nich keluarga gwe di tindas ama keluarga dari papi gwe..
..Tau ngak, Warisan yang dari papi gwe dijual ama keluarga gwe sendiri, gi Mana ngak sadis kalo gitu.. Mereka ngambil hak anak yatim.. Entah..Setelah ini, mereka mau siksa kami gi mana lagi..
..Gwe hanya bias berdoa, Ya ALLAH.. Mudahkanlah cobaan yang engkau berikan kepada keluargaku ya allah.. Dan berikanlah Orang tuaku kesabaran dalam menghadapi ujianmu ya allah..
Dalam doanya, Air mata Winda keluar dengan sendirinya..
Tiba-Tiba Alunan lagu Jason Mars terdengar,,
“Halo.. Dengan Winda disini, apa ada yang boleh saya bantu?”.
“Win lagi di mana loe? Gwe Uly”.
“Gwe lagi di rumah aja kok, Nape loe.. Tumben nelfo gwe”.
“Win temenin gwe donk”.
“Ke mana? Dibayarin kan?”.
“Klo di bayarin sok pasti.. Temenin ke sekolah, gwe ada urusan dikit”.
“OoooW..Kirain Temenin be;anja”.
“Itu mau Loe.. Temenin gwe yupz?”.
“Okay.. Kapan N jam Berapa?”.
“Sekarang gwe jemput loe di rumah loe”.
“Hey.. Gwe belum mandi”.
“TuuuT.. TuuT.. TuuT..” Tiba-Tiba telefon terputus.
                                    ***

“Mau ngapain sich loe, Ngeri buanget tau, pulang aja dech”.
“Ikut aja Win, ngak usah buanyak bacot”.
Winda dan Uly lalu masuk dalam sebuah kelas.
“Ech Ly, itu siapa?? Kayak ada orang tu”. Winda melihat seseorang duduk di pojok kelas.
“Emank itu orang.. Ayo ke sana”.
Winda lalu ngikut ama Uly menuju orang itu..
“Ech Uya udah dari ytadi loe?”. Sapa Uly
..Apa? Uya? Persaan Nama itu yang sering anak-anak omongin dech.. Sapa Winda dalam hati. Keren juga. Bener yang di certain ama anak-anak kalo dia keren..
“MmMmMmM Lumayan, Lumayan lama”.
“He… Sory dech.. Nich sich nyonya kelamaan dandannya”. Uly nunjuk Winda.
“Kok gwe.. gwe kan yang nunggu loe dari tadi”.
“O’y.. sory lupa.. Ech kenalin nich teman kelas gwe yang pernah gwe certain ama Loe”.
“Ceritain ama gwe? Kapan? Perasaan loe ngak pernah cerita temen loe ama gwe dech”.
“Ach lupa loe Win.. Gwe pwernah cerita am aloe tentang temen kelas gwe yang naksir am aloe kan?”.
“Iya”.
“Nich dia orangnya yang nitip salam ama loe”.
Winda lalu terdiam dengan masang wajahkagetnya.
..Apa ternyata Uya yang nitip salam ama gwe? Cwo yang di incar-incar satu sekolahan?.. Ooo my goZzZz, Mimpi kali gwe, Ngak mungkin.. Apa yang harus dibanggain dari gwe, ngak tajir, ngak pinter,ngak cantik, Tapi muaniz, He……
Uya lalu menjulurkan tangannya.
“Hy..Gwe Uya”.
Dengan persaan yang camput aduk Winda membalas uluran tangan Uya.
“ia.. Gwe Winda”.
“Nape loe Win, Kok muke loe merrah buanget”.
“Ach ngak, biasa aja kok”. Sambil megang wajahnya.
“Ngak usah malu Win, Biasa aja”.
Sambil tersenyum kecil
..Ich.. PD buanget nich orang.. But emank gwe Malu kok,he…
“Udah..kasian tu Winda, mukenya dah merah kayak jambu”. Tambah Uly.
“Udah pada makan belum? Makn yuk, nanti gwe yang teraktirin”. Sapa Uya.
..Yach ia Lach loe.. Masa’Gwe..
Winda, Uya, N Uly Langsung meninggalkan kelas.
                                  ***

..Sumpah.. Gwe ngak nyangka buanget kalo ternyata cwo yang nitip salam ama gwe itu Uya, Uya Cwo maniz, ganteng, Tajir, Multi Talenta, Pinter, Yang anak-anak cerita.. Ngak nyangka buanget gwe kalo cwo rebutan cwe satu sekolahan bisa naksir ama gwe, padahal sebelumnya gwe ngak tau siapa itu Uya yang sering anak-anak cerita, tau ceritanya aja malaz..
..Hufff.. Beruntung buanget gwe.. But tunggu dulu.. Dia kan Cuma nitip salam ama gwe, ngak naksir, Ach… Ke PDan amat sich loe Win..
Alunan lagu Jason mars(Lucky) Lalu terdengar, dengan suara yang lumayan keras, Winda ikut melantunkan lagu Jason Mars.
“Tok..Tok..Tok..”
“Siapa sich, gnggu banget”.
“Nich aku gwe Win”. Sapa kakak Winda.
“Och Elu”. Lalu membuka pintu kamar.
“Ada apa? Mau pinjem Duit? Berapa sich? Zwry.. Gwe ngak punya duit,He..”
“Ngak!!”. Sambil maksa masuk kamar Winda, “Gwe Cuma mau nanya, di sekolah loe ada yang namanya Mesya ngak?”
“MmMmM.. Kyaknya ada, mank nape?”.
“Salamin gwe yupz?, He.. Naksir nich!”.
“Urus aja ndiri, malez dech gwe kalo ngak di bayar”. Sambil mendorong Anar keluar dari kamarnya.
“Iya gwe bayar loe lima kali lipat kalo loe bisa buat gwe jadian ama dia”.
“Ngak!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”.
BRUP!!!! Winda menutup pintu kamarnya dengan keras.
“Ayolah Win.. Bantu kakak Mu donk”. Teriak Anar dari Luar.
“Sekali ngak tetep ngak”.
“Pelit loe”.
“Biarin”.
..Hufff, kakak gwe tu baek ama gwe kalo ada maunya aja, kalo ngak ada, wetz.. Galaknya minta ampun.. udah sangar orangnya so’tau lagi, dasar Gorilla katro’…

Tiba-tiba hp Winda berbunyi dengan alunan Nokia mesej.
“siapa sich sms malam-malam gini”.
Winda membuka sms di Hand PhoneNya.

..GUBRAK!!!! “What?”.
Winda kaget melihat pengirim sms di hp Winda!”.
GOOD NIGH N HAVE A NICE DREAM WINDA.
MIMPIIN AKU YA?..

~Uyh@~

..Busyeeeet.. Uya ngeSMS gwe, mimpi apa sich gwe semalam, sampe durian jatuh ke kepala gwe.. Mati dech gwe kalo durian ampe jatuh ke kepala gwe..He..
..Balaz ngak yupz?, Rasanya pengen balas, But nanti dikirain murahan gitu.. Ngak dech.. Nanti aja balasnya..
..Hmmmmm.. Uya.. Moga gwe bener-bener bisa mimpiin Uya.. He.. (Pngennya).
Dalam malam Winda memandang hp Winda terus-terusan, kayak orang lagi falling in love gitu..He…………………
                                                ***

..O’y, gwe lupa, selain di Organisasi Pramuka N Osis, gwe juga aktif di Organisasi Basket.. N setiap pagi sebelum masuk belajar gwe maen basket di sekolah dulu N mandi di sekolah juga.. He………. Dari pada udah main basket ngak Mandi, bau Tau!!!!!!!..

Winda melakukan gerakan Lay Up, Syut dan menDribel bola dengan begitu sempurna..
Sura Bola memantul terus terdengar dan terhenti ketika Winda mendengar suara seseorang dan tepukan dari tribun..
“Hebat juga yupz.. Semua gerakan di lakukan dengan sangat sempurna”.
..Itu siapa??.. Winda lalu berbalik untuk melihat siapa yang menyapa dia..
“Elo???.. Ngapain lo disini??”.
“Ngelihat loe latihan basket?”.
..Ha?.. Ngeliat gwe latihan basket??.. Wahhhhh.. STOP!! Ayo Win nyantai, Lo ngak boleh kayak orang kesurupan, nyantai!!..
“Hmmm.. Loe kok tau kalo gwe ada di sini”.
“Hmmm?? Gwe gak tau!! Tadi Cuma lewat doank, tyuz ngedengar sura pantulan bola.. Ternyata loe”.
..Aduh….. GR lagi nich gwe..
“OoooW.. But ngapain pagi-pagi gini udah ada di sekolah, kirain loe raja telat?”.
“Loe kok tau kalo gwe suka telat? Loe sering merhatiin gwe yupz? Ayo ngaku..”.
..Ach… Salah dech gwe, gi mana ngelesnya yupz?..
“Mmmmm Ngak!! Kan ngak sengaja gwe sering ngedengar anak-anak cerita tentang loe?”.
“Ternyata gwe kayak artis juga?? Banyak juga yang gosipin”.
..Sumpah!! PD banget NIch orang..
“Tyuz ngapain loe di sini?..”.
“Gwe di suruh ama Kepsek ngumpulin berkas Osis”.
..O’y.. Dia kan sekertaris Osis..
“OooooW”.
“Ech Win.. Kapan-kapan ajarin gwe maen basket yupz??”.
“Ha?? Mank loe ngak bisa maen basket??”.
“Bisa sich.. Tapi ngak sehebat loe”. Sambil berjalan meninggalkan Winda..
..What?? Gwe ngajarin Uya Maen Basket??.. Mank dia ngak bisa maen basket? Cowok apaan Ntuw! Jadi ILfill gwe ama dia..
..Ach ngak mau!! Belajar aja ndiri.. di bayar Donk!!..
Winda lalu kekamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti baju nya menjadi baju sekolah..
..Songong banget tu orang.. kayak dia aja cowok yang ada di dunia ini, jadi sebel gwe ngeliat dia!! Tebar pesona kesana, kesini.. Ich.. Geli gwe..
Sambil menatap Uya dari kejauhan(Menghayal gitu).. Dan tidak iya sadari uya datang menghampiri Winda!.
“Dari tadi Gwe liat loe perhatiin gwe terus, gwe ganteng yupz?”.
Winda lalu tersadar dalam lamunannya.
..Astaga..Gwe ngapain disini!..
“Hmmm.. Ach..Ngak!! Siapa yang ngeliat loe?”. Dengan gaya cueknya.
“dari tadi gwe ngeliat loe merhatiim gwe terus”. Sambil tersenyum kecil.
“Ngak!! Gwe ngak merhatiin Loe.. Loe salah liat kaleeee, Gwe merhatiin, mmmmmmmmmmmm.. Phon itu!! Kapan yupz buahnya ada”.
“Pohon itu kan ngak ngehasilin buah?”. Tersenyum kecil lagi.
..Aduh. Gwe keliatan bodoh banget!! Jangan Salting Win..
“Yach udah, gwe kekelas dulu.. By”.Sambil pergi meninggalkan Uya.
..Aduh Win, loe keliatan bodoh banget!! Bodoh.. Bodoh.. Bodoh.. Sambil mukul-mukul kepalanya!!
                                    ***

..Ngapain sich Uya merhatiin gwe terus.. Jadi keki Nich Gwe..
“Winda.. Winda.. Haloooo Winda”. Sapa seorang guru yang saat itu menjadi peninjau diskusi osis kami.
“Ach iya pak!”.
“Bagaiman dengan pendapat Winda sebagai Moderator”.
..Busyet.. Mati dech gwe, gwe ngak merhatiin n ngak tau apa yang dibahas tadi.. Ach.. Ngarang aja dech..
“iya pak! Winda setuju”. Dengan PDnya Winda mengeuarkan pendapat.
“Setuju apanya Winda? Teman-teman mu kan bilang kita harus lebih mementingkan IMTAQ atau IMTEK di sekolah kita ini, Ech.. Kok setuju”.
“Wha..Ha..Ha..Ha..”. Semua orang yang ada dalam ruangan itu menertawai Winda.
..Sialan loe Uya, loe ikutan ketawa, gara-gara loe nich gwe jadi malu.. Sapa Winda dalam hati.
“Maf pak!! Tadi salah nyebut.. Untuk menjadi sekolah.. BLA..BLA..BLA.. DST”.

“Intinya.. Kita harus mempertahankan gelar sekolah kita yang mengutamakan moral dan agama, tapi kita jangan sampai ketinggalan dengan kecanggihan teknologi, karena teknologi itu juga sangat penting untuk perkembangan bangsa dan sekolah kita, jangan sampai sekolah kita terkenal sebagai sekolah gaptek!!”.
“Sampai disini diskusi kita.. Apabila ada salah kata mohon dimaafkan, karena yang sempurna itu hanya milik ALLAH SWT.. Wabillahi taufik Wal HIdayah, Assalamualaikum WR.WB”.
..Hufff.. Akhirnya diskusi ini selesai juga..
Tiba-Tiba terdengar alunan Jason Marz(Lucky).
“Iya halo, Dengan Winda di sini, apa ada yang bisa saya bantu??”.
BLA..BLA..N BLA..
“Okay pak, aku ikut yupz? Daaaa!!!!”.
..MmMmMmM.. Refresing dulu..
Sambil menutup telfon.
Dengan semangat dan senyuman, Winda terus berjalan sambil menyapa siapa saja yang ada di hadapannya. Tiba-Tiba BRUK!! Winda menabrak seseorang.
“Aduh..” Terdengar rintihan Winda.
“Maf.. aku ngak sengaja!”.
“Ngak papa Kok”.Winda masih membersihkan dirinya dari kotoran karena terjatuh.
“Sini aku bantu”.
“Ngak usah, aku bisa sen……………”
..Oooo My Gozzzzzzzz!!! Makhluk tuhan dari mana nich.. Maniz banget..
“Halooo, Loe ngak papa? Halooooo!!!!!”.
Winda lalu terbangun dalam lamunannya.
“Ach zwry.. Kenapa?”.
“Loe ngak papa?”.
“Iya.. Ngak papa kok!”.
“Gwe Riat”. Sambil mengulurkan  tangannya ke Winda.
“Gwe Winda”.
“Loe anak baru yupz? Kelas berapa?. Tambah Riat.
“Bukan! Gwe bukan anak baru, Gwe kelas X”.
“Tapi kok Gwe ngak pernah ngeliat loe? Waktu Ospek gwe juga ngak ngeliat loe?”.
“Iya, Gwe masuknya telat”.
“Napa? Sakit yupz?”.
“Ngak!! Ada acara pramuka gitu..”.
“Nack pramuka yupz? Disini Ikut pramuka juga kan?”.
“Iya.. Ikuut kak”.
“Jaga nama baik pramuka disini yupz?’.
“SIAP!!!”.
Riat lalu tersenyum kecil mendengar Winda”.
“Yach udah, Gwe pergi dulu yupz?”.
“Byy k’”.
Riat lalu pergi meninggalkan Winda.
..Baik banget tu kakak kelas, Hmmm.. Udah maniz, Baik.. OooW..Kalo kayak gini Uya sudah  trganti di hati gwe, He…..
                                    ***

“Cepetan Win, Kita udah depan rumah loe nich!”. Suara dari telfon genggam Winda terdengar.
“Ia Bu’, sabar.. Udah selesai juga”.
“ach udah, cepetan loe”.
TUUT..TUUT..TUUT..
“Hmmm, Gwe udah Maniz, Okay.. Tancap!!!”. Sapa Winda ketika melihat dirinya depan cermin.
Winda lalu berjalan keluar dari rumahnya, dan segera naik ke mobil Avanza yang parkir depan rumahnya..
“Lma banget sich loe Win”. Sapa salah satu temanya yang beada di dalam mobil itu.
“Sorry.. Biasa Cewek, Make Up dulu”.
“Loe Make Up juga? Kirain Loe taunya Cuma berantem ama maen basket Doank”.Sapa salah satu temen Winda lagi.
“Gini-Gini gwe Gini juga!”.
“Maksud Loe?”. Ucap temenya serentak.
Tiba-Tiba dari depan tersengar suara yang memotong pembicaraan mereka.
“Okay.. Baru jam berapa nich.. Kita ke mana dulu”.
“Ke ROOM Za dulu, sekalian pemanasan”. Jawab salah satu temen Winda.
“Iya.. Gwe juga setuju”. Lanjut Winda.
“Yach udah kita ke ROOM Za dulu”.
Mobil Avanza Hitam itu lalu berjalan dengan cepat menuju ROOM Hotel yang ada di kota mereka.
“Satu ROOM yupz pak, Yang langsung nyambung ama Clubnya”.
“Iya pak.. Mari saya tunjukkan”. Lanjut salah satu pelayan di studio tersebut.
Mereka lalu mengikuti pelayan tersebut sampai di suatu ruangan.
“Pak, Ibu, ini ruangannya”.
“Ibu..Sejak kapan gwe kawin ama bapak loe”. Lanjut salah satu temen Winda.
”Hutzzzz.. Ngak sopan banget sich loe”. Tegur Winda.
Mereka lalu mengambil posisi masing-masing dan bernyanyi ria bersama-sama. MUlai dari Rini yang bersuara Merdu yang mulai bernyanyi, dan diikutu dengan yang lainnya.
“Hufff Bosan nich”. Sapa Winda.
“Iya bosan banget tau”. Lanjut salah seorang teman Winda.
“Yach Udah..”. Salah seorang teman Winda lalu mangambil remot lalu……………………………………………………………..................... Alunan Music DJ Terdengar. Mereka lalu bergoyang saking semangatnya sampai melupakan yang lain.
Yupz inilah kegiatan Winda setiap Minggunya,, Clubing N Clubing.. But Jangan Negative Thinking dulu.. Selama Winda pergi Clubing bareng ama Tmen-temennya.. Winda ngak pernah nyentuh Minuman keras, kayak Batu n sejenisnya.(Juztkidding). Sempet sich di paksa ama temennya.. Karena waktu itu Iman Winda agak lemah (Cieeeeeeeeeeeeee) Winda Cuma nyentuh, tapi ngak ampe Minum, (Maksud Loe?). Winda Cuma Rokok Doank..
Yupz.. Gini LAch Tingkah anak yang nanggung beban Ortu juga.. Apa lagi kalo Udah remaja, kalo ngak dijaga bakal Liar.. But tergantung dari Individunya masing-masing sich.. Yach Udah.. Kita Lanjut ceritanya yupz?..
“Udah jam 11 Nich.. Turun yuuuk”. Ucap Ayu pada Dian. Dian lau mengecilkan Volume Music dalam ROOM itu.
“Kenapa siich Loe?”. Lanjut Winda dengan Nada suara yang agak keras dan marah.
“Turun yukk, Udah jam 11 Nich”. Lanjut Dian.
Mereka langsung bersiap-siap dan langsung menuju lokasi yang mereka maksud.

Suara pentalan-pentalan Music DJ lalu terdengar dengan begitu keras, belum masuk dalam ruangan mereka udah bergoyang lebih dulu.. Yupz ma’lum Za.. Mereka masih merasakan pentalan music DJ waktu di ROOM tadi
“Yo..Yo..Yo”. Suara Nisa terdengar dengan begitu kencangnya.
Mereka semua lalu bergoyang seakan tidak ada orang yang melihatnya, Seakan tempat itu hanya milik mereka, dan seakan burung yang baru bisa terbang.

“Ha..Ha..Ha..”. Suara tawa mereka terdengar di dalam mobil avanza itu. Dalam perjalanan pulang mereka masih Bergoyang, seakan masih ada di Club tadi.
“Mmmmm.. Nisa gwe nginap di rumah loe yupz?”. Suara Winda terdengar.
“Nginap aja.. Ngak usah pake lapor Bu’..”. Lanjut nisa.
“Udah jam 3 Yupz? Nis gwe juga pengen nginap di rumah loe  yupz?”. Terdengar suara Ayu  menawarkan Diri.
“Malahan gwe suka kalo loe semua nginap di rumah gwe, So.. Ngak usah pake lapor-lapor segala”.
“Kan ngak enak Nis kalo Ngak ngelapor, Kan loe yang punya rumah”. Suara Rini juga terdengar turut berpartisipasi.
“Nanti kalo udah di rumah loe, loe bilang ngapain kita di rumah lo, kan ngak enak”. Tambah Ayu.
“Atau loe bilang Ngak ada beras ama kita, Kan Maluuu”. Lanjut Winda.
“Loe Semua kayak ngak pernah ke rumah gwe aja, Kalo mau datng ya datang aja, Emank gwe pernah ngusir kalian pada?”. Terdengar suara Winda dengan begitu kerasnya.
“Weitz.. Ngak pake Urat Nis.. Jangan emosi donk.. Kita kan Cuma Juzkidding”.
“Ngak marah kok”. Nisa masang wajah jutek.
“Ngak marah gitu mukanya, apa lagi kalo marah, Srem…..”.
“Husssssss.. Ribut banget sich.. Ngantuk nich, Entar aja berantemnya kalo udah di Rumah loe”.
Mereka langsung diam mendengar teguran Dari Dian. “Loch sich”. Suara Winda masih terdengar.
“Tuw kan masih rebut, Diam dikit napa??”. Tegur Dian lagi.
“Rasain tu”. Suara Nisa tedengar menambah.
‘DiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaM”. Dian terdengar sangat marah,
..Baru gitu marah, gi mana kalo berantemnya lebih, pasti kita semua pasti pada bonyok, dasar Neko..
Tak terdengar suara sedikutpun di atas Mobil Avanza Itu.. dan……
“By………….”. Suara Winda terdengar menyapa saat mereka sampai di rumah Nisa.
“Entar berantem lagi yupz? Jangan lupa bangunin satu Kompleks”. Dian terdengar seperti mengejek.
“Biar satu kabupaten gwe bangunin juga kalo gwe mau”. Tambah Winda.
“He… Yach Udah, By.”.
“By…………………………Neko”.
Mobil Avanza itu lalu melaju dengan cepat sampai Menghilang dari pandangan Winda ,Nisa Dan Ayu. Mereka lalu barjalan menuju ke rumah Nisa.
“Boleh nanya ngak?!”. Terdengar suara Ayu kebingungan.
“What?!”.
“Mmmmm Mank bisa yupz Bangunin satu kabupaten?”. Terdengar Winda bertanya dengan Wajah yang sangat serius dan kebingungan.
Winda dan Nisa lalu berpandangan Dan…
“Wha..Ha..Ha..”. Mereka berdua lalu tertawa dengan begitu kencangnya tak menghiraujan Ayu yang begitu tampak kebingungan.
“Bisa Yu’, Kalo kita ngebom Nich kabupaten”.
Terlihat Ayu masih menggaruk-garuk kepalanya.
“MAKSUD LOE??????????”.
                                    ***

“Please Pak, Bukain kita pagar donk!!”. Winda teerdengar sangat memohon pada Pasya (Pak Syappam) yang menjaga gerbang di seolahnya.
“Ngak boleh, Kalo udah terlambat pulang saja, bapak tidak aan membukakan kalian pintu”. Tegas Pasya.
Nisa lalu mengeluarkan sesuatu dari saku baju sekolahnya.
“Walaupun dengan ini pak”. Nisa memperlihatkan selembar uang 50 ribu kepada Pasya.
Pasya lau mengambil uang itu dengan lincahnya dari tangan Nisa lalu membukakan mereka gerbang.
“Cepat masuknya nanti diliat ama kepsek”.
Mereka bergegas masuk kedalam sekolah dan…….. SrUuUuUUt.. Dengan lincahnya Nisa mengambil uang 50 itu di tangan Pasya Dan LARI…………………………………………………………………..
..NtUw satpam kalo gwe ngak ada Ujian mending gwe ngak masuk sekolah aja, Dasar satpam mata Duitan..Heeeeeee……
Winda dan temanya yang lain lalu berpisah dan menuju kelas masing-masing.
“Entar ketemu di kantin yupz?”.
“Okay!!”. Winda membalas teguran dari Nisa.
..Ya ALLAH gi mana Nich, Gwe masuk ngak Yupz.. Udah telat banget Nich, kalo ngak masuk gwe ngak punya nilai ujian, But kalo masuk nanti dikeluarin juga, kan sama, malahan tambah malu.. Masuk, Ngak, Masuk, Ngak Ach.. Masuk aja dech.. Bismillahirahmanirahimmmmmmmmmmm..
“Molekum”. Mati dech, muke gurunya sangar bangat, semua mata tertuju padaku,He,,, kayak artis aja, Ach..Kok gwe sempat-sempatnya bercanda, Jangan Nerfous Win, Ayooo.
Winda lalu berjalan dengan pelan menuju meja guru.
“Ibu, Winda telat Bu’..” Suara Winda terdengar sangat takut.
“Emank yang bilang kamu ngak telat siapa??”. Suara guru Winda dengan sangat tegas.
“Tapi Bu.. Maafin Winda donk, Winda janji telatnya Cuma kali ini aja, besok-besok ngak lagi, Winda janji Bu’, Masukin Winda yupz? Jangan suruh Winda keluar, nanti kalo udah ujian terserah ibu aja mau hukum Winda kayak gi Mana, tapi izinin Winda ikut Ujian Bu’.”. Winda terus nyelonos ampe ibu guru ngak bisa ngomong.
“Windaaaaaaaaaaaa.. DIAM!!”. Winda lalu terdiam tampa kata (D’massiv)mendengar teriakan dari guru yang galak itu.
..Mati dech gwe, gwe nyerocos aja, pasti gurunya tambah marah ama gwe.. AMPUN!!!!!!!!.
“Iya, Ibu ngizinin Winda Ikut ujian”.
..Alhamdulillah, kau selamatkan aku ya allah.. Terdengar Winda  sangat bersyukur.
“Tapi.. Nanti dikantor selesai temanmu ujian, jadi sekarang Kamu keluar”. Guru itu mengusir Winda dengan sangat sadis.
..Tega lo Bu’  gituin anak Manis kayak gwe, Ujian ndiri mau nyontek dari mana, Huffffgh..
Winda lalu meninggalkan kelas dengan wajah masamnya.

POM..POM..POM..POM.. Wnda terus memantukan Bola dan terus memasukkan bola kedalam Ring.
..Kalo tau  gini gwe ngak usah ke sekolah aja, dari pada ujian ndiri, di kantor lagi.. Mending nanti aja ikut ama yang remedial, kan ngak ada tempat nyontek, gwe juga ngak belajar, Hufffgh.. Nasib..Nasib..
..Mami nyariin gwe ngak yupz satu harian gwe ngak pulang-pulang.. Ach.. Lagian mami juga jarang dirumah kok.. (Menghayal dikit). Kasian amat ade’gwe, masih kecil perhatian dari ortu susah banget mereka dapat.. gwe aja udah gede jarang diperhatiin ama ortu udah stress amat..
“Kok itu bola diDrible terus ngak diSyut”. Terdengar suara dari belakang Winda. Winda lalu sadar dari lamunanya dan segera melihat siapa yang ada dibelakangnya.
“Lagi mikirin apa sich?”.
“Ech k’ (Sambil berfikir) k’Riat yupz?”.
“Nama Akhu ngak diingat yupz?”.
“Ngak kak, mmmmm tadi kak riatnya ngagetin sich, jadi lupa dech”. Winda ngeles.
“Ooooow.. ngak papa juga kok kalo kamu lupa”. Dengan Juteknya sambil berjalan menuju Winda”.
“Kok kamu ngak masuk kelas”. Sambil mengambil bola di tangan Winda.
“Tadi telat k’ jadi di usir dari kelas”.
“Mank tadi malam kamu ngapain sampai telat gini”.
..Mati dech gwe, gwe kan pulang subuh karena habis clubbing.
“mmmm Cuma ngobrol ama temen, soalnya gwe nginap di rumah temen gitu kak”.
“Makanya, kalo tau besok sekolah apa lagi kalo ada ujian kamu ngak usah ngobrol dulu, kan masih ada waktu lain”.
“Iya kak”. Busyeet.. Sopan banget Nich senior..jadi kepentok nich gwe.. ngomongnya pake aku kamu, jarang gwe dapat orang kayak kak Riat. Peduli banget lagi ama gwe, bukan… bukan Cuma ama gwe, tapi semua orang, kali yupz?He….
“Win?”.
“Ia kak” Winda lalu tesadar dalam lamunannya.
“Mau lawan aku maen basket?.
..Ach?? kak Riat bisa maen basket? Keren banget..
“Boleh kak”.
“Okay aku tantang Winda maen basket yupz? Tapi ngak sekarang!”.
“Kok ngak sekarang aja? Teruz kapan kak? Kak Riat takut yupz?”.
Riat lau tersenyum kecil melihat Semangat dari Winda.
“Nanti aja, ada waktunya kok!”.
“?????.. Maksud kakak apa?”.
“Ngak usah kamu fikirin,  mmm laper ngak?”.
Winda lalu memegang perutnya mendengar kata Riat, Riat lalu tersenyum kecil melihat tingka Windda.
“He……”. Winda tersenyum.
“Kita ke kantin yuk.. nanti kakak yang teraktirin, ayo”.
Riat lalu menarik tangan Winda.
..Baik banget nich senior, mau pake traktir gwe lagi!! Kalo gwe suka ama kak Riat, gwe ngak mungkin salah..
Tiba-tiba.. BRUK!!!! Winda menabrak tembok sekolah dan PINGSAN!!..
                                    ***

Perlahan Winda membuka matanya dan melihat Uly dan Nisa dihadapanya.
“Duh.. Kepala Akhu sakit banget”. Rintih Winda.
Kedua sahabatnya lalu saling berpandangan melihat sikap Winda.
“Kok aku udah di rumah, tadikan disekolah?”.
“Loe tadi pingsan di sekolah gara-gara loe nabrak tembok dekat kelas XI”. Jelas Uly.
“Kalo pingsan gitu gwe mau juga lach”. Tambah Nisa.
“Mau gi mana, kepala aku Puyeng gini”. Sambil memegang kepalanya.
“Biarin aja Puyeng, yang jelas gwe digendong, di antarin ampe rumah ama k’Riat, Hmmm I LOVE U k’Riat”. Dengan Expresi orang yang lagi kasmaran.
..Apa? Aku di gendong ama k’Riat? Kok aku ngak ngerasain yupz? Yach iya Lach.. Orang lagi pingsan kok..
“Woy Loch kok ngehayal?’.
“Ach ngak kok.. Mank napa kalo aku di gendong ama k’Riat? Kan Cuma mau nyelamatin aku aja”.
“Ach loe Win, ketinggalan amat sich.. K’Riat itu maskod di sekolahan kita”. Dengan serunya Nisa menceritakan kepada Winda.
“Yang bener?”.
“Iya.. malahan waktu ditugasin buat surat Cinta di Ospek kemarin, Semua surat tertuju buat k’Riat, Hmmmm… Yang dapatin k’Riat itu beruntung banget”.
“Ech Maskod itu apaan Sich?”. Tambah Uly dengan suara bingung.
“Kamu tu Uly, udah anak X.1 Maskod aja ngak tau”. Terdengar suara Winda menegur Uly.
“Mank Maskod itu pengertiannya apa sich Win? Gwe juga kurang ngerti”. Suara Nisa menambahkan lagi”.
“Astaga.. serius kalian ngak tau?”. Mereka semua lalu mengangguk mendengar Winda dengan nada suara yang keras.
“Aku sendiri aja ngak tau!”. Mereka lalu melemparkan bantal kearah Winda dan lompat keatas Winda.
“Aw… Kepala gwe saakit nich, Udah donk!!”. Mereka tetap menekan Winda dengan Tubuhnya SAMPAI….
“Kok Winda ngak gerak”. Tanya Nisa ke Uly, dan Mereka langsung menjauhkan bantal dari Winda.
“Win loe napa Win? Jangan takutin kita donk, Ayo bangun”. Uly dengan sangat takut.
“Kita harus ngapain nich Ly”. Nisa dengan sangat cemasnya.
“Nis, jangan sampai kita masuk penjara dengan tuduhan membunuh sahabat sendiri!!”.
“Tidak..Tidak..Tidak.. Jangan sampai Ly”.
“Terus kita harus gi mana?”.
“Minta tolong!!”. Mereka lalu berteriak mminta tolong dengan sangat kerasnya.
“TOLONGGGGGGGGG”.
“Hutzzzz.. Kalian Ribut bangeet sich”. Winda terbangun.
“Wa……………… Ada mayat hidup Nis”.
“Ngak!! Winda mati suri”.
“Wha..ha..ha..ha.. Kalian kena.. Wha..ha..ha..”
Nisa dan Uly lalu saling berpandangan dan SERANG!!!!!!!!!!!!!!!.....
Alunan lagu Jason Mars lalu terdengar..
“Hp aku tu Bunyi, ambilin donk”. Winda dengan teriak karena wajahnya masih tertutup bantal.
“Nich”.
“Halo dengan Winda disini, apa ada yang beleh saya bantu”.
“Nape loe Win? Udah baekan loe?”.
“Kamu Siapa yupz?”.
“Weitz.. Udah sopan loe.. ngomongnya make kamu-kamu segala lagi”.
“Kamu siapa sich? So’kenal amat”.
“Gwe Uya Win, He… Gara-gara kebentur tembok sekolah kali yup loe jadi sopan gini”.
“Bukan!! Karena kebentur ama jidad kamu, aku kayak gini, PUAS?!”.
“Loe kok galak banget? Se tau gwe loe galak sich tapi ngak galak amat”.
“Aku galak karena kamu gangguin aku terus”.
“O’y.. Kamu kan biz kebentur tembok”. Ejek Uya.
“Ach..Malas ngomong am aloe, Udah dulu yupa, By…”.
Ngak sempet Uya ngomong,Winda sudah memutuskan telfonnya.
“Hmmm.. Uya yupz?”. Uly dengan nada sedikit mengejek.
“Gwe liat Winda udah ngak respek tu ama Uya, Padahal dulunya seneng banget dengar cerita tenteng Uya”. Tambah Uly.
“Maksud Loe?”.
“Iya.. Mungkin Windanya Udah kepentok ama k’Riat, jadi Uyanya di lupa dech”. Suara Nisa kedengaran menaambah.
“Kepentok ama k’Riat gara-gara k’riat nyelamatin Winda, Kayak cerita Putri tidur gitu..”. Ejek Uly.
Mereka lalu tertawa mengejek Winda.
“Udah..Udah.. Ngak usah ngejek aku terus.. kalo kamu yang suka ma k’Riat ngak usah jual nama aku, aku gini ama Uya karena Uya jengkelin amat”.
“Jengkelin atau jengkel?”. Tambah Nisa.
“Mank jengkelin ama jengkel bedanya apa sich?”. Wajah Uly dengan sangat bingung.
“Aku belum pernah bilang kalo aku suka ma Uya, begitupun dengan k’Riat, So.. kalian ngak boleh buat gossip kayak gitu, nanti aku jadi ngetren disekolahan loe,ngak ada harapan kan buat kalian?”.
“Bener juga yupz?”.
“Yach udah.. Makasih udah kesini, antar aku ampe rumah, sekarang kalian pulang.. aku mau istirahat.. kepalaku masih puyeng banget”.Sambil mengusir Uly dan Nisa dari kamarnya.
“By…. Sampai ketemu besok di sekolah yupz”.
“BRUP!!”. Winda lalu menutup kamarnya.
..Mank kamu suka ama siapa sich Win?? Kamu cantik, maniz, Hee.. PD.. tapi kok ngak punya pacar. Hmmm.. Uya keren, tapi orangnya nyebelin banget.. K’riat Baik, sopan, tapi apa mungkin dia mau ama aku? Aku juga gini karena k’Riat..
Winda lalu memandang beberapa foto di dinding kamarnya..
“Aku kangen ngumpul ama nack X.Jamnas”.
      ***

“Yang antar mami barusan siapa?”. Tanya Winda.
“Itu Cuma temen mami Win”.
“Mank mami dari mana baru pulang jam segini?”.
“Mami dari acaranya temen mami di sophie”.
“Mami udah donk, mami ngak usah ikut gitu-gituan lagi, kasian Ade-ade mi, udah ngak terurus gara-gara mami ikut gituan terus”.
“Win kita mau makan apa kalo mami ngak kerja? Gaji pension papi kamu ngak cukup buat biaya makan dan sekolah kalian”.
“Tapi kasian Indah dan Fikarnya mi, mereka kan masih kecil, masih butuh perhatian dari mami”.
“Mami saying kalian, mami akan jaga kalian baik-baik, mami ngak akan sia-siakan kalian, mami juga gini hanya untuk kalian, mami ngak bisa liat kalian menderita”.
“Aku juga sayang ama mami, dan adek-adek, tapi aku ngak mau liat Indah dan fikar ngak terurus mi”.
“Aku percayakan Indah dan Fikar ama Kamu Win, Mami juga akan jaga Indah dan Fikar, tapi bantu mami ya Win?”.
Winda mengangguk menandakan setuju.
“Yach udah.. Ade’mu udah makan belum?”.
“Belum mi”.
“Ini mami bawain Makanan, Kakak mu mana? Ngak puLang?”.
“Ngak mi,beteh kali di kosannya”. Sambil mengambil makanan Ditangan maminya.
“Hutzz..Ngak boleh ngomong gitu Win”.
Sambil mempersiapkan makanan, Winda melihat Jam yang ada di dinding rumahnya.
“Mank mami ngapain aja di sana? Kok pulangnya lama banget?”.
“Mami ngumpul’ngumpul aja ama temen-temen, Nyanyi bareng, joget, ada gamenya juga”.
“Ngak penting banget Mi, kalo acara gituan ngak usah ikut aja”.
“Mami juga sekalian hilangin pusing Win, Refresing gitu”.
“Atau kalo ada acara gituan lagi, mami bawa Indah, Ngak dilarang kan?”.
“Nanti aja”.
“Ayo makan”. Winda memangil adik-adiknya untuk makan bareng.
..Kalo lagi ngumpul kayak gini yang aku rindukan, saying kurang kakak ama papi, tapi kalo papi ngak alam sana..
Tak sengaja Winda meneteskan Air matanya.
“K’Winda knapa nangis?”. Tanya Indah.
Mami Winda lalu mengarahkan pandangannya ke Winda.
“Win, kamu kenapa Win?”.
“Ngak papa Mi, Mata Winda cuma klilipan”.
“Win Ngomomng ama Mami, Winda kenapa? Mami punya salah?”.
“Ngak mich, Ngak kok, Ngak usah bahas itu,, Makan aja, Ayo..”.
Mami Winda terus menatap Winda dan akhirnya  melanjutkan makannya.
“TOK..TOK..TOK”.
“Kayak ada yang ngetok pintu”.
“Bukan kayak Mi, Tapi mank ada,”.
Winda lalu meninggalkan makannya dan segera membuka Pintu.
“TOK..TOK..TOK..”.
“Sabar!”.
Dengan perlahan Winda membuka pintu dan menutup Pintu dengan cepat ketika melihat siapa yang datang.
“Oh my god, Apa aku mimpi?”.
“TOK..TOK..TOK..”.
Ketukan suara Pintu terus terdengar.
“”Swry kak, He…”. Dia heran melihat tingka Winda yang sangat bodoh.
“Ngapain kak Riat ke sini?”.
“Mank ngak boleh yupz? Yach udah, aku pulang aja”.
“Bukan gitu kak,  Ya… Winda heran aja, kok bisa”.
“Apa sich yang ngak biisa Win”.
“He.. Iya juga sich”.
“Bay The Way Aku ngak di ajak masuk nich”.
“O..iya.. Lupa.. Ayo masuk kak”. Winda lalu mempersilahkan Riat untuk masuk ke dalam rumahnya.
Riat terus melihat Foto-foto yang terpajang di dinding rumah Winda. Tiba-Tiba terdengar suara mami Winda menyapa.
“Win siapa Win?”.
“Temen Winda Mi”. Winda membalas dengan teriakan.
“Ayo duduk kak, Mau minum apa?”.
“Ngak usah repot-repot”.
“Ngak Usah repot-repot ngak ada disini”.
“Terserah Winda aja”.
“Terserah juga ngak da kak”.
“Win?????????????”.
“He.. Iya.. Tunggu Winda ambilin air putih aja yupz??”.
“Iya, Makasih yupz Win”.
“Your Welcome, Sebentar YUpz Kak”.
Riat lalu mengangguk, Riat terus melihat foto-foto yang terpasang di dinding ruang tamu Winda Sampai tak sadar Mami Winda memperhatikan Riat.
“Hmmmm”.
“Ech tante”. Riat kaget saat melihat mami Winda berada tepat pada pintu ruang keluarga yang tersambung dengan ruang tamu.
“Liat-liat fotonya Winda yupz?”.
“Iya tante, Winda lucu banget waktu kecil”.
“Emank lucu sich.. Tapi bandel banget tau”. Riat tertawa mendengar mami Winda.
“Ehm… Ngak baik tau ceritain Orang”. Winda lalu muncul dari belakang maminya sambil membawa Segelas Teh hangat”.
“Nich.. di minum yup?. Sambil menyujukan segelas teh hangat ke riat.
“Kamu apanya Winda?”. Tanya mami Winda kepada Riat.
“Dia kakak kelas di sekolah mi”. Jawab Winda dengan sangat cepat.
“Mami ngak nanya kamu Win”.
“Iya tant, Cuma temen doank, aku kakak kelasnya”.Jawab Riat.
“OoooW.. Kirain itunya”. Mereka lalu tersenyum bersama-sama.
“Mami ngomong apa sich, masuk aja mi”. Winda mendorong maminya masuk keruang keluarga.
“Soalnya Mami heran kok Winda ngak laku-laku”. Ucap mami Winda dengan suara yang keras.
“Apaan sich Mi, Maku tau”.
Riat hanya tertawa kecil melihat tingkah anak dan ibu itu.
“Maaf yupz kak, mami orangnya mank kayak gitu”.
..Aduh, mami malu-maluin aku Za ama k’Riat..
“Ngak pap kok, malahan aku terhibur ngelihat kalian kamu ama mamim, lucu tau Win”.
“He..He...He..”. Huffff.. Kirain mau komen gi mana.. Sering-sering aja kayak gini supaya bisa ngeliat kak Riat tersenyum, soalnya maniz banget sich.Wkwkwkwkwkwk.. Winda dalam hati.
BLA..BLA..BLA.. Tak lama merka berbincang, Riat lalu meminta izin untuk pulang.
“Ngak usah pangil tante sayang, panggi Mami aja, supaya kedengarannya akrab gitu”.
“Mami genit banget dech”. Ucap Winda dengan sangat jengkel.
“Ngak papa Win, bener juga kata mami kamu, supay lebih akrab gitu, Iya kan Mi?”. Tambah Riat.
“Bener banget, Winda nich ngak gaul”. Ucap Mami Winda.
“Wha..ha..ha.. Jadi mami gaul gitu, ke PDan Mi”.
“Mank yang bilang mami gaul siapa?”.
“Udah-udah”. Larai Riat. “Kok Mami ama Winda berantem sich?”.
“Iya sorry, Mami sich kePDan banget”. Lanjut Winda.
“Mank siapa yang PD Win?”. Tambah Mami Winda.
“Tu kan masih berantem?”.
“Iya maaf Lagi kak”.
Yach udah Riat pulang dulu ya Tante, Ech Mami maksudnya,He… KK pulang dulu ya Win?”.
“Hati-hati ya Nak?”.
”Iya tante”. Motor Riat lalu melaju dengan kencang sampai hilang dari pandangan Winda.
Winda terus berdiri depan pintu rumahnya menatap Riat samapai Winda tidak sadar kalau sudah dari tadi Riat hilang dari pandangannya.
..Hmmm.. Baik, Sopan, Maniz.. K’Riat perfect banget..
“Ngapain Win disitu, Ayo masuk”. Suara Mami Winda membangunkan Winda dalam lamunannya.
“Iya Mi”. Winda lalu menutup pintu rumahnya.
“Win, kayaknya Riat itu anak baik yupz?”.
“Emank baik kok anaknya Mi, Sopan, Pinter”. Winda menjelaskan ama maminya dengan sangat semangat Hingga maminya keherangan.
“Loe kok semngat banget cerita tentang Riat sich Win?”.
“Ach… Ngak kok Mi, biasa Aja, lagian emank anaknya kayak gitu kok”. Dengan rasa malu Winda menjawab pertanyaan maminya sambil melihat seisi ruangan agar Winda ngak kelihatan Keki.
“Ya… Mami tau, mami pernah muda juga kok Win, tenang aja, kalo ama Riat mami ngedukung kok”. Ejek mami winda sampai muka Winda terlihat sangat memerah.
“Mami ngomong apa sich?”. Winda lalu menuju kamarnya.
Winda memandang foto-foto yang berada di atas meja.
                    
..Hufff.. apa bener Winda suka ama kak Riat yupz? Emank sich aku suka ama kak Riat, soalnya dia baik banget, sopan, pinter, ngak sombong, tapi belum tentu kalau aku Cinta ama kak Riat.
Winda lalu memandang handponennya lalu mengambil handpone dan menelfon seseorang.
“Halo..”.
“Lagi di mana kak?”.
“Oooow.. ech.. sekarang ada skejul ngak kak, BT nich”.
“Yach udah.. Ngumpul yuuuk”.
“Oklay.. Hubungi yang lain yupz kk, By”.
Winda lalu menutup telefonnya dan bergegas masuk kekamar mandi.

Sekeluar Winda dari kamar mandi Winda mendengar suara teriakan, seperti suara orang yang lago berantem. Winda lalu bergegas keruanng tamu melihat suara apa itu, dan Astagfirullah.. Lagi-Lagi mami Winda di tindas ama tetangga sendiri, dan tau ngak, semua tetangga Winda itu adalah keluarga, Yupz.. Om ama Tante Winda.
Winda lalu meneteskan air matannnya melihat maminya ditindas am krluarga sendiri.
..Hikz.. Hikz.. Hikz..Ya Allah.. aku ingin membantu mamiku, tapi aku tidak tau harus berbuat apa, aku hanya bisa menangis melihat mamiku ditindas ama merka.. Mereka semua jahat, saat papiku masih hidup mereka sangat hargai mamiku, baik, ramah sopan ama mamiku, setelah papi meninggal, Hikz.. Mereka menginjak-injak kami.. Ya Allah.. tegarkanlah mamiku ya allah.. berilah ia kesabaran.
Setelah Winda sadr dalam tangisannya, Winda segea mengusap Air matanya dan segera berpakaian sampai terdengar suara Handphone Winda.
“Halo.. ia.. Udah siap Nich.. Tunggu yupz?..”.
Setelah menutup teleponnya Winda lalu berangkat dengan perasaan yang sangat kacau mendengar maminya terus menangis
Winda lalu berjalan meninggalkan kamarnya dan berhenti sejenak saat melihat maminya menangis.
..Ya Allah.. apa yang aku harus lakukan, aku ingin menemani mamiku saat dia bersedih, tapi aku juga tidak tau harus berkata apa..
Winda lalu menutup horden yang menutupi pintu kamar maminya dan segera pergi menuju Mobil Avanza yang dari tadi menunggu Winda.
..Mi maafkan Winda Mi, Winda ngak bisa ada didekat mami saat mami lagi sedih, Winda ngak bisa ngelihat mami sedih kayak gitu.. Ucap Winda dalam hati sambil meneteskan air matanya.
“Win loe knapa?”. Ucap Rini saat Winda naik ke dalam mobil Avanza itu.
“Mank aku napa? Aku ngak apa-apa kok pren.. Fine-fine aja kok”. Ucap Winda sambil menyembunyikan rasa sedihnya.
“Win, kita udah lama bareng-bareng terus, loe ngak usah nyembunyiin dech.. Gwe tau kok kalo kamu lagi sedih”.
“Iya Win, kalo loe ada masalah cerita aja ama kita-kita, kalo kita sangup, pasti kita bantuin loe kok”. Tambah Nisa.
“Makasih yupz pren, aku ngak apa-apa kok, Tenang aja”. Ucap Winda dengan memperlihatkan senyumnya kepada temannya.
“Yach udah.. kita semua nunggu dan selalu ada kok buat kamu Win saat loe mau cerita ama kita-kita. Kita pasti ngedengerin loe”. Rico yang saat ini lagi nyetir mobil ikut bicara.
Winda tersenyum sangat  bahagia mendengar kata-kata dari mereka.
..Semoga mereka semua bener-bener akan selalu ada buat aku..
Hingga sampai ditujuan Winda masih menghayal dan masih memikirkan maminya hingga……………
“Halo, Assalamu alaikum”
Semua teman Winda yang berada di tempat itu sangat kaget mendengar Winda mengucapkan salam itu.
“Ada apa Prend…… Aku lagi ngak di rumah Nich…… Yach Udah, besok pagi kamu ke rumah aja, aku juga lagi BT nich…… Byyyyyyyyyyyyyyyy”.
Sambil masang raut Wajah tersenyum Winda menutup telfonnya.
“Napa Win?”. Tanya Rini penasaran.
“Ngak.. Cuma besok Ahmad pengen pinjam bola aku, karena pada pengen Main basket gitu depan rumah”.. Jawab Winda dwngan   Senyuman yang begitu lebar di wajahnya hingga dia ntak sadar kalau temannya pada keherangan ngeliat tingkahnya.
“Yuuuuk”. Ajak Winda untuk menaiki Liv yang saat itu berada dekat dari tempat  parker mereka.
Okay.. sekarang waktunya berjoget Ria bersama Winda dan kawan-kawan.
“BRUK..BRUKK..BRUK..”Terdengar suara  hentakan music yang begitu besar. Yupz itu dari Room 301 yang saat itu di tempati oleh Winda dan kawan-kawan, seakan Room yang mereka tempati ingin meledak “BUARRRRRR”.
Saat itu mereka bergoyang seakan tertiup angin kencang, lupa akan segalanya, Sampai-sampai Winda punya 57 panggilan tak terjawab diHpnya.. Busyeet,, Banyak benerrr.
Winda lalu berhenti bergoyang dan segera duduk dan mengamil sebungkus rokok di atas meja keramik yang berada tepat depan Winda. Satu demi satu Winda mengisap Rokok itu sambil menggoyangkan kepala dan kakinya.
“Win mau minum ngak?”. Tawar Rini kepada Winda.
‘Ngak dech”. Jawab Winda dengan gaya Cueknya.
“Ayolah Win, dikit  aja,Enak tau”. Paksa Rini.
“Ngak Rin, nanti aku mabuk”.
“Ngak bakalan mabuk Win, Cuma minum dikit aja kok! Coba yupz?”. Paksa Rini terus dan akhirnya Winda menerima tawaran Rini.
‘BLUK”. Satu tegukan cukup untuk Winda, Winda terus mengecap-ecap Lidahnya terus merasakan minuman itu dan akhirnya………
“Kayak nantang, Rin bagi lagi donk”. Winda lalu mengambil minuman itu dari tangan Rini dan “BLUK..BLUK..BLUK..” Denggan sangat lahapnya Winda meminum minuman itu sampai habis Hingga Winda kembali bergoyang seakan setan kesurupan, wkwkwk (Gimana tu setan kesurupan).
Winda terus bergoyang.. Goyang.. Goyang.. Goyang.. Goyang.. Kencang.. Kencang.. Lebih kencang.. Sangat kencang.. Dan akhirnya BRUK!!!!! Winda terjatuh.. Pinggsan  karena mabuk Coy!!!! Hufffgh.. Tunggu Winda sadar dulu yupz baru kita lanjutin ceritanya.. BREAK!!!!
                                    ***
Saat itu Matahari bersinar hingga masuk dalam kamar dan menyinari wajah Winda yang saat itu Masih terbaring di tempat tidur Nisa. Perlahan-lahan Winda membuka matanya dan keheranan melihat siapa yang ada di depannya.
“Uya? Kok kamu disini?”. Winda melihat kamar Nisa setiap sudutnya.”Kok  Aku bisa di sini?”. Uya tertawa melihat tingkah Winda yang saat itu terlihat sangat bodoh.
“Heeee.. Semalam Loe pingsan Win, Kok loe bisa Pingsan sich?”. Tanya Uya.
“Ooooow”. Sambil mengangguk.”Mank aku ngak boleh pingasan gitu?”. Tanya Winda kembali kepada Uya.
“Ngak apa-apa sich loe pingasan, tapi gwe kaget aja denger loe ppingsan, secara.. Loe WonderWoman gitu”. Ejek Uya.
“Ech.. Emank kamu belum ditonjok ama Wonderwoman ya??”. Ucap Winda sambil masang Tinjuan dan Wajah sangarnya ke Uya.
“Ia dech.. Ampun Mbak!!”.
“Gitu donk, sekali-kali tunduk ama cewek dikit kek! Banyak-banyak juga ngak papa,He..”. Saat itu Uya terus memandangi Wajah Winda.. ADuh.. Winda Maniz banget.. Walaupun baru bangun tidur, dia masih terlihat sangat maniz.. Bla..Bla..Bla..
“Hey.. Kamu napa pandangin aku terus? Aku maniz ya?? He.. ayo ngaku!”. Ejek Winda.
“PD banget sich loe Win”.
“Terus apaan ntuw ngeliat aku terus”.
“Tumben aja aku ngehayal terus ngeliat kekamu”.
“Khayalin siapa sich? Pacarnya ya??”.
“Ada aja.. GU banget sich loe”.
“GU,, Zwry yupz!!”.Ucap Winda sampai membuang wajahnya. Dan pada saat itu Uya masih malu dan salting-salting gitu dech..
“Ech.. Kok kamu bisa disini, Nisanya mana?”. Tanya Winda ke Uya.
“Tadi keluar, katanya mau beli makanan gitu”. Jawab Uya.
“Terus.. Kok kamu bisa disini”. Tanya Winda lagi ke Uya.
“Hmmm.. Itu..Itu tadi ada Urusan dikit ama Nisa”. Jawab Uya dengan agak Ragu, soalnyakan Uya ke rumah Nisa karena cemas tau dari Nisa kalau Winda Pingsan.He…
Winda lalu bangun dari tidurnya.
“Mau ngapain Win? Mau kemana? Nanti gwe yang ambilin”. Tanya Uya ke Winda.. Winda sangat heran melihat tingkah Uya.
“Kamu napa Uya? Aku mau ke Kamar mandi, mau ikut?”. Jawab Winda.
Uya sangat terlihat sangat malu mendengar jawaban dari Wingda.
“Napa? Mau ikut ngak?”. Ajak Winda Lagi.
..”Boleh juga” Jawab Uya dalam hati. Uya terus memandangi Langah Winda.
..Hufffff.. Kok hari ini gwe keliatan Bodoh banget depan Winda sich., Loe napa Uya?......... Pokoknya hari ini juga gwe harus bawa Winda ke sana gimanapun caranya.. Harus!!! Ayo Uya Semangat!!! Ucap Uya dalam Hati.
Beberapa Menit kemudian Winda masuk bersama Nisa.
..Mati dech gwe.. Kalo Nisa bilang ama Winda kalau Gwe kesini Cuma mau nengokin Winda, malu banget..
“Ech..Uya..Zwry  yupz..gwe lama”. Tanya Nisa ke Uya.
‘Ach.. Ngak papa kok Nis”. Uya sangat lega mendengar perkataan Nisa.
“Loe Udah ngak papakan Win?”. Tanya NIsa Ke Winda.
“Ya… Udah agak Lumayan”. Jawab Winda.
“Yach Udah..gwe tinggal bentar dulu yupz? Bentar.. Cuma pengen nelfon someone aja”. Ucap Nisa padahal Nisa Cuma pengen biarin Winda dan Uya berdua.
“Mmmmmm.. Dasar Nisa.. Aku tau belang kamu”. Ucap Winda.
“Emank Nisa napa Win?”. Tanya Uya ke Winda, padahal Uya juga  tau maksud Nisa.
“Ngak papa Kok”. Jawab Winda.
..Bilang ngak ya.. kok gwe degdekan banget.. Hufffffgh.. Ngomong! Harus!..
Uya memandang Winda yang saat itu lagi nhotak-atik handphoneNya..
“Hufffffffffffffffgh.. Win gwe pengen ngomong sesuatu ama loe”. Ucap Uya dengan nada suara yang begitu pelan, kayak orang pengen nembak cewek gitu.
“Ngomong apa?? Ngomong aja”. Winda terlihat rilex, padahal dia juga merasakan yang di rasakan oleh Uya.
“Mmmmmm… Sebenarnya.. gwe.. gwe.. Aaargh Gwe Cuma pengen bilang kalo loe hancur banget sich Win”. Ucap Uya dengan nada suara yang sangat keras, beda banget ama yang tadi sampai Winda sangat bingung melihat tingkah Uya.
“Achhhhh.. Loe ikut gwe aja Win”. Uya lalu memegang tangan Winda dengan sangat keras dan menarik Winda naik keatas motornya.
“Uya.. kamu mau kemana?? “ Tanya Winda terus.
“Ikut aja, ngak Usah banyak Nanya”. Jawab Uya.
“Aku belum mandi Tau!!”. Ucap Winda.
“Biarin.. Lagian ngak ada yang mau nyium loe kok”. Jawab Uya dengan begitu cool dan seeeeeeeeeeeeetttt.. Motor Uya melesat dengan sangat kencang..
Tangan Winda lalu memeluk Tubuh Uya dengan begitu keras, Winda sangat takutlah.. Secara Uya melaju dengan begitu sangat kencang seakan terbang. Semakin Winda memeluk Uya dengan kencang semakin Uya menambah kecepatan motornya.
..Keenakan loe Uya..Mentang-mentang aku takut.. Ucap Winda dalam hati.
..Asyik Nich di peluk ama Winda, kapan ya bisa kayak gini terus.. Ucap Uya dalam Hati..
..Tapi aku merasa nyaman banget meluk Uya, Hufffgh, Seandainya bisa teus-terusan meluk Uya.. Ucap Winda dalam hati lagi.
Setelah beberapa menit perjalanan, Motor Uya berhenti, Uya lalu tersenyum dan menarik nafasnya.
..Semoga berjalan dengan Lancar.. Ucap Uya dalam Hati..
“Win Udah sampai Nich”.Dengan perlahan Winda membuka matanya dan dengan cepat melepaskan pelukannya.
“Hmm Udah sampai yupz”. Winda lalu melihat yang ada disekitarnya dengan begitu keheranan.
“Kamu mau bawa aku ke Rumah siapa sich? Ini tumah siapa” Winda sambil menunjuk salah satu rumah penduduk yng ada disekitar tempat itu,
“Kita Cuma mu nitip motor disini Win”. Ucap Uya.
“Terus kita mau kemana?”. Tanya Winda.
“Ayo.. Loe ikut gwe aja”. Uya lalu menarik tangan Winda dan membawa Winda kesuatu tempat yang sangat Indah, Sejuk, Dan Tenang.
“WaaaaaaaHHHHH.. Kok kamu bisa tau tempat kayak gini” Tanya Winda ke Uya dengan begitu senang.
“Uya gitu loe”. Jawab Uya dengan begitu senang melihat Winda. “Gwe bawa loe kesini karena kgwe tau kalo loe suka yang kayak ginian daripada gwe bawa loe nonton”.Winda lalu masang wajah keheranan.
“Mank loe tau dari mana kalo aku suka yang kayak gini”. Tanya Windaa keUya.
“Gwe cari tau tentang apa yang loe suka,ngak suka, sampai semua masalah-masalah loe gwe juga tau!”. Jawab Uya. Winda lalu kaget mendengar kata Uya yang terakhir.. Ap??? Sampai masalah Winda dia tau juga? Bener ngak sich?.
“Win loe yang sabar ya? Mank kadang keluarga juga yang hancurkan kita, dia datang saat dia butuh, dan dia pergi saat dia kita butuhkan mereka”. Jelas Uya.
“Uya.. kamu tau semua nich dari mana? Kenapa sampai masalah keluargaku kamu cari tau juga, aku ngak suka kamu kayak gini, urus-urusan loe sendiri”. Ucap Winda dengan begitu keras dan sangat marah. Winda lalu pergi meninggalkan Uya, Dengan cepat Uya meraih tangan Winda.
“Win maksud gwe ngak gitu, gwe ngak mau loe nyimpan masalah loe sendiri, loe pasti bingung, marah, sedih kalo loe ngak cerita masalah lo ke orang Win”. Jelas Uya.
“Oooow.. Kamu kasihan ama aku? Makasih udah merasa kasian ama aku, tapi aku ngak butuh rasa kasian dari kamu!!!!!”.
Winda melepaskan tangan Uya dari tangannya dan pergi meninggalkan Uya, Tapi Uya bergegas membalikkan tubuh Winda dan memeluk Winda dengan begitu kencang.
“Win.. Maafin gwe kalo kata-kata gwe salah, gwe Care ama loe Win, jadi gwe bwrbuat kayak gitu, gwe ngak mau ada apa-apa am aloe, gwe saying,cinta am aloe Win”. Deg!!!!!!!!!!!!!!! Dengan spontan Winda kaget mendengar kata Uya..apa??? Uya bilang sayang dan Cinta ama aku? Ucap Winda dalam hati.
Uya lalu melepaskan pelukannya dan memegang pundak Winda dan menatap Winda seakan melihat seorang bidadari..Hmmmmmm.. Dan sampai saat itu Winda masih berdiri kaku tak berdaya.
“Win, Loe mau ngak jadi pacar gwe??”.
..Whatz?? Ngomong apa Uya barusan? Bener gak sich? Or aku Cuma mimpi!!..Ucap Winda dalam hati.
“Halooo.. Win.. Loe denger gwe ngak sich?”. Tanya Uya lagi.
“Ha..?? Apa?”. Jawab Winda agak Oon.
“Loe mau ngak jadi pacar gwe? Gwe ngak main-main ama loe Win, gwe beneran sayang ama loe N Cuma mau loe yang dampingin hidup gwe”.
“Tapi ya’.. Kamu kan belum tau aku sepenuhnya kayak gi mana?”. Jelas Winda.
“Gwe udah tau loe sepenuhnya Win.. Selama nich gwe cari tau tentang loe semua.. gwe pengen ngedengerin semua masalah loe, ngebantu loe kalo loe lagi punya problem, selalu ada saat loe butuhin temen, gwe pengen ama loe Win.. Loe mau ngak jadi cwe gwe!”.
“Uya’ aku ngak bisa jawab sekarang..nich tiba-tiba banget ya’.. aku juga belum terlalu tau perasaan aku ama kamu kayak gi mana”.
“Yach udah Win.. aku juga ngak bisa maksain loe jawab sekarang, yang jelas loe tau perasaan gwe sekarang ama loe kayak gimana”. Ucap Uya Dengan nada suara yang begitu pelan.
“Maafin aku yach ya’ kalo....”. Uya langsung memotong omongan Winda.
“Hussssst.. Loe jangan ngomong dulu.. Coba loe liat keSana”. Uya’ mengarahkan telunjuknya ke suatu tempat yang.............................................................
“Wuaaaaaah.. Indah banget Ya’..”. Ucap Winda dengan sangat bahagia dan kagum melihat keindahan itu.
“Win.. kalo loe lagi liat pemandangan kayak gini, Loe ingat siapa?”. Tanya Uya’ ke Winda.
“Hmmmmmmm... Aku ingat temen-temen jamnas aku, kalo kamu?”. Tanya Winda balik.
“Kalo aku ingat ma Sang Pencipta, Begitu hebatnya sang pencipta kita bisa buat seperti ini”. Jelas Uya’.
..Tumben Uya’ ngomong kayak gini..mmmm.. Tapi aku minder juga denger Uya’ ngomong kayak gitu..
Winda terus menatap Uya sampai Winda larut dalam lamunannya,
..Uya maniz juga, apa lagi ngomong yang kayak tadi.. aku jadi suka ama Uya kalo gitu.. Tapi kenapa yupz? Aku belum bisa bilang sayang ama Uya’, ngomong kalau aku juga suka ama Uya’,mmmmmmmmmm.. apa karena aku juga saying ama k’Riat?.. Achhh.. Bingung..Bingung..Bingung.. Tapi sadar (Gerakan Reflex) Winda memukul-mukul kapalanya..
“Loe napa Win??”. Tanya Uya’ saat melihat Winda memukul kapalanya.
“Ach.. ngak papa, eeee.. anu.. mmm.. kepalaku agak sakit gitu”.
“Yach udah.. kita pulang aja”. Uya’ lalu berdiri dari duduknya dan mengulurkan tangannya untuk Winda.
..Addddddduh.. akukan belum mau pulang..gi mana nich..achhh.. Bodoh..Bodoh..Bodoh.. Ucap Winda dalam hati.
“Win.. ayo...”. ajak Uya’.
Winda lalu memegang uluran tangan dari Uya’ dan berdiri dari duduknya.
Seperjalanan Winda terus bertanya-tanya.. Apa aku punya perasaan ama Uya’??.. atau perasaanku ini Cuma sementara.. Aku harus bener-bener berfikir untuk menjawab pertanyaan dari Uya’..
Perlahan-lahan Winda memeluk tubuh Uya’ dengan begitu keras..
‘Uya sorry.. aku juga ngak tau perasaan aku ke kamu kayak gimana!! Aku juga ngak mau kalo jawabanku nanti mala tambah nyakitin kamu.. Mank aku saying ama kamu.. tapi aku masih ngak tau.. Sayang yang aku rasauin ama kamu saying yang kayak gimmana”. Jelas Winda.
“Ia..Win.. aku tau kok.. aku juga ngak mau maksain kamu untuk jawab peretanyaan aku itu.. kayak yang aku udah kasih tau ,kamu barusan.. yang jelas aku udah kasih tau kamu perasaan aku kekamu kayak gimana, Ngak papa kok Win”. Jawab Uya’.
“Win.. coba kamu rasain dech”. Tanya Uya’ ke Winda.
“Apaan???”.
“Rasain aja.. Kita mulai yupz??”. Jelas Uya’ yang membuat Winda tambah bingung.
“Pegangan Win!!!! 1....2....3....”. Suuuuuuuuutttttttttttt..
“Aaaaaaaargh..”. Motor Uya melaju dengan sangat kencang disusul teriakan kWinda..
“Pelan-pelan donk Ya’’.Tegur Winda ke Uya’ dengan nada suara yang begitu kencang.. Tapi Uya’ malah menambah kecepatannya.
Perlahan Winda membuka matanya yang dari tadi tertutup karena ketakutan.. Apa ini?? Tanya Winda dalam hati.. Ketakutanku hilang saat merasakan  sejuknya hembusan angin.. pepohonan seakan berbicara denganku.. Aku seakan terbang bersama burung-burung.. Lebih baik dari pada pergi clubbing dari malam ampe pagi.. beneran.. Ngak ada yang bisa ngalahin ciptaan ALLAH yang kayak gini.
Kirain yang aku lakukan kemaren-kemaren Cuma itu yang bisa ngeringanin masalah-masalah aku.. ternyata yang kayak gini lebih bisa nenengin aku..
Winda lalu kembali memeluk tubuh Uya’.. Dan............................................
“Win.. Win.. Bangun Win .. udah sampai nich.. Win..”.
Perlahan Winda membuka matanya mendengar suara dari Uya’..
“AcccccccHhhhhhh.. Udah sampai yupz???”.
‘Yach iya Lach.. Loe cepet banget sich tidurnya Win, Dasar muka bantal”. Ejek Uya’.
..What???.. Uya’ngomong apa barusan?? Dengan cepat sikapnya berubah.. yang tadinya Lembut..  swkarang.. Kembali jengkelin kayak yang dulu.. Maunya Uya’ apa sich?? Tanya Winda dalm hati..
“Cepetan turun.. Ato loe betah yupz didekat gwe terus”. Winda tetap tidak berkutik dan sangat bingunng melihat tingkah Uya’..
“Turun Win”. Tegur Uya’sekali lagi.
Dengan agak marah,Winda turun dari Motor Uya’.. Dan..............................................................
“PLAK!!!!!!!”. Satu tamparan Di pipi Uya’..
“Mau kamu apaan sich Uya’??? Tadi kamu maniz banget ama aku, sekarang kamu kembali judes kayak dulu.. Untung aja tadi aku ngak jawab pertanyaan loe.. Mana ada cewek yang mau ama cowok Judes, jengkelin banget kayak kamu..’.
Winda terus mengeluarkan rasa jengkelnya ke Uya dengan nada suara yang sangat besar Hingga Nisa keluar dari rumahnya dan.......................
“Wele..Wele.. Apaan Nich.. Kok jadi berantem kayak gini, Tenang dulu mbak!!! Kenapa?? Ada masalah apa??”. Tanya Nisaa..
‘Tanya Tu.. Temen kamu”. Winda menjawab dengan begitu marah dan segera meninggalkan Nisa dan Uya..
“Ech.. Winda napa Ya’??”. Tanya Nisa ke Uya’..
“Ngak papa kok, gwe pulang dulu yupz Nis.. By”.
“ia..By!!!”. Uya lalu meninggalkan Nisa yang saat itu masih sangat bingung melihat tingkah Winda dan Uya’..
“Pada kenapa sich???”. Tanya Nisa ke dirinya sendiri sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.. Nisa lalu meninggalkan Tempat itu dan rasa sangat penasaran Nisa segera kekamar untuk bertanya ke Winda.
Nisa berjalan melewati Ruang tamunya yang berbentuk Minimalis dan mengaahkan Wajahnya ke Jam dinding yang tepat berada didepannya.. Nisa lalu memalingkan Wajahnya dan kem,bali berjalan menuju kamar..
Nisa lalu berhenti sejenak depan kamarnya dan tidak membuka pintu kamarnya.. Hutzzzz.. Ngintip.. Nisa coba mengintip Winda dulu, siapa tau Winda lagi nangis.. soalnya tadi kan marah banget ama Uya’..
“Winda mana yupz??? Qo’ngak keliatan”. Nisa mencari-cari Winda dari Lubang yang tepat berada di gagang pintu.. Tiba-Tiba................
“Hmmm..Hmmm..Hmmm.. Kamu ngapain disitu? Kamar sendiri Qo pake ngintip-ngintip segala.’.
Nisa serentak sangat kaget mendengar suara  tepat berada dibelakangnya.
“Ech..Winda.. mmmm..... Anu Win..Ini... tadi kuncinya ngak bisa masuk, jadi gwe liat.. siapa tau ada yang rusak gitu”. Jelas Nisa.
“Oooow Gitu yupz??? Tapi kok tadi aku dengar ada yang nyebut-nyebut nama aku gitu”.
“Mmmm.. Kirain tadi loe ada didalam.. nanti loe kekunci gitu.. kan ngak baek ada kasus seorang cewek n terkunci dikamar temannya seumur hidup”.
“Adduh... Nisa.. Ngapain sich malu, bilang aja kalo kamu mau tau kenapa tadi aku marah banget ama Uya’, bener kan??”.
“He.... Kayak gitu lach.... Mank kamu punya masalah apa sich ama Uya’?? certain donk!!”. Tanya Nisa ke Winda.
“Gini Nis.. Aku bingung aja ama sikapnya Uya’ke Aku.. Tadinya tu Baiiiiiiiiiik Banget.. Pas sampai disini nich.. Hufffffffffgh... Berubah jadi beruang Kutub”. Jelas Winda.
“Kalo menurut gwe sich.. Emank Uya ntuw orangnya Baik kok”. Tambah Nisa.
“Baik apaan.. Baik nenek Loch peyot!!”.
“Emank nenek gwe Udah peyot”.
“Heeee”. Winda tersenyum sangat maniz mendengar kata Nisa.. Beeeeeee ManiZzZzZz....... wkwkwkwkw..

                                ***
“Assalamu alaikum.. Mi.. Winda pulang Mi..”.
“Waalaikum salam.. kamu dari mana aja Win.. seharian ngak ngasih kabar ke mami..tau ngak.. mami cemas banget kefikiran ama kamu terus”.
“Maaf Mi.. Kemarin lagi ngerja tugas sekolah bareng gitu ama teman-teman.. Sibuk banget Mi.. sampai ngak sempat kabarin mamai”.
“Alasan.. kenapa ngak telfon mami kek,, ngasih kabar kalo lagi kerja tugas.. Nginap di situ Atau apa..”.
“Hp Winda lobet Mi”.
“Mank temen kamu ngak punya Hp??”.
“Maafin Winda Mi.. Winda janji ngak bakal kayak Gini lagi”. Winda merunduk dan sedikit demi sedikit meneteskan matanya.
“Yach udah..”. Mami Winda lalu pergi meninggalkan Winda yang dari tadi masih berdiri depan pintu rumahnya..
..Maafiin Winda Mi.. Pasti mami sedih banget kalau tau kelakuan Winda diluar kayak gimana.. Woinda bukan anak yang baik Mi.. Ucap Winda dalam hati yang masih berdiri depan pintu rumahnya dan meneteskan air mata.. Winda langsung berjalan kearah kamarnya sambil merunduk tampa meneloh kearah manapun..
Winda lalu menutup pintu kamarnya dan segera menguncinya, sejenak Winda berfikir dalam lamunannya..
..HiKz.. HiKz.. Maafin Winda Win.. Winda ngak tau harus gimana..
Winda Lalu menatap semua barang-barang yang tergantung didinding kamarnya.. Winda mengarahkan pandangannya pada Satu tas, dan Winda segera menghampiri tas itu dan mangambil isi tas tersebut..
ROKOK!!!!!!! Ia... Rokok.. Secara prlahan Winda membakar rokok itu, berbaring dan...... Hufffffffffffffffffffffff.. Winda terlihat sangat menikmati setiap isapan rokok yang menempel di bibirnya..
Satu demi satu Winda membakar rokok itu dan tak menyisahkannya satu batang pun.. Seakan melupakan semua kesedihannya tadi karena kelakuannya..
“Dari pada Meninggal karena rokok.. Mending Merokok sampai is dead”. Winda tersenyum mengucapkan kata-kata itu..
Winda terlihat sangat menikmati kelakuannya itu.. sangat menikmati setiap batang-batang rokok yang dia isap.. Huuuuuuuffffffffffff... Hingga Winda sadar kalau.........................................
“Astagfirullah..” Winda lalu melihat jam analog yang ada di HpX.. “Udah telat..”. Winda lalu bergegas membuka lemari bajunya dan mengambil baju basket yang tergantung rapi.. Memakainya, mengambil tas, dan tidak lupa membereskan bekas-bekas rokok yang tercecer di kamarnya.
Winda lalu berlari seakan sedang bermain basket.
“Windaaaaaaa”. Teriak mami Winda yang saat itu melihat Winda berlari dengan begitu kencang.
“Sebentar Mi.. ada urusan Dikit”.. Teriak Winda sambil berlari.
..Winda terus berlari..”Ojek!!!! Teriak Winda melihat Ojek yang lewat depan rumahnya.
“Ke SMA Taruna Bangsa yang Mas”.
“Tapi Mbak....”.
“Aduh.... cepetan Mas.. Udah telat nich, Ayo”.
“Tapi...”.
“Tapi apaan sich mas”. Tanya Winda dengan masang Wajah sangarnya.
“Tapi Mbak.. aku bukan Ojek”. Winda lalu turun dari motor Tukang Ojek gadungan.
“Kenapa ngak bilang dari tadi sich Mas”. Sambil memukul Bahu tukang ojek gadungan itu.
“Tadinya mau bilang Mbak..Tapi Mbaknya nyosor duluan”.
Winda terus berfikir.. Berfikir.. Berfikir.. BerfikiiiiiiiiR........... cliiiiing........
“O’y Mas, kalo gitu aku aja yang jadi tukang Ojeknya, Masnya mundur-mundur”.
Winda lalu naik diatas motor itu lagi, dan kali ini Winda yang bawa motor.
“BRUUUUUUUUMMMMMMMM”. Motor itu melaju dengan sangat cepat, sampai-sampai Winda ngak dengar kalau dari tadi Si ukang ojek gadungan itu teriak-teriak.
“Mbak!!! Mbak!!!! Pelan-Pelan donk Mbak.. Belum nikah nich”.
Dan.................................................................................
“HiIiiIiIiIiKkKKkKK!!!!!! Akhirnya Tiba juga di tujuan.
“Mas udah sampai Nich”. Winda lalu turun dari mOtor itu..”Bayar Mas”.
“???????... Kok aku yang bayar to mbak”.
“Kan aku yang jadi tukang Ojeknya, jadi Mas harus bayar aku 5000”.
“Tapi To mbak, ngak gitu perjanjiannya”. Sambil mengeluarkan uang 5000an dari kantong celananya.
“Udah capek-capek ngantar Mbak sampai sini.. Ech kok mala aku yang bayar” Sambil menyerahkan Uang 5000 itu ke Winda.
“Mank harus bayar Mas!! Kan aku tukang ojeknya, tapi berhubung aku udah Minjem motor Mas dan make bensinnya Mas... Nich.. aku bayar 5000, Baikkan mas??”.
“Ia nom.. Makasih”.
“Yach udah,, aku masuk dulu ya Mas.. Makasih!!!”.
Winda terus berlari hingga hilang dari pandangan Tukang ojek gadungan itu.
“Ya.... Alhamdulillah dapat rezki 5000”. Sambil mengipas-ngipas uang itu di wajahnya.

Winda lalu berhenti, dan mengatur nafasnya saat berada didepan aula lapangan basket.
“Hufffffgh..... “.
“DUM..DUM..DUM” Winda mendengar suara pantulan bola.. Perlahan kaki Winda berjalan menuju suara pantulan bola itu, dan langkah Winda terhenti ketika........
..WhatzZzZzZz?????.. Kirain Cuma ama k’Riat doank.. Tanya Winda dalam hati..
“Ech..Win..Udah datang.. Kirain ngak datang, soalnya udah jam berapa nich”. Tanya Riat ke Winda yang pada saat itu masih berdiri kebingungan..
..Winda tak menjawab apa-apa, hanya senyuman yang Winda berikan keRiat.
“Ayo Win”. Membawa Winda kesekelompok orang yang saat itu memeperhatikan Winda,”Ini pak yang aku certain tadi,namanya Winda.. Dia hebat tau pak”. Riat memperkenalkan Winda ke Pelati basket Riat.
Lagi-lagi Winda hanya tersenyum mendengar ucapn dari Riat.
..Hufffffgh.. Kirain Maen basketnya Cuma berdua doank ama Kak Riat.. Kata Winda dalam hati.
“Yach udah.. Kita coba kemampuannya Winda ya??”. Ucap sang pelati sambil melemparkan Bola basket ke Arah Winda..
Winda lalu menyimpan Tasnya, Mendrible bola ke arah lapangan dan ..SyUuUuUuUuuUtTtT.. Winda melempar bola ke Ring dan......... MASUK!!!!!!!!!!.
Semua orang yang berada di dalam Aula itu terkaget dan serentak bertepuk tangan melihat aksi Winda.
“Hebat-Hebat”. Kata sang pelati memberitahukan kepada yang lainnya..
Riat tersenyum lebar melihat aksi Winda, Riat lalu menghampiri Winda.
“Win..Aku kan pernah janji ama kamu.. kalo suatu saat kita akan tanding basket”.
“Ia.. pernah!!!”.
“Sekarang aku ingin main ama kamu, boleh ngak??”.
“Okay”.
“Pelati”. Teriak Riat sambil memperlihattkan gaya seakan men Syuuut bola.
“Oke!!”. Teriak sang pelati.
Riat lalu mengambil bola, mendriblenya dan mengoper bola itu kea rah Winda.
Winda menangkap operan dari Riat dan memasukkannya ke Ring.
Masuk..!!!! dan mereka lalu lari mendekati Ring itu dan...... HAAAPPPPPPPP!!!!!!
Mereka lalu saling merebut bola, mempertahankan bola yang mereka bawa, hingga pertandingan mereka selesai.
Kira-kira menurut  kalian, siapa yang menang??
Semua orang di ruangan itu terkagum-kagum melihat aksi Riat dan Winda.. “KeReEeEen”. Kata salah satu manusia yang menyaksikan pertandingan Riat dan Winda.
Dan.. Pemenangnya.. adalah.................
Ya...........
Pemenangnya...............
Dia yang terkuat................
..RIAT!!!..
“Kok semua kasih selamatnya ke Winda, kan aku yang menang”. Tanya Riat dalam hati.
“Mainnya bagus sekali Win”. Kata salah satu anak basket di sekolah itu.
“Kamu hebat Win”. Kata sang pelati.
“Kok selamatnya ama aku, kan Kak Riat yang menang. Tanya Winda ke Pelati
“Win.. Jarang ada orang yang bisa selisih satu angka ama Riat.. Cowok aja ngak bisa, apa lagi kamu cewek Win”. Jelas sang Pelati.
“Dia bukan Cewek pak, Dia juga Cowok kok”. Suara seorang anak basket terdengar dan juga teman satu kelas Winda.
“Kamu Ben,kok dari tadi aku ngak liat kamu?”. Sambil memperhatikan pakaian Aben,”Kamu anak basket juga?”.
“Ia Win..”Sambil tersenyum sinis..”Mana adak cewek yang gayanya brutal kayak gitu”. Aben memperhatikan Winda dari ujung kaki sampai ujung rambut.
“Biar kayak cowok, Biarpun gaya Winda kayak gi mana.. Yang jelas Winda tetap maniz kok”. Jawab Riat yang saat itu berjalan menghampiri Winda dan memegang pundak Winda.
Tau ngak?? Waktu Riat ngomong kayak gitu, Muka cewek-cewek yang ada di ruangan itu derastis berubah jadi Kusut, kayak belum di Setrika gitu.
“Udah..Udah.. Ayo.. Kita mulai latihannya”. Sambut sang pelati.
                                     ***
“Huuuuft.. Cape’ juga yupz???”. Tanya Uya’ ke Winda, dan Winda hanya menganggukkan kepalanya sambil meminum minuman yang ada di tangannya.
“Kamu hebat juga ya Win”. Lanjut Riat.
“Dan Walaupun kalah, akhirnya bisa main ama k’riat juga”. Lanjut Winda.
“Win.. Kamu cowok atau cewek sich??”. Tanya Riat Lagi.
“CoWek.. He.........”. Winda menjawab dengan sangat jutek.
Dari jauh Winda mengarahkan pandangannya pada mobil Avanza Hitam yang berhenti tepat di depan pandangan mereka.
Perlahan kaca mobil itu terbuka dan ternyata seorang Cewek yang manggil kak Riat. Cewek itu melambaikan tangannya, dan kak Riat pun membalas lambaian tangan itu.
“Win.. aku duluan ya??? Udah ada yang jemput nich”.
“Iya kak”. Jawab Winda dengan wajah yang sangat kusut.
“Yach udah.. hati-hati ya Win kalo pulang, by....”. Dengan Tak peduli raut wajah Winda, Riat meninggalkan Winda dengan tanpa rasa dosa.
..What??? kak Riat udah punya pacar? Oooo My GoZzZZt... Ngak mungkin!!!.. Hancur harapanku.. Hikzz.. Hikzz..
Winda terus menatap langkah Riat hingga Riat melambaikan tangannya untuk Winda..
“Hati-Hati ya Win”. Teriak Riat.
..Hikzz.. Kak Riat tak memperdulikan perasaanku kepadanya kayak gi maana..
Winda terus berjalan sambil menahan rasa sedih yang dia rasakan akibat kekejaman Riat kepadanya.. (LEbaY).
Dengan menatap jam tangan yang ada di lengan kanannya.. Winda lalu lekas mengambil handphone yang ada di tasnya, memencet sebuah nomor, dan.......
“Nis.. Kamu dimana??........Oooow.........Ngak papa......... Sorry yupz kalo aku ganggu.........Byyyyyyyy................”.
Winda lalu memencet sebuah nomor lagi.
“Halooo......... UlyNya ada??................ OoooW............. Uly ngak bawa Handphone tante ya??................. Yach udah................... Makacih ya tante, Assalamualaikum.........
..Hufffft.. Pada ke mana sich..
Winda terus mengotak atik handphonenya berharap dia mendapatkan nama yang bisa temani dia saat dia terpuruk karena cinta seperti saat ini..
Ube’.. Uly.. Uun.. Uya’... O’ia.. Uya.. Uya pasti mau nemenin aku..
Winda lalu mendekatkan hpNya ke kupingnya.. belum sempet ngobrol ama uya’, Winda lalu mematikan handphonenya.
..Nelfon Uya’..ngomong tentang kak Riat’.. IiiiCh... Kan ngak enak.. Huffft.. Gi mana yupz??..
..Mmmm.. Nlfon aja dech.. Enak ngak enak Urusan belakangan..
Winda lalu mencari nomor telephone Uya di handphonenya dan segera menelfon Uya..
“Haloo.. Assalamu alaikum.. Uya’ Yupz??.................. Ya’Winda pengen Minta tolong nich................Mank lagi ngapain sich??......................... Mmmmmm......................... Temenin Winda jalan Donk, Bisa ngak??.............................Thankz ya Uya’!! (Winda terlihat sangat senang).. Lagi di sekolah Nich............. O’y.. Aku Tunggu yupz??...................
..Thankz  ya Uya’.. Ucap Winda dalam Hati.
Tak Lama Winda menunggu.. Uya’ datang dengan sangat cool..
..Uya’keren banget.. ngak biasanya uya bepenampilan seprti ini..
Ucap Winda dalam hati saat melihat Uya turun dari Motornya sambil membuka helm yang menutupi wajahnya..
..Winda lalu berdiri dari duduknya saat melihat Uya memanggilnya.. dengan perlahan Winda berjalan menghampiri Uya.. memperhatikan style Uya dari bawah ke atas.
“Sumpah..!! Mank kamu Uya’ Yapz?? Sumpah.. Kali ini Kamu keren banget”. Ucap Winda Dengan nada suara yang sangat kagum melihat Uya’ kali ini.
“Hmm.. Mank ia yupz??.. Hari ini khusus berpenampilan keren Just for Winda”. Tambah Uya’..
“Gombal loe.. EiTzZz... But Cuma kali ini aja.. besok-besok pasti ancur lagi”.
“Kalo bisa jalan ama Winda terus, pasti Uya’ bakal keren terus..”.
“Up to you dech.. Jalan YuuuK...”.
“Yuuuk...” Uya’ lalu memberi Winda helm, memasang  Helmnya.. dan segera melajukan motornya dengan sangat kencang..
“Pelan-pelan donk ya’”. Ucap Winda dengan suara lumayan keras.
“Zwry.. Zwry..”. Jawab Uya’..
Kali ini Uya’ melajukan motornya dengan saaangat lambat..
“Ya’.. Kok lambat banget sich.. Kapan sampainya kalo kayak gini”. Tanya Winda lagi..
“Kan tadi loe bilang kencang banget.. sekarang loe bilang terlalu lambat.. Maunya kayak gi mana sich”. Jawab Uya’ dengan agak marah tapi ngejek.. (Hmmm.. Maksudnya kayak gi mana Yupz?? He....).
“Nyantai aja kali Ya’.. “. Ucap Winda dengan nada suara agak ngambek dikittt..
Uya’ Memalingkan Wajahnya melihat Wajah Winda yang saat itu Nampak kusut kayak Baju yang belum di Setrika.
“Beee... Ngambek.. Justkidding aja kok Win.. Baru gitu ngambek”.
Winda sama sekali tak merespon perkataan Uya’..
“Win aku punya teka-teki..Mmmm.. Jambu apa yang banyak Airnya”. Tanya Uya’ ke Winda.
Winda sama sekali tak merespon Uya’.. Tapi Winda seakan sangat ingin menjawab dan penasaran.. Akhirnya.. Winda Pun angkat bicara..
“Jambu Air Lach”. Winda menjawab dengan sangat jutek.
“Akhirnya ngomong juga.. Tapi maaf Win.. Jawaban Anda salah”.
“Jambu Putih”.
“Salah Bu”.
“Jambu Monyet”.
“Salah Nyet”.
“Terus Apaan Donk, ngak mungkin jambu batu kan??”. Tanya Winda dengan agak jengkel.
“Apaan Coba.. Nyerah ya???”.
“Jambu busuk”.
“Salah.. Nyerah aja dech”.
“Yach udah.. Jawabannya Apa??”.
“KELAPA MUDA!!!!”.
“Whatzzz??? Nyambung di mana pak??”.
“Nyambung di hatiMuw sayang”. Uya dan Winda terus mempertengkarkan masalah teka-teki tadi Hingga Terdengar nada ‘Jason Mars’ dari handphone Winda..
“Haloooo”. Suara Winda menyapa seseorang yang ada di seberang sana.
“Napa Mi??”......... Lagi dijalan...... Buat apa? Entar aja dech............Se penting apa sich??............... Yach udah.. Entar aja Kalo Winda Udah pulang ya Mi.......................... Waalaikum salam!!!!!”.
“Kenapa Win??”. Tanya Uya’.
“Ngak.. Mami Ku nyuruh Pulang”.  Jawab Winda.
“Yach Udah.. Aku antar kamu pulang aja”.
“Ngak Usah.. Nanti aja kalo udah pulang.. Masih banyak waktu kok”.
“Ia.. Terserah Tuan Putriu saja”.
Winda tersenyum sangat Maniz mendengar kata Uya’ barusan.
“Win.. Mank kita mau kemana??”. Tanya Uya.
..Astaga.. ia..ya...Dari tadi jalan ngak ada Tujuan!!!”.. Ucap Winda dalam hati.
“Kita ke Pantai aja dech”. Ucap Winda.
“Knapa ngak ke MAL  za”. Tambah Uya’.
‘Mmmm.. Ngak dech.. Mau refresing ama angin laut dulu”.
“Aduhh... Udah dandan cakep-cakep gini.. Ternyata UjungNya di laut juga.. Kirain mau ke MAL nonton atau apa Kek”.
“Maaf.. Yach udah.. kalo kamu mau ke MAL.. ke sana aja.. ngak papa kok!!”.
“Ngak Usah.. Kita ke Pantai aja.. Kalo kita Fikir.. Lebih enak ke pantai sich”.
“mmmm.. apaan sich lo ya’.. tadi ngomong pengen ke mal and gak mau ke pantai.. sekarang bilang lebih enak ke pantai aja.. Mau kamu apa sich??”. Winda mulai terlihat jengkel.
“Ke laut aja.. Jha..ha..ha..ha..”. Uya’ tak sadar kalo dia tertawa dengan begitu kerasnya.. Hingga tak sadar kalo ternyata saat itu wajah Winda seperti orang yang baru di tabrak Mobil.
..Huffft.. Seandainya aku ngak butuh teman jalan.. mending aku turun aja disini.. dari pada liat wajah Uya’ yang menjengkelkan itu.. Ucap Winda dalam hati.
Uya lalu memalingkan pandangannya ke Winda.. Melihat raut wajah Winda yang sangat kusut.
“Mmmm.. Marah lagi ya?? Dasar tukang ngambek”. Ejek Uya’.
“Biarin”. Tambah Winda.
Sepanjang jalan mereka berdua saling ejek hingga mereka tak sadar kalau sudah sampai di tempat tujuan.
 “Di bagian mana Win?”. Tanya Uya’.
“Terserah aja dech.. yang jelas ngak ada gangguan”.
“Wahhh.. Susah tu kalo ngak mau ada gangguan.. bukan hanya kita yang ada disini..  di hutan saja ada gangguan”. Jelas Uya’.
“AChhhh.. Terserah kamu aja dech.. yang jelas ngak ceramah”.
Mereka berdua mengarahkan pandangannya seakan mencari tempat atau suasana yang tenang.
“Di situ”. Dengan kompak mereka berdua menunjuk suatu tempat diamana tempat itu benar-benar indah dan tenang.
Mereka berdua lalu saling berpandangan dan memperlihatkan senyumannya.
Uya’ lalu mengarahkan motornya kearah tempat yang mereka tunjuk tadi.
“Ngak bisa ngomong apa-apa lalo ngeliat pemandangan yang kayak gini”. Ucap Winda.
“Betapa basar ke agungan tuhan yang dapat menciptakan tempat yang seindah ini... dan bukan hanya tempat indah ini yang ada.. Masih ada tempat-tempat indah yang lain yang allah ciptakan buat umatnya.. tapi kadang umatnya tak sadar..dan tak menjaga apa yang telah di berikan sang pencipta ke pada kita”. Jelas Winda.
Tak sadar kalo dari tadi Uya ngeperhatiin Winda ngomong.. dan Uya’ pun tak sadar kalo Winda udah sadar kalo dari uya’ ngperhatiin Winda ngomong.
“Uya’.. kamu Napa Uya.. Halooo Uya’’??”. Teriak Winda sambil melambai-lambaikan tangannya di depan Uya’.
“Zwry Win.. ngak papa kok!!”.
..Mmmm Dasar Uya’.. ngeperhatiin  aku terus yupz??? Kirain aku ngak tau kalii..Ckckckckc.. Ucap Winda dalam hati.
“Win tawaranku kemarin gi mana??”. Tanya Uya ke Winda.
“Tawran apa??”. Tanya Winda kembai.
“Yang itu, Yang waktu di Rumah Nisa”. Wajah Uya terlihat sangat Mau.
“OooUw.. Yang itu.. Mank kenapa?”.
“Kok Mank kenapa? Jawab donk Win, Tapi terserah Winda ajah Dech.. Mau jawab ato Ngak.. Uya juga ngak papa kok.. Yang terpenting Buat Aku, yang jelas Windanya bisa bahagia.
..Uya ikhlas banget sich..  Ucap Winda dalam hati.
“Ya.. Ngak baek kan kalo kita maksa orang untuk sayang ma kita, kalo aku sich.. yang jelas orang yang Uya’ sayang ntuw bisa bahagia. Uya juga ikut bahagia”.
..Uya baik juga.. tapi aku sayangnya ama kak Riat.. Mungkinkah aku bisa belajar untuk sayang ama Uya’, sangat sulit bagiku  menjawab semua ini..
‘Katanya kamu dekat ama kak Riat yupz?? Hati-hati loe.. banyak banget saingan kamu”. Uya’ angkat bicara tentang Riat.
“Siapa juga yang suka ama kak Riat”. Jawab Winda.
“Bohong loe Win..muka kamu merah waktu aku ngomong tentang kak Riat”.
“Ngak.. aku ngak suka ama kak Riay Uya”.
“Ngak mungkin Win, secara kak Riat Itu perfect banget buat cewek-cewek”.
“Ngak.. aku udah bilang aku ngak suka ama kak Riat.. aku benci ama kak Riat.. Pokoknya Benci”. Dengan nada suara yang sangat keras Winda mengucapkan kata benci itu. Uya terlihat sangat heran dengan tingkah Winda barusan.
“Winda kamu kenapa?”. Tanya Uya dengan nada suara yang pelan karena keheranan.
“Ngak papa kok”. Winda lalu berjalan kedepan mendekati deras ombak kecil air laut.
“AKUUUUUUUUUUUUUUUU BENCIIIIIIIII DIAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!”. Winda terihat sangat sedih saat mengucapkan kata-kata itu karena tak sadar Winda meneteskan air matanya.
Uya lalu mendekati Winda.
“Win.. mank kamu punya masalah apa ama dia Win?? Cerita aja ama akau”. Hibur Uya’.
“Aku sayang kamu Uya’”. Uya’ sangat kaget mendengar kata-kata Winda yang spontan itu.
“Maaf Win.. aku ngak mau kalo aku jadi pelarian kamu.. mending kita temenan aja dari pada kamu maksa diri loe untuk sayang ama aku”. Sejenak Winda terdiam mendengar kata Uya’ Itu.
“Ngak Uya’.. Aku ngak buat kamu sebagai pearian aku.. aku cuma ingin belajar.. belajar untuk bisa sayang ama kamu.. emang udah dari kemarin-kemarin aku mikirin ini semua. Tapi terserah kamu aja.. mau beri aku kesempatan untuk belajar sayang ama kamu atau ngak, yang jelas aku ngak bermaksud untuk jadiin kamu pelarian aku.



-Bersambung-