spoon

Bisa Berawal Dari Mengagumi Dan Meniru Public Speaker

0

Banyak yang menyatakan, bahwa kemampuan public speaking itu adalah bakat, sehingga tidak semua orang bisa menjadi public speaker yang handal. Tapi sebenarnya untuk punya kemampuan public speaking bisa dari berbagai cara. Satu diantaranya adalah berawal dari mengagumi kemudian meniru seorang public speaker yang bagus. Artinya, semua orang punya potensi menjadi public speaker yang handal.

Sebagai contoh, di tempat pelatihan Public Speaking yang kami adakan, ada seorang yang kemampuan public speakingnya lebih dari pada yang lainnya. Demikian juga dengan keberanian menghadapi public. Peserta ini punya keberanian lebih tinggi daripada yang lainnya.

Setelah dialog dengan peserta ini beberapa saat, saya menemukan kenapa ia punya kemampuan lebih dibanding dengan peserta lain. Peserta ini bercerita, waktu kecil dulu, ia selalu mengagumi gaya bicara bapaknya yang seorang guru SD. Bahkan pada hari-hari tertentu waktu masih berusia 4 sampai 5 tahun, ia ikut ayahnya dan duduk di kelas Sekolah Dasar tempat ayahnya mengajar. Waktu itu, ia sangat menikmati gaya bicara ayahnya dalam menerangkan pelajaran ke siswa. Tidak sampai di situ saja, ia juga sempat kagum bagaimana ayahnya bergurau dengan anak-anak didiknya di Sekolah Dasar. Pada perjalanan selanjutnya, ketika Peserta ini sudah sekolah di sekolah dasar dan SMP, ia seringkali melihat ayahnya memimpin rapat penting di tingkat Desa bahkan di tingkat kecamatan yang selalu ambil bagian berbicara dengan ide-ide kreatifnya. Sedangkan di organisasi kepemudaan Karang Taruna, pada saat ia jadi anggotanya, ayahnya menjadi pembina karang taruna. Pada saat yang sama sang peserta ini juga sudah mulai berani berbicara di forum karang taruna, jadi MC, jadi Moderator Rapat, ikut lomba pidato dll. Klop sudah. Yang lebih terkesan lagi, pernah suatu waktu sang peserta ini dan ayahnya bermain ludruk di atas panggung. Waktu itulah dia punya kesempatan berdialog, dan berinteraksi langsung dengan ayahnya dengan menggunakan berbagai gaya bahasa dan gaya komunikasi. Semua ini menjadikan dirinya punya kelebihan public speaking dibanding dengan peserta lain.

Mari kita lihat, apakah proses di atas masuk dalam pembelajaran dan pengembangan diri. Dalam bukunya yang berjudul Kekayaan Harmoni, james Arthur Ray satu diantara guru dalam buku The Secret menyatakan. Kalau ingin mengubah diri anda dari yang sekarang anda harus menggunakan rumus 3 untuk 3. Pertama masukan keinginan anda dalam pikiran. Yang kedua masukan dalam perasaan. Dan yang ketiga mulailah wujudkan keinginan anda dalam tindakan tindakan.

Tanpa dirasakan oleh peserta ini, sebenarnya ia sedang melakukan proses pembelajaran Public Speaking dengan menggunakan teori 3 untuk 3. Pada waktu ia ikut ayahnya dan mengagumi ayahnya, sebenarnya sedang terjadi proses yang pertama yaitu memasukan kekaguman dan kebanggan pada ayahnya ke dalam pikiranya. Kalau kita kagum pada sesuatu, itu sebenarnya kita juga sedang menginginkan hal yang sama untuk diri kita. Ketika dia menikmati gaya bicara ayahnya, ia sudah masuk dalam proses yang kedua yaitu melibatkan perasaanya. Nah pada waktu ia sudah mulai ikut bicara di forum dan jadi moderator rapat maka ia sudah masuk yang ketiga yaitu tindakan. 3 untuk 3 ini bisa anda jadikan cara untuk meningkatkan kemampuan public speaking anda. Selamat mencoba.

Kisah Sukses Sang Komunikator Ulung

0

Tidak peduli seberapa berbakatnya orang, tidak peduli seberapa kompetennya orang, tidak peduli seberapa unggulnya sebuah produk, keberhasilan sulit diraih tanpa keterampilan berkomunikasi. Tidak diragukan lagi, Rasulullah SAW adalah komunikator terbaik yang ada. Bayangkan, Rasul mampu mempengaruhi jutaan orang hingga 15 abad setelah wafatnya. Kata-kata beliau sangat efektif, menyentuh, mengubah, serta diungkapkan dalam bahasa yang ringan, padat dan jelas.
Ada satu kisah terkenal. Suatu ketika datanglah seorang pemuda untuk masuk Islam. Namun, di sela-sela keinginan tersebut, ia meminta agar Rasulullah SAW tetap mengizinkannya untuk berzina. Marahkan Rasul? Ternyata tidak. Dengan bijak, beliau mengajak pemuda itu dialog. Wahai anak muda, mendekatlah!” ujar Rasul. Pemuda itu kemudian mendekat. Kemudian beliau bersabda, “Duduklah!” Maka pemuda itu pun duduk. Sukakah kalau itu terjadi pada ibumu?Dia menjawab, Tidak. Demi Allah Demikian pula manusia seluruhnya tidak suka zina itu terjadi pada ibu-ibu mereka;. Beliau bertanya lagi, Sukakah kalau itu terjadi pada anak perempuanmu?Pemuda itu menjawab seperti tadi. Demikian selanjutnya Beliau bertanya jika itu terjadi pada saudara perempuan dan bibinya. Rasulullah SAW meletakkan tangannya yang mulia di atas bahu pemuda itu sambil berdoa, “Ya Allah, sucikanlah hati pemuda ini. Ampunkanlah dosanya dan peliharakanlah dia dari melakukan zina Sejak peristiwa itu, tidak ada perbuatan yang paling dibenci oleh pemuda itu selain zina. Rasulullah SAW mampu menaklukkan lawan bicara tanpa menyakiti. Beliau tetap hormat dan menghargai sang pemuda, walau permintaannya kurang etis. Beliau mampu berempati, sehingga tidak terucap kata-kata menyalahkan. Pesan yang disampaikan pun sangat mudah dimengerti. Mengapa beliau mampu menjadi seorang komunikator terbaik? Setidaknya ada tiga rahasia kesuksesan komunikasi beliau. PertamaRasul memiliki
gaya bicara yang menawan.
Gaya bicara Rasul terangkum dalam rumus TENSOFALES. Bicaranya tenang, sopan, fasih, apik, lemah lembut dan secukupnya. Kesempurnaan
gaya bicara Rasul sangat dipengaruhi kecerdasan beliau sebagai utusan Allah (fathanah). Mengapa harus tensofales? Setiap utusan Allah harus siap adu argumen dengan para penentangnya. Harus menjawab pertanyaan-pertanyaan umatnya. Serta harus menghadapi pemikiran dan pelecehan orang-orang munafik. Karena itu, kecerdasan, kekuatan argumen, serta kefasihan beliau harus mengungguli kaum yang didakwahinya. Jika tidak, semua yang disampaikan akan mudah dipatahkan dan diingkari. Beliau pun diutus pada masyarakat yang memiliki latar belakang ilmu, status sosial, dan spesialisasi berbeda.
Ada tokoh agama, politikus, pedagang, orang kaya, fakir miskin, preman, budak, dsb. Semuanya harus diberi argumen agar bisa menerima Islam. Allah SWT berfirman, (Mereka kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya Rasul-Rasul itu. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana (QS An Nisaa’ [4]: 165). KeduaIsi (content) komunikasi beliau terjamin kebenarannya. Secerdas dan sefasih apa pun orang, tidak akan bertahan lama jika yang diungkapkannya tidak BAL. Yaitu benar, akurat dan lengkap. Ajaran beliau terjamin kebenarannya, tidak berbelit-belit dan rancu, universal serta memenuhi standar kesempurnaan. Setiap ajaran yang tidak sempurna, argumennya pasti akan kabur, lemah, mentah dan mudah dipatahkan. Karena itu, ajaran beliau bisa diterima semua kalangan, masuk akal, menenangkan, dan tidak dibuat-buat.
Ada cerdik pandai yang berusaha mencari-cari kelemahan ajaran Rasulullah SAW, namun tak satu pun yang berhasil menemukannya. KetigaRasul memiliki kredibilitas. Beliau adalah orang tepercaya (Al ‘Amin). Pemuda itu berani meminta izin untuk berzina, karena ia percaya bahwa Rasul adalah sosok yang jujur dan bisa memberikan solusi. Tidak mungkin ada jalinan komunikasi efektif bila orang tidak lagi saling percaya. Beliau pun tidak pernah menganjurkan sesuatu, kecuali telah mengamalkannya terlebih dahulu. KeempatRasul bicara dengan melibatkan hati. Semua perkataan Rasul keluar dari hati yang bersih (qalbun saliim). Hati penuh kasih sayang, kedamaian, dan bersih dari penyakit. Karena itu, kata-katanya memiliki “ruh” sehingga mampu melembutkan hati sekeras batu. Kepintaran dan
gaya bicara yang menawan hanya akan menyentuh akal. Hati hanya bisa disentuh dengan untaian kata yang keluar dari hati pula. “Bersihkan dengan segala apa yang kamu bisa, karena Allah telah mendirikan Islam ini di atas kebersihan, dan tidak akan masuk surga melainkan orang-orang yang bersih,” demikian pesan beliau. Wallaahu a’lam.

0

.. Kisah hidup yang sangad menyedihkan, khiaf karena sesuatu perbuatan membuatku benar-benar tak ingin merasakan cinta itu lagi..
..Cinta yang sering kali membuatku menangis karena kasih sayang, sekarang telah menjadi amarah yang sangad membara..
..itu karena dia, dia ingin merasakan pembalasan dendam padaku, itu salah, itu bukan blas dendam.. aku tak begitu bodoh dalam masalah cinta..
aku tau. kalau kau telah bosan dengan diriku, telah jenuh dengan sikapku..
..ka mengatakan akhir2 ini aku peka,kau salah... kau yang berubah...
.kau selalu menyalahkan diriku, dan aku hanya diam, karena aku tak ingin masalh itu menghancurkan hubungan kita, tapi ternyata..semua itu terjadi..
..BENAR!! Aku bodoh telah mencintaimu..
dan aku menyesl telah melepaskan cinta yang setia dulu hanya karena dirimu..
ANJING!!.. tak usah kau panggil aku sayang lagi, aku telah muak dengan seMua kata cintamu..
ini kata hatiku yang betul-betul sangad membencimu.
tapi aku terus bersabar mendengar semua ucapan mu itu, entah itu tulus dari dalam hatimu tau tidak.. yang jelasa hati ini sangad teriris..
Benar kata mereka, kalau dia betul-betul mencintiku pasti dia memaafkan kekhilafanku itu.. tapi dia malah membalas lebihdari yang ku perbuat..
..Diat tidak tau kalau hati perempuan itu sangad peka.. tapi biarlah.. apapun yang dia lakukan.. aku hanya diam memandang itu semua walau hal itu sangad mempermalukanku..
thanks untuk semuanya..