spoon

KELAKUAN PEJABAT KITA

0

Memang pandangan setiap orang berbeda-beda..
ada yang mengatakan setiap norang yang penampilan baik itu adalah orang terpelajar,orang yang berada dan orang yang baik, dan orang yang berpenampilan kumuh dan berantakan itu adalah orang yang jahat dan miskin..
tapi saya menyalahkan pendapat itu.. sebab kebanyakan orang yang berada itu adalah orang yang tidak npantas untu dihormati dan orang yang sangat jahat..
mengapa demikian???
coba kita pandang diluar sana?? apakah ada pejabat-pejabat kita yang berada di bawak garis kemiskinan? apakah pakaian dia kumuh? TIDAK.. tapi dia adalah orang yang jahat, mengapa saya mengatakan hal itu, kalo memang mereka tidak jahat.
1. mengapa mereka selalu memberikan janji-janji kosong kepada orang yang tidak mampu, padahal mereka semua berharap dengan janji ng pejabat itu akan membuat merekia keluar dari kemelaratan hidup, tapi apa??? para pejabat hanya memberi janji yang akibatnya tambah membuat mereka sakit hati dan melarat.
2. dalam kekayaan rata-rata pejabat, apakah anda yakin bahwa harta yang mereka miliki adalah hartanya sendiri?? kalo saya tidak.. orang kaya itu mengambil uang rakyat yang kurang mampu untuk bertambah kaya.
3. kalo memang petinggi-petinggi kita membersihkan jalanan agar kota tetap indah dan menyingkirkan pedagang kaki lijma dari jalan, mengapa mereka melakukan kekerasan? apakah mereka tidak punya rasa belas kasian? mengapa pejabat-pejabat kita tidak membuat tempat khusus buat pedagang kaki lima yang lebih nyaman? bukan malah menangkap dan membongkar jualan mereka.

masih banyak lagii.. tapii nanti kita lanjutkan......
bersambung

"Negara Islam, Suatu Penghinaan!"

0

ada sedikit kajiian lagi nich tentang "Negara Islam, Suatu Penghinaan!".

ehm.. ehm... begini niich..

ketika rezim orde baru runtuh pada tahun 1997, di sanalah puncak kesadaran rakyat indonesia akan kebebasan yang dimilikinya (walau aku belum lahiir siich, cuma baca buku aja, hhe)..

Kesadaranlah yang membisik kalbunya, bahwa selama kekuasaan orde baru mereka terbelenggu oleh penguasa-penguasa yang korup, otoriter yang mengancam mereka dengan penjara, dan apa yang dianggap sebagai kesalahannya adalah mereka memiliki kesadaran, kepekaan dan keberanian dalam berfikir. Perangkap inilah yang membawa kehancuran bagi indonesia dan kemiskinanpun tak terbendung lagi di tanah air.



Setelah itu, banyak tokoh islam ekslusive yang terpandang di indonesia meluangkan banyak waktunya untuk berdiskusi, berdialog, bermusyawarah, (Maklum baru mereasakan udara kebebasan) dalam memberikan jawaban, "Mengapa Indonesia yang Mayoritas Umat Islam tidak membawakan kesejahtraan bagi rakyatnya, sebagaimana yang dijanjikan oleh sang khaliq?" karena apa yang dijanjikan sang khaliq tidak sesuai dengan realitas sosial, berarti ada yang salah nich pada diri umat islam, khususnya islam indonesia yang kemayoritasan adalah predikatnya. Berangkat dari sanalah banyak ulama-ulama, kiai yang mengeluarkan fatwa bahwa kita selama nich sudah jauh melenceng dari ajaran agama kita, dan ini benar adanya menurut pandangan sebagian orang sich.



jalan keluar yang ditawarkan oleh mereka adalah "indonesia harus dijadikan negara islam", karena dengan cara inilah kita bisa bangkit lagi dari kebobrokan, dan dapat memberikan kesejahtraan pada rakyat banyak. tapi coba kita fikirkan kembali,dengan menjadikan indonesia negara islam akan bertentangan dengan islam itu sendiri? dimana kita ketahui bahwa ada beberapa agama yang diakui keberadaanya dinusantara ini. maka dengan 'Negara Islam', mereka yang Non-Islam akan merasa hak-haknya dirampas, dan dipaksa untuk mengikuti aturan islam, yang tentunya bertentangan dengan ajaran agama mereka. Ini akan menunjukkan bahwa islam tidak Toleran, dan dengan ini pula (Negara Islam) merupakaan suatu penghinaan pada islam itu sendiri, dimana islam disebarkan dengan cara kekerasan atau dipaksa sementara Islam tidak identik dengan kekerasan.



Pemahaman seperti inilah terhadap agama, sehingga umat islam yang ada diseluruh dunia, terutama di indonesai yang mayoritas, terpojok dan tersingkirkan di tengah-tengah keramaian dan kerumunan orang. Islam tidak lagi ramah-tamah dimata dunia. Tapi memperlihatkan Wajah mengerikan dan menakutkan.Contoh kecilnya seperti Islam yang sudah terkenal sebagai Teroris dimata Agama Lain.

public speaking akan meningkatkan nilai tambah buat kita

0

Beberapa orang memandang komunikasi itu tidak penting. Mereka mengutamakan action, biasanya. Dan pada kenyataannya, mereka memang tidak salah. Action adalah yang akan memberikan hasil. Bukan komunikasi, apalagi komunikasi yang berbusa-busa tapi tidak efektif.

Beberapa yang lain, mengagungkan komunikasi. Terutama komunikasi untuk leadership. Katanya, dengan komunikasi yang tepat, mereka akan bisa membuat orang lain berubah –untuk melakukan sesuatu. Komunikasi bisa membuat orang-orang take action, kata mereka. Yang ini juga tidak salah, komunikasi untuk leadership memang benar adanya seperti itu.

Bila kita bicara sebagai bagian dari organisasi, tentunya kita semua menghendaki agar organisasi kita dibangun dari dalam. Dibangun dari ide segar orang dalam dan dengan action orang dalam. Keduanya dijembatani oleh public speaking yang efektif dan efisien. Dari sini, organisasi akan lebih sehat karena semua sumber daya dari dalam dan dijalankan oleh orang dalam sendiri. Jadi, public speaking yang tepat adalah ciri-ciri organisasi yang sehat.

Akan tetapi, tidak hanya organisasi yang akan mendapat nilai tambah dari public speaking. Diri anda, sebagai speaker juga akan mendapatkannya. Orang-orang lain tidak hanya melihat anda dari bagaimana anda bekerja saja. Tapi mereka juga akan memperhatikan bagaimana anda berkomunikasi. Dan keduanya, action dan komunikasi, akan membantu anda dalam karir, menjadi sangat mudah.

Menjadi speaker, tidak harus berarti menjadi MC, master of ceremony. Tidak harus juga berperan sebagai pembawa acara. Banyak sekali profesi yang membutuhkan kapasitas untuk berbicara di depan umum. Dan itu tidak hanya di dunia entertainment saja, dimana public speaking yang baik akan membantu anda dalam karir. Termasuk ketika anda bekerja di bidang lain.

Baik anda bekerja di perusahaan, atau menjadi aktivis social, atau menjadi pegawai pemerintahan, dan lain sebagainya, prestasi dan karir anda akan ditunjang oleh bagaimana anda menyampaikan pendapat. Khususnya dengan public speaking. Ide anda akan dipandang sebagai sesuatu yang simple tapi mengena dalam organisasi anda.

Oleh karena itu, sadarilah bahwa public speakingitu penting. Dan latihlah diri anda untuk public speaking, sejak sekarang. Karena public speaking akan memberikan nilai tambah diri anda di hadapan orang lain.

ada beberapa pertanyaan, salah satunya yaitu
Pertanyaan:
Kang gimana menjadi pembicara atau setidaknya memiliki ketrampilan berbicara yang baik ?

Jawab:
Semua orang memiliki potensi menjadi public speaking yang baik. Ini tidak harus memiliki bakat, tapi minat menjadi seorang pembicara yang baik harus dimiliki aktivis dakwah kampus. Bagaimana melatih diri agar dapat menjadi pembicara yang baik merupakan proses dan pengalaman kita sendiri dalam hal berbicara.

Setidaknya kita dapat memulai melalui MC kecil-kecilan semisal membuka perhalaqohan atau pertemuan antar aktivis LDK. Kemudian, biasakanlah membaca banyak buku terkait hal yang kita bidangi atau setidaknya hal-hal yang akan kita sampaikan. Seringlah berbicara sendiri disesuaikan dengan kondisi tentunya. Coba pula, melakukan pembicaraan seputar hal-hal yang kita temui. Agar kosa-kata yang kita punya bertambah.

Seorang pembicara yang baik, memiliki beberapa hal dasar yang perlu diperhatikan. Yaitu masalah penampilan, vokal, dan wawasan terhadap materi yang akan kita sampaikan. Kalau berkenan cobalah mengisi sebuah kajian di radio atau merekam suara kita. Hal ini, agar kita terbiasa berbicara.

Kalau bisa juga sering bertanya atau memberi gagasan saat tanya-jawab dalam suatu diskusi, talk show dan bentuk serupa lainnya. Karena, secara tidak langsung dengan kita mengajukan pertanyaan atau tanggapan kita telah berani memulai menjadi pembicara yang baik.
Wallohu ‘alam bisshowwab.

THANKS FOR ALL

0

Malam berubah menjadi warna yang lebih gelap
Serta bintang dingin yang bertaburan dilangit
Yang Tidak membutuhkan susunan kata

Aku duduk dikursi dimana cahaya itu telah pergi
Dan melihat bintang jatuh dilangit itu
Tapi, hanya angan-angan itu yang muncul

hidup telah menjadi penentuan seperti dadu yang dilempar
dan selalu memiliki penyesalan
akupun berharap dapat bergerak maju menuju tujuan berikutnya

dan akankah seseorang menerangiku jika aku harus hidup apa adanya
Semua karena perasaan ini yang berdenyut dieluruh tubuh yang menakutiku
Tapi.. ini takkan terjadi

Meskipun aku telah berkata bahwa aku baik-baik saja
Itu tak pernah terlihat nyata
Karena tercermin dalam genangan air
Wajah yang sedih hingga aku terbiasa dengan itu

Meskipun aku tahu
Niatku yang tak kubicarakan sedang mencekikku
Aku tetap tidak mampu untuk berucap

Dan dimalam saat suaraku tak dapat didengar lagi
Seperti halnya air mataku yang tak dapat terlihat lagi
hingga aku hanya apat berkata
terima kasih untuk semuanya

D'Loner Whiiwy: Menantang Hidup

0

D'Loner Whiiwy: Menantang Hidup

Menantang Hidup

0

Aku terlindung dengan awan mendung
Yang membuatku tak bisa tertawa seperti keceriaan yang aku miliki kemarin
Seakan orang yang kehilangan kebersamaan yang berjalan degan langkah cepat

Aku hanya ingin hidup dengan sempurna
Dan menantang semua waktu yang aku lewati
Karena aku dilahirkan bukan untuk menjadi seorang penakut

Akupun menuju tempat dimana cahaya bersinar
sambil membentangkan tanganku dan melihat langit biru itu
Tapi aku bimbang jika aku bisa melewati langit itu, begitulah aku terus berfikir

Hanya melihat wajahku dicermin
Aku mampu tertawa kecil dan menjatuhkan air mataku
Aku mengenggam tangan ini dengan kuat
Dan mengisi hari yang terlewati
Itulah aku sekarang
Karena hal tak mudah inilah aku masih disini

0

Divonis menderita lever, IQRIMA (20) langsung dibayangi kematian. Akan tetapi, gadis kelahiran Ujung Pandang ini, kembali bersemangat hidup dan berjuang melawan penyakitnya.

Perjuangan tak semudah perkataan.

Saat ini aku masih terdaftar sebagai mahasiswa UIN Universitas Islam Negeri di Makassar. Aku merasa fit dan bergairah untuk melakukan segala aktifitas kuliahku dan profesi aku sebagai penyiar. ia, aku selalu tampak bahagia saat berhadapan dengan teman-temanku serta berbicara didepan mic, itu karena aku tidak ingin kelihatan sakit dan dikasihani oleh orang-orang yang ada disekitarku.

Ya, aku memang lama mengidap lever. Namun, tapi mudah-mudahan aku bisa berhasil melawannya sehingga mendapatkan kesembuhan. Siapa bilang lever itu tak bisa disembuhkan? Asal tidak putus asa, mau berobat sebelum terlambat , Insya Allah, masih bisa disembuhkan. Modal utama melawan penyakit adalah optimis. Penyakit akan keok begitu kita mau melawannya. hehh.. itu si yang aku denger dari dokter dan teman-teman, soalnya aku belum difonis sembuh dengan dokter sampai sekarang.

Memang betul, perjuangan tak semudah perkataan. ada masa terseok-seok saat penyakit menyerang bertubi- tubi. Atau saat kebosanan berobat datang menyergap. Tapi, jangan menyerah! Baiklah, itu yang aku selalu ucapkan saat melihat wajah orang-orang yang aku sayangi, aku harus sembuh dan kembali ceria seperti dulu lagi.

Tapi terkadang, aku sangat terpuruk saat mendengar kata dokter yang semakin membuat aku down, "sangat sulit untuk menyembuhkan penyakit ini".. arrghhhh.. Gubrak... tersentak aku seketika (hehh kayak lagunya kerispati). yupz.. dokter bilang seperti itu karena penyakit yang aku derita ini sudah lam mengidam dalam tubuhku, tapi tak pernah aku pedulikan.. hmm.. jarang periksa gitu... hehh

Tapi semoga saja penyakit ini dapat hilang seperti motivasi aku yang terus ingin bersama mereka yang aku sayang, dan semua kata dokter yang menakutkan itu salah, sesungguhnya kehidupan dan kematian hanya ada ditangan Allah Swt... Doakan ya??? Semngat!!!!!

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR - Sebanyak 28 Jemaah Ahmadiyah di Desa Ciareuteun Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jabar, menyatakan kembali ke Syariat Islam berdasarkan keinginan sendiri.

Ketua MUI Kabupaten Bogor, KH Ahmad Mukri Aji dalam jumpa pers di Cibinong, Senin malam mengatakan, ke=28 orang Jemaaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) itu akan menyatakan keislamannya pada Selasa (15/3) di hadapan tokoh masyarakat dan Muspika Cibungbulang.
"Insya Allah besok (Selasa-red) pembacaan Syahadat Islam oleh 28 Jemaah Ahmadiyah akan digelar di Mesjid Al Hasan di Kecamatan Cibungbulang," katanya.

Tokoh Masyarakat Ciareuteun Kecamatan Cibungbulang, KH Mukhtar, mengatakan pembacaan Syahadat ke-28 Jemaah Ahmadiyah akan dibimbing oleh Ketua MUI setempat dan dirinya selaku tokoh masyarakat.
Mukhtar menegaskan, bahwa kembalinya Jemaah Ahmadiyah ke Islam tersebut karena kesadaran masyarakat itu sendiri yang menyatakan diri bersyahadat untuk mengakui kerasulan Muhammad SAW.

"Mereka menyatakan keislamannya atas dasar keinginan sendiri, mereka mengaku menyadari tentang Islam dan menyatakan ingin kembali ke Islam," katanya.

Hal ini dijelaskan Joni Jaelani oleh ketua RT 05/RW 02 Kampung Ciareteun Udik, Desa Ciareteun Udik, Kecamatan Cibungbulang, kembalinya Jemaah Ahmadiyah dalam jumlah besar tersebut diawali dari dua orang yang terlebih dahulu menyatakan kebali ke Islam.

Ia menyebutkan, Sabtu (12/3) lalu dua keluarga Jemaah Ahmadiyah telah menyatakan keislamannya di hadapan para tokoh masyarakat dan Muspika setempat. "Keluarga pertama Jimmi bersama istri dan anaknya dari Kampung Ciaruteun Udik dan yang ke dua Mustuka beserta anaknya warga Kampung Layung Sari. Mereka mendatangi saya dan menyatakan ingin kembali ke Islam," katanya.

Sejak dua keluarga ini menyatakan Islam, kata Joni, kemudian menyusul datang sekitar empat orang lagi yang menyatakan keinginan yang sama.
"Rencananya hari Minggu kemarin mereka akan menyatakan di depan umum untuk bersyahadat, namun karena ada informasi tambahan akan ada sekitar 20 orang dari Jakarta yang ingin bersyahadat juga, jadi kita satukan besok (Selasa-red) acaranya," kata Joni.

Joni mengatakan, 20 orang Jemaah Ahmadiyah dari Jakarta ini merupakan keluarga dari Jemaah Ahmadiyah yang sudah lebih dahulu menyatakan syahadat Islam.
Ketua MUI Kabupaten Bogor, KH Ahmad Mukri Aji menyambut baik kembalinya Jemaah Ahmadiyah di Kecamatan Cibungbulang tersebut ke Syariat Islam. Ia berharap kesadaran tersebut terus berkembang sehingga permasalahan Ahmadiyah dapat terselesaikan secara baik.

"Ke depan kita akan melakukan pembinaan kepada mereka yang sudah kembali ke Syariat Islam. Agar keimanan mereka selalu terlindungi dan kita akan memberikan perhatian kepada mereka untuk tetap bisa bersyariat di jalan Allah," katanya.

Motivasi Diri Dengan Hati

0

Motivasi diri berawal dari dorongan keyakinan dalam diri sendiri untuk menang. Ini dibentuk oleh cita-cita dan impian besar yang akan memotivasi orang untuk meraihnya. Kisah orang-orang sukses bermula dari sebuah impian yang diimplementasikan dalam serangkaian aktivitas sehari-hari.

Impian pun akan bermanfaat juga untuk orang banyak. Nilai-nilai spiritualitas memancar dengan baik dalam diri orang tersebut dan menambah keyakinan bahwa Allah dekat dengan dirinya.

Selain itu, keyakinan untuk menang harus selalu tertanam dalam benak dan hati. Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kita meyakini bahwa selain diciptakan untuk beribadah kepada-Nya, juga diciptakan Allah untuk memberikan kemakmuran, kesejahteraan dan kemaslahatan. Oleh karena itu, akan terbentuk optimisme terhadap target keberhasilan.

Seseorang harus mempunyai cita-cita besar yang disertai keyakinan bahwa Allah dekat dan mendampingi melalui hati nurani. Dorongan hati nurani inilah akan mudah diketahui bila kita mempunyai hati yang bersih. Keyakinan bahwa Allah dekat dan sayang kepada kita akan memberikan dorongan hati nurani yang sangat besar yang pada gilirannya lahir optimisme kita untuk meraih cita-cita. Hati merupakan pembimbing terhadap apa yang harus dituju dan apa yang harus diperbuat.

Robert K. Cooper Phd memaparkan bahwa hati mengaktifkan nilai-nilai kita yang terdalam, mengubahnya dari sesuatu yang kita pikir menjadi yang kita jalani. Hati mampu mengetahui hal-hal mana yang tidak boleh, atau tidak dapat diketahui oleh pikiran kita. Hati adalah sumber keberanian dan semangat, integritas serta komitmen. Hati adalah sumber energi dan perasaan mendalam yang menuntut kita untuk melakukan pembelajaran, menciptakan kerjasama, memimpin, dan melayani.

Motivasi yang berasal dari dorongan suara hati atau hati nurani dan keyakinan bahwa Allah senantiasa dekat ini akan memancarkan nilai-nilai spiritualitas. Nilai-nilai spiritualitas dalam motivasi akan melahirkan motivasi yang positif, motivasi yang sarat dengan serangkaian langkah-langkah spiritual dan optimisme terhadap keberhasilan.

Prof. Danah Zohar dan Prof. Ian Marshall dari Harvard University dan Oxford University memaparkan tentang kecerdasan spiritual dalam bukunya “Spiritual Quotient (SQ)”. Mereka berdua menjelaskan kecerdasan spiritual berkaitan erat dengan persoalan makna hidup. Menurutnya, kecerdasan spiritual dapat menilai langkah-langkah hidup seseorang lebih bermakna dibanding orang lain. Jadi hidup tidak hanya kosong tanpa makna yang jelas.

Kemudian, Wolf Singer, Michael Persinger dan V.S Ramachandran menemukan fungsi God Spot yang terintegrasi dalam otak manusia. God Spot sebagai pembimbing manusia untuk terus menerus mencari makna hidup. Manusia yang berhasil memaknai hidup ini dengan spiritualitas akan memotivasi dirinya untuk mengambil aktivitas yang terbaik, jauh dari perbuatan mendholimi orang lain, menebarkan kebaikan dan kemakmuran dalam mencapai impian.

Sedangkan menurut Stephen P. Robbins dalam bukunya “Organizational Behavior,” dalam motivasi terdapat tiga elemen utama yaitu intensitas, arah, dan ketekunan individu dalam mencapai sasaran. Jadi motivasi diri akan tumbuh positif bila integritas antara intensitas, arah dan ketekunan dalam mencapai sasaran dapat terwujud.



Selain itu keyakinan bahwa Allah dekat akan melahirkan sikap optimisme yang positif terhadap keberhasilan serta menumbuhkan nilai-nilai spiritualitas yang memberikan manfaat bagi orang banyak. Impian yang dicapai pun menebarkan kemaslahatan. Direktur Eksekutif Integrative Medicine Initiative di Michigan AS, Patricia Megregan mengatakan, “Spirituality is where people find meaning in their lives. It’s something higher than themselves, though out necessarily attached to religion.”

Comment yupz..

0

“Keluarga yang sangat bahagia”. Itu yang dikatakan orang-orang saat melihat aku dan keluargaku berkumpul, bercanda ria, dan saling berbagi pengalaman, aku sangat bersyukur Allah memberikan keluarga yang bahagia seperti ini kepadaku. Terimakasih ya Allah, itu yang selalu aku ucapkan dalam hati setiap aku melihat mereka tersenyum, ia.. mereka keluarga yang sangat aku sayangi, walau sering ada perbedaan pendapat, tapi hal itu tidak melarutkan rasa sayang ini kepada mereka.
Namaku Nana, saat itu usiaku masih 11 tahun dan kebahagiaan ini sangat berharga buat aku anak sekecil itu, perhatian dari kedua orang tuaku selalu membuatku menjadi anak kembanggaan dirumah ataupun disekolah, walaupun aku sedikit pemalas si sebagai seorang anak itu karena aku sangat di manja tapi keluargaku sangat tegas juga si, contohnya saat nilai disekolahku jelek aku di cuekin ama orang tuaku dan sebaliknya, saat nilaiku terbaik apapun yang aku mau pasti di terkabul, hehehe.. kayak aladin aja. Tapi Alhamdulillah nilaiku tidak penah keluar dari 3 besar.
Aku anak ke Dua dari Empat orang bersaudara, aku dan kakakku umurnya berjarak Tiga tahun, dan aku dan adek aku umurnya berjarak Empat tahun, lain lagi ama adek aku yang masih bungsu, saat itu umurnya masih satu tahun, dan dia belum dapat berjalan, Heran kan? Ia, itu kesalahanku, saat aku menggendong dia, tanpa tak disengaja dia terjatuh dan mengakibatkan tulang ekor adik bungsuku itu patah, so.. hampir berumur dua tahun baru dia bisa berjalan.
Aku sangat Bahagia memiliki keluarga ini, Mamiku yang sangat memanjakan ku, sampai-sampai aku tidak tau masak, mencuci, bersih-bersih rumah,jhahah.. pasti kalian berfikir cewek apaan aku. Papiku walau terkadang keras tapi di sangat membanggakanku, dia sosok ayah yang paling aku segani, sabar Tegas tapi penyayang. Ehm.. kakak aku terkadang menjengkelkan, pelit, mau menang sendiri, cuek, tapi terkadang perhatian juga ama aku, dan untuk kedua adek aku belum bisa di tafsirkan, dia kan masih pada kecil-kecil.
Aku tinggal di dalam lingkup keluarga, maksudnya tetangga-tetanggaku itu adalah tante ama om-om dari papi aku, mereka sangat baik, setiap minggu saat liburan sekolah ama kerja kita selalu kumpul, om-om aku, tante-tante aku, dan anak-anaknya, ya.. kumpul seperti arisan keluarga, tapi bukan juga si.. Cuma ngumpul acara makan-makan kecil-kecilan aja, kadang aku juga tertawa saat mengingat saat aku bermain bersama sepupuku aku dan pada akhirnya permainan kami di ambil alih oleh papiku dan om-om aku, jhahah.. lucu juga kalo meningat itu semua, dan tau ngak? Untuk bermain badminton dan bola itu kan biasa, tapi saat usiaku masih 11 tahun, aku udah bisa bermain tenis meja dan catur dan aku sering mengalahkan papiku, ehm.. itu semua di ajarkan ama papiku,. Sangat bangga kalau bercerita tentang dia.
Dan saat aku berusia 12 tahun, Kado dari mami aku adalah Perayaan ulang tahun untu aku, dan dari Papi aku adalah sebuah Piano,sangat sedih mengingat hal itu. Ya.. pasti kalian bertanya mengapa aku berkata sangat sedih, padahal perayaan ulang tahun seperti itu sangat membahagiakan. Ehm.. Kado yang sangat special dari papi aku, kado yang sangat berharga, dank ado yang terakhir dari ayahku, ia.. saat usiaku 12 tahun, dia telah pergi meninggalkan aku. Mamiku, adek dan kakak aku, meninggalkan semua kenangan yang tak bisa terlupakan, meninggalkan kesedihan, dan semua tentangnya, dia telah kembali di sisi sang pencipta. Sangat tak percaya semua iru sangat cepat terjadi padaku, tapi.. sampai sekarang pun dia masih membanggakan di hatiku. Dan lagu untuk melepas kepergiannya aku nyanyikan saat perpisahan.ku di sekolah.
Mulai saat itu kami ( keluargaku) hidup dengan penuh ketegaran, menjalani segala rintangan dengan penuh kesabaran dan ke ikhlasan, mami aku yang begitu sabar terkadang meneteskan air matanya melawan segala cobaan itu, dan hal itu membuat hati aku ikut bersedih. Mungkin ada sesuatu yang di rencanakan oleh Allah untuk aku dan keluargaku atas kepergian ayahku.

Saat itu pendaftaran masuk Sekolah Menengah,dan aku melakukan semuanya dengan sendiri, mulai dengan pengambilan Formulir sampai dengan tes ujian masuk, terkadang air mataku menetes ,melihat kebahagiaan yang di rasakan anak-anak seumuranku bersama orang tuanya, mami aku juga sudah mulai sibuk akan pekerjaanya, mencari nafkah untuk aku dan kakak adek aku, walau tak begitu besar tapi sudah cukup buatku. Hidup tidak seperti waktu dia ada, hidup dengan serba kecukupan bahkan kekurangan, tapi hal itu tidak membuatku mengeluh akan arti hidup, karena selalu ada yang menemaniku saat rasa menyerah itu datang, ia.. dia adalah sahabat,sahabat yang menemaniku saat dia masih hidup hingga dia telah tiada.
Sekarang saatnya memperkenalkan Organisasi yang membuatku menjadi orang besar untuk diriku sendiri, entahlah buat orang lain, heheh… Di sekolah menengah, prestasiku di bidang akademik tidak terlalu parah sich, tapi bisa dikatakan menurun di bandingkan saat sekolah dasar, tapi aku termasuk siswa yang berprestasi di bidang non akademik, dan hal itu membuatku mendapatkan bea siswa dan menjadi terkenal, heheh… tentunya hal itu sangat berarti untuk anak yang masih berusia 13 tahun, ia.. Terkenal.
Aku yang begitu lemah, manja, di didik menjadi anak yang kuat dan mandiri, dan saat itu aku termasuk anak perempuan yang tomboy, aku mengatakan itu karena teman-teman aku di sekolah cenderung memanggilku Nabal yang artinya Nana Balaki ( Balaki dari bahasa Makassar berarti Tomboy). Tapi herannya ya.. banyak juga cowok-cowok sekolahan dan senior-senior aku yang pengen ama aku yang seperti itu, ya.. mungkin aku masih tampil ada apanya, ech.. apa adanya maksudnya. Tapi aku sangat nyaman dengan seperti itu, walau terkadang ada cemooh dari temen kalu aku urakan lach, cowok banget lach, tapi no problem buatku, yang penting enjoy your life, jhahahahha…
Aku belum memperkenalkan kegiatan yang membuat aku menjadi orang besar untuk diriku, ya.. Organisasi itu biasa disebut dengan organisasi kepramukaan pndu sedunia, di situlah aku didik menjadi sosok yang tegar. Walau pahitnya alur hidup yang aku jalani, tapi semua itu hilang saat aku berada dalam lingkup itu, walau terkadang disiksa, merayap sana merayap sini, cium tanah air, duduk setengah jongkok dengan 5 tongkat di tangan, di tendang, pus up, kengkreng, tapi hal itu lach yang membuatku lebih bersemangat, karena rintangan itu belum ada artinya di bandingkan rintangan hidup yang aku jalani sekarang, walaupun sering ngeluh, tapi pada akhirnya aku merasakan hal positif dari hukuman-hukuman yang di berikan kakak senior untukku, untuk anak manja sepertiku.
Saat pulang kerumah Sangat sedih melihat semuanya, tapi semua itu hilang saat aku berada di luar bersama teman-temanku, sehingga aku menjadi sosok anak perempuan yang nakal, keluar rumah pulangnya soreh atau malam, selalu nginap di rumah temen, lebih enak nongkrong ama teman dari pada nongkrong ama keluarga, tapi aku saat itu nakal tapi tidak pernah melakukan hal yang negative, Alhamdulillah.. dan akupun terlahir dengan sosok yang tidak selalu ingin menang. Saat usiaku 15 tahun ada penyeleksian untuk ikut dalam kegiatan jambore nasional di jatinangor, kiara payung jawa barat. dalam pemyeleksiann kegiatan itu dari 20 putra dan putri pramuka di sekolahku hanya enam yang terpilih untuk ikut penyeleksian, dan aku di antaranya. Setelah itu akan ada penyeleksian di cabang, semua sekolah di kabupaten itu masing-masing mempunyai enam utusan yang akan di seleksi menjadi 20 putra dan 20 putri, dan hal itu sangat membuatku senang setelah aku termasuk di dalamnnya.
Di sebuah organisasi tentu ada ketua dan wakil ketua, dan dalam organisasi kepramukaan disebut dengan Pinru (Pimpinan Regu) dan Wapinru (Wakil Pimpinan Regu), tentunya aku sangat menginginkan posisi itu, tapi hal itu tidak aku dapatkan, dan hampir membuatku menagis dan kecewa, karena ternyata dalam 40 utusan, aku adalah pemimpin mereka semua yang biasa di sebut dengan pratama, wuah.. sangat senang mendengar hal itu, makasih ya allah. Ehm.. sekarang kalian semua berada dalam kendali saya, jhahahha.. Semangat.
Mulai saat itu, aku benar-benar merasa menjadi pemimpin, pulang dari kegiatan itupun aku masih merasa menjadi pemimpin, hingga aku menangis saat keinginanku untuk mendapatkan sesuatu jabatan dalam suatu kegiatan tidak terkabuli.
Saat itu aku sudah berumur 16 tahun, dan aku telah menduduki bangku SMA, dan aku tidak melalui tes masuk di sma ini, karena prestasiku dalam bidang kepramukaan sangat di hargai di kabupaten ini, hingga aku sealu ketinggalan pelajaran akibat kegiatan-kegiatan yang aku ikuti di luar, Dianpinsat, bayangkara, jamboree Malaysia hingga jamboree asean di Singapore, ada juga jamboree Dunia di London, tapi aku ngak sempat ikut di karenakan aku udah pindah sekolah, ia.. naik menjelang naik kelas 2 sma, aku udah pindah di SMa yang lain, hal itu dikarenakan kehidupan di lingkup tempat tinggalku tidak bisa ditanggung lagi, hal itu terlalu berat buat keluargaku terutama ibuku yang saat itu menanggung segala beban keluarga.
Ya.. bicara tentang ibuku sangat membanggakan juga, kayak cerita papiku, dia adalah ibu yang sangat tegar, selalu ingin membuat orang disekitarnya tertawa, walau hatinya sering tersakiti tapi kata maaf selalu terlontar darimulutnya, seorang ibu yang tegar selalu sabar menghadapi semua masalah hingga masalah itu sangat berat, kadang aku menangis saat mengingat kelakuanku pada ibuku, sangat buruk.. dan ibukulah motivasiku dalam menjalani hidup ini, walau sekarang masih sulit untuk menjalani hari-hari ini, tapi aku janji, suatu saat nanti aku ingin melihat ibuku bahagia dan memperlihatkan senyum terbaiknya untukku, dan menghilangkan segala beban yang ada difikirannya karena segala yang pernah aku miliki dan telah hilang, akan kembali lagi buat aku, ibuku, dan keluargaku.
Yach.. lanjut… disekolah baruku aku mendapatkan teman terbaik, ia.. dia selalu ada saat aku kesuliatan dan memarahiku saat aku salah langkah, benar, di manapun kita berada, cobaan hidup takkan pernah lepas dari setiap manusia, tapi biarlah, saat itu aku tinggal dengan paman dan tante aku, hanya cobaan hati yang selalu aku rasakan, tapi aku bersyukur karena ibu dan ade-ade aku tidak ikut merasakan cobaan yang aku rasakan saat itu, tapi semua yang aku rasakan ini membuatku sadar akan arti hidup dan ketegaran, karena semua ini membuatku menjadi seorang perempuan yang tegar, dan aku percaya kata pepatah yang mengatakan bahwa segala cobaan pasti ada hikmahnya, karena dari semua perjalannku banyak juga hal-hal yang orang lain tidak pernah rasakan, ya.. dan itu membuatku bangga pada diriku.
Tamat dari sma, aku kuliah di sekolah Mutimedia dan disini aku mendapat pengalaman yang sangat banyak, mulai jadi belajar jurnalis, editor, hingga aku jadi wartawan dan ikut dalam kegiatan pemerintah kota dalam hal kebersihan dan penghijauan, dan hal itu membuatku mempunyai banyak jaringan dimana-mana dan mengenal orang-orang tinggi kota itu. Walau aku tidak lulus di salah satu perguruan tinggi negeri, tapi aku bersyukur masuk disekolah multimedia, karena ppengalaman-pengalamanku membuatku banyak pengetahuan setelah aku kuliah di perguruan islam negeri jurusan ilmu komunikasi

BERSAMBUNG