spoon

Comment yupz..

0

“Keluarga yang sangat bahagia”. Itu yang dikatakan orang-orang saat melihat aku dan keluargaku berkumpul, bercanda ria, dan saling berbagi pengalaman, aku sangat bersyukur Allah memberikan keluarga yang bahagia seperti ini kepadaku. Terimakasih ya Allah, itu yang selalu aku ucapkan dalam hati setiap aku melihat mereka tersenyum, ia.. mereka keluarga yang sangat aku sayangi, walau sering ada perbedaan pendapat, tapi hal itu tidak melarutkan rasa sayang ini kepada mereka.
Namaku Nana, saat itu usiaku masih 11 tahun dan kebahagiaan ini sangat berharga buat aku anak sekecil itu, perhatian dari kedua orang tuaku selalu membuatku menjadi anak kembanggaan dirumah ataupun disekolah, walaupun aku sedikit pemalas si sebagai seorang anak itu karena aku sangat di manja tapi keluargaku sangat tegas juga si, contohnya saat nilai disekolahku jelek aku di cuekin ama orang tuaku dan sebaliknya, saat nilaiku terbaik apapun yang aku mau pasti di terkabul, hehehe.. kayak aladin aja. Tapi Alhamdulillah nilaiku tidak penah keluar dari 3 besar.
Aku anak ke Dua dari Empat orang bersaudara, aku dan kakakku umurnya berjarak Tiga tahun, dan aku dan adek aku umurnya berjarak Empat tahun, lain lagi ama adek aku yang masih bungsu, saat itu umurnya masih satu tahun, dan dia belum dapat berjalan, Heran kan? Ia, itu kesalahanku, saat aku menggendong dia, tanpa tak disengaja dia terjatuh dan mengakibatkan tulang ekor adik bungsuku itu patah, so.. hampir berumur dua tahun baru dia bisa berjalan.
Aku sangat Bahagia memiliki keluarga ini, Mamiku yang sangat memanjakan ku, sampai-sampai aku tidak tau masak, mencuci, bersih-bersih rumah,jhahah.. pasti kalian berfikir cewek apaan aku. Papiku walau terkadang keras tapi di sangat membanggakanku, dia sosok ayah yang paling aku segani, sabar Tegas tapi penyayang. Ehm.. kakak aku terkadang menjengkelkan, pelit, mau menang sendiri, cuek, tapi terkadang perhatian juga ama aku, dan untuk kedua adek aku belum bisa di tafsirkan, dia kan masih pada kecil-kecil.
Aku tinggal di dalam lingkup keluarga, maksudnya tetangga-tetanggaku itu adalah tante ama om-om dari papi aku, mereka sangat baik, setiap minggu saat liburan sekolah ama kerja kita selalu kumpul, om-om aku, tante-tante aku, dan anak-anaknya, ya.. kumpul seperti arisan keluarga, tapi bukan juga si.. Cuma ngumpul acara makan-makan kecil-kecilan aja, kadang aku juga tertawa saat mengingat saat aku bermain bersama sepupuku aku dan pada akhirnya permainan kami di ambil alih oleh papiku dan om-om aku, jhahah.. lucu juga kalo meningat itu semua, dan tau ngak? Untuk bermain badminton dan bola itu kan biasa, tapi saat usiaku masih 11 tahun, aku udah bisa bermain tenis meja dan catur dan aku sering mengalahkan papiku, ehm.. itu semua di ajarkan ama papiku,. Sangat bangga kalau bercerita tentang dia.
Dan saat aku berusia 12 tahun, Kado dari mami aku adalah Perayaan ulang tahun untu aku, dan dari Papi aku adalah sebuah Piano,sangat sedih mengingat hal itu. Ya.. pasti kalian bertanya mengapa aku berkata sangat sedih, padahal perayaan ulang tahun seperti itu sangat membahagiakan. Ehm.. Kado yang sangat special dari papi aku, kado yang sangat berharga, dank ado yang terakhir dari ayahku, ia.. saat usiaku 12 tahun, dia telah pergi meninggalkan aku. Mamiku, adek dan kakak aku, meninggalkan semua kenangan yang tak bisa terlupakan, meninggalkan kesedihan, dan semua tentangnya, dia telah kembali di sisi sang pencipta. Sangat tak percaya semua iru sangat cepat terjadi padaku, tapi.. sampai sekarang pun dia masih membanggakan di hatiku. Dan lagu untuk melepas kepergiannya aku nyanyikan saat perpisahan.ku di sekolah.
Mulai saat itu kami ( keluargaku) hidup dengan penuh ketegaran, menjalani segala rintangan dengan penuh kesabaran dan ke ikhlasan, mami aku yang begitu sabar terkadang meneteskan air matanya melawan segala cobaan itu, dan hal itu membuat hati aku ikut bersedih. Mungkin ada sesuatu yang di rencanakan oleh Allah untuk aku dan keluargaku atas kepergian ayahku.

Saat itu pendaftaran masuk Sekolah Menengah,dan aku melakukan semuanya dengan sendiri, mulai dengan pengambilan Formulir sampai dengan tes ujian masuk, terkadang air mataku menetes ,melihat kebahagiaan yang di rasakan anak-anak seumuranku bersama orang tuanya, mami aku juga sudah mulai sibuk akan pekerjaanya, mencari nafkah untuk aku dan kakak adek aku, walau tak begitu besar tapi sudah cukup buatku. Hidup tidak seperti waktu dia ada, hidup dengan serba kecukupan bahkan kekurangan, tapi hal itu tidak membuatku mengeluh akan arti hidup, karena selalu ada yang menemaniku saat rasa menyerah itu datang, ia.. dia adalah sahabat,sahabat yang menemaniku saat dia masih hidup hingga dia telah tiada.
Sekarang saatnya memperkenalkan Organisasi yang membuatku menjadi orang besar untuk diriku sendiri, entahlah buat orang lain, heheh… Di sekolah menengah, prestasiku di bidang akademik tidak terlalu parah sich, tapi bisa dikatakan menurun di bandingkan saat sekolah dasar, tapi aku termasuk siswa yang berprestasi di bidang non akademik, dan hal itu membuatku mendapatkan bea siswa dan menjadi terkenal, heheh… tentunya hal itu sangat berarti untuk anak yang masih berusia 13 tahun, ia.. Terkenal.
Aku yang begitu lemah, manja, di didik menjadi anak yang kuat dan mandiri, dan saat itu aku termasuk anak perempuan yang tomboy, aku mengatakan itu karena teman-teman aku di sekolah cenderung memanggilku Nabal yang artinya Nana Balaki ( Balaki dari bahasa Makassar berarti Tomboy). Tapi herannya ya.. banyak juga cowok-cowok sekolahan dan senior-senior aku yang pengen ama aku yang seperti itu, ya.. mungkin aku masih tampil ada apanya, ech.. apa adanya maksudnya. Tapi aku sangat nyaman dengan seperti itu, walau terkadang ada cemooh dari temen kalu aku urakan lach, cowok banget lach, tapi no problem buatku, yang penting enjoy your life, jhahahahha…
Aku belum memperkenalkan kegiatan yang membuat aku menjadi orang besar untuk diriku, ya.. Organisasi itu biasa disebut dengan organisasi kepramukaan pndu sedunia, di situlah aku didik menjadi sosok yang tegar. Walau pahitnya alur hidup yang aku jalani, tapi semua itu hilang saat aku berada dalam lingkup itu, walau terkadang disiksa, merayap sana merayap sini, cium tanah air, duduk setengah jongkok dengan 5 tongkat di tangan, di tendang, pus up, kengkreng, tapi hal itu lach yang membuatku lebih bersemangat, karena rintangan itu belum ada artinya di bandingkan rintangan hidup yang aku jalani sekarang, walaupun sering ngeluh, tapi pada akhirnya aku merasakan hal positif dari hukuman-hukuman yang di berikan kakak senior untukku, untuk anak manja sepertiku.
Saat pulang kerumah Sangat sedih melihat semuanya, tapi semua itu hilang saat aku berada di luar bersama teman-temanku, sehingga aku menjadi sosok anak perempuan yang nakal, keluar rumah pulangnya soreh atau malam, selalu nginap di rumah temen, lebih enak nongkrong ama teman dari pada nongkrong ama keluarga, tapi aku saat itu nakal tapi tidak pernah melakukan hal yang negative, Alhamdulillah.. dan akupun terlahir dengan sosok yang tidak selalu ingin menang. Saat usiaku 15 tahun ada penyeleksian untuk ikut dalam kegiatan jambore nasional di jatinangor, kiara payung jawa barat. dalam pemyeleksiann kegiatan itu dari 20 putra dan putri pramuka di sekolahku hanya enam yang terpilih untuk ikut penyeleksian, dan aku di antaranya. Setelah itu akan ada penyeleksian di cabang, semua sekolah di kabupaten itu masing-masing mempunyai enam utusan yang akan di seleksi menjadi 20 putra dan 20 putri, dan hal itu sangat membuatku senang setelah aku termasuk di dalamnnya.
Di sebuah organisasi tentu ada ketua dan wakil ketua, dan dalam organisasi kepramukaan disebut dengan Pinru (Pimpinan Regu) dan Wapinru (Wakil Pimpinan Regu), tentunya aku sangat menginginkan posisi itu, tapi hal itu tidak aku dapatkan, dan hampir membuatku menagis dan kecewa, karena ternyata dalam 40 utusan, aku adalah pemimpin mereka semua yang biasa di sebut dengan pratama, wuah.. sangat senang mendengar hal itu, makasih ya allah. Ehm.. sekarang kalian semua berada dalam kendali saya, jhahahha.. Semangat.
Mulai saat itu, aku benar-benar merasa menjadi pemimpin, pulang dari kegiatan itupun aku masih merasa menjadi pemimpin, hingga aku menangis saat keinginanku untuk mendapatkan sesuatu jabatan dalam suatu kegiatan tidak terkabuli.
Saat itu aku sudah berumur 16 tahun, dan aku telah menduduki bangku SMA, dan aku tidak melalui tes masuk di sma ini, karena prestasiku dalam bidang kepramukaan sangat di hargai di kabupaten ini, hingga aku sealu ketinggalan pelajaran akibat kegiatan-kegiatan yang aku ikuti di luar, Dianpinsat, bayangkara, jamboree Malaysia hingga jamboree asean di Singapore, ada juga jamboree Dunia di London, tapi aku ngak sempat ikut di karenakan aku udah pindah sekolah, ia.. naik menjelang naik kelas 2 sma, aku udah pindah di SMa yang lain, hal itu dikarenakan kehidupan di lingkup tempat tinggalku tidak bisa ditanggung lagi, hal itu terlalu berat buat keluargaku terutama ibuku yang saat itu menanggung segala beban keluarga.
Ya.. bicara tentang ibuku sangat membanggakan juga, kayak cerita papiku, dia adalah ibu yang sangat tegar, selalu ingin membuat orang disekitarnya tertawa, walau hatinya sering tersakiti tapi kata maaf selalu terlontar darimulutnya, seorang ibu yang tegar selalu sabar menghadapi semua masalah hingga masalah itu sangat berat, kadang aku menangis saat mengingat kelakuanku pada ibuku, sangat buruk.. dan ibukulah motivasiku dalam menjalani hidup ini, walau sekarang masih sulit untuk menjalani hari-hari ini, tapi aku janji, suatu saat nanti aku ingin melihat ibuku bahagia dan memperlihatkan senyum terbaiknya untukku, dan menghilangkan segala beban yang ada difikirannya karena segala yang pernah aku miliki dan telah hilang, akan kembali lagi buat aku, ibuku, dan keluargaku.
Yach.. lanjut… disekolah baruku aku mendapatkan teman terbaik, ia.. dia selalu ada saat aku kesuliatan dan memarahiku saat aku salah langkah, benar, di manapun kita berada, cobaan hidup takkan pernah lepas dari setiap manusia, tapi biarlah, saat itu aku tinggal dengan paman dan tante aku, hanya cobaan hati yang selalu aku rasakan, tapi aku bersyukur karena ibu dan ade-ade aku tidak ikut merasakan cobaan yang aku rasakan saat itu, tapi semua yang aku rasakan ini membuatku sadar akan arti hidup dan ketegaran, karena semua ini membuatku menjadi seorang perempuan yang tegar, dan aku percaya kata pepatah yang mengatakan bahwa segala cobaan pasti ada hikmahnya, karena dari semua perjalannku banyak juga hal-hal yang orang lain tidak pernah rasakan, ya.. dan itu membuatku bangga pada diriku.
Tamat dari sma, aku kuliah di sekolah Mutimedia dan disini aku mendapat pengalaman yang sangat banyak, mulai jadi belajar jurnalis, editor, hingga aku jadi wartawan dan ikut dalam kegiatan pemerintah kota dalam hal kebersihan dan penghijauan, dan hal itu membuatku mempunyai banyak jaringan dimana-mana dan mengenal orang-orang tinggi kota itu. Walau aku tidak lulus di salah satu perguruan tinggi negeri, tapi aku bersyukur masuk disekolah multimedia, karena ppengalaman-pengalamanku membuatku banyak pengetahuan setelah aku kuliah di perguruan islam negeri jurusan ilmu komunikasi

BERSAMBUNG