Beberapa orang memandang komunikasi itu tidak penting. Mereka mengutamakan action, biasanya. Dan pada kenyataannya, mereka memang tidak salah. Action adalah yang akan memberikan hasil. Bukan komunikasi, apalagi komunikasi yang berbusa-busa tapi tidak efektif.
Beberapa yang lain, mengagungkan komunikasi. Terutama komunikasi untuk leadership. Katanya, dengan komunikasi yang tepat, mereka akan bisa membuat orang lain berubah –untuk melakukan sesuatu. Komunikasi bisa membuat orang-orang take action, kata mereka. Yang ini juga tidak salah, komunikasi untuk leadership memang benar adanya seperti itu.
Bila kita bicara sebagai bagian dari organisasi, tentunya kita semua menghendaki agar organisasi kita dibangun dari dalam. Dibangun dari ide segar orang dalam dan dengan action orang dalam. Keduanya dijembatani oleh public speaking yang efektif dan efisien. Dari sini, organisasi akan lebih sehat karena semua sumber daya dari dalam dan dijalankan oleh orang dalam sendiri. Jadi, public speaking yang tepat adalah ciri-ciri organisasi yang sehat.
Akan tetapi, tidak hanya organisasi yang akan mendapat nilai tambah dari public speaking. Diri anda, sebagai speaker juga akan mendapatkannya. Orang-orang lain tidak hanya melihat anda dari bagaimana anda bekerja saja. Tapi mereka juga akan memperhatikan bagaimana anda berkomunikasi. Dan keduanya, action dan komunikasi, akan membantu anda dalam karir, menjadi sangat mudah.
Menjadi speaker, tidak harus berarti menjadi MC, master of ceremony. Tidak harus juga berperan sebagai pembawa acara. Banyak sekali profesi yang membutuhkan kapasitas untuk berbicara di depan umum. Dan itu tidak hanya di dunia entertainment saja, dimana public speaking yang baik akan membantu anda dalam karir. Termasuk ketika anda bekerja di bidang lain.
Baik anda bekerja di perusahaan, atau menjadi aktivis social, atau menjadi pegawai pemerintahan, dan lain sebagainya, prestasi dan karir anda akan ditunjang oleh bagaimana anda menyampaikan pendapat. Khususnya dengan public speaking. Ide anda akan dipandang sebagai sesuatu yang simple tapi mengena dalam organisasi anda.
Oleh karena itu, sadarilah bahwa public speakingitu penting. Dan latihlah diri anda untuk public speaking, sejak sekarang. Karena public speaking akan memberikan nilai tambah diri anda di hadapan orang lain.
ada beberapa pertanyaan, salah satunya yaitu
Pertanyaan:
Kang gimana menjadi pembicara atau setidaknya memiliki ketrampilan berbicara yang baik ?
Jawab:
Semua orang memiliki potensi menjadi public speaking yang baik. Ini tidak harus memiliki bakat, tapi minat menjadi seorang pembicara yang baik harus dimiliki aktivis dakwah kampus. Bagaimana melatih diri agar dapat menjadi pembicara yang baik merupakan proses dan pengalaman kita sendiri dalam hal berbicara.
Setidaknya kita dapat memulai melalui MC kecil-kecilan semisal membuka perhalaqohan atau pertemuan antar aktivis LDK. Kemudian, biasakanlah membaca banyak buku terkait hal yang kita bidangi atau setidaknya hal-hal yang akan kita sampaikan. Seringlah berbicara sendiri disesuaikan dengan kondisi tentunya. Coba pula, melakukan pembicaraan seputar hal-hal yang kita temui. Agar kosa-kata yang kita punya bertambah.
Seorang pembicara yang baik, memiliki beberapa hal dasar yang perlu diperhatikan. Yaitu masalah penampilan, vokal, dan wawasan terhadap materi yang akan kita sampaikan. Kalau berkenan cobalah mengisi sebuah kajian di radio atau merekam suara kita. Hal ini, agar kita terbiasa berbicara.
Kalau bisa juga sering bertanya atau memberi gagasan saat tanya-jawab dalam suatu diskusi, talk show dan bentuk serupa lainnya. Karena, secara tidak langsung dengan kita mengajukan pertanyaan atau tanggapan kita telah berani memulai menjadi pembicara yang baik.
Wallohu ‘alam bisshowwab.
Posted on Selasa, 19 April 2011 | By: Dwi Cahya Ramadani






