Featured Posts
Cash-Out Refinance Testing excerpt ignore.... Testing excerpt ignore.... Testing excerpt ignore.... Testing excerpt ignore.... Testing excerpt ignore.... Testing excerpt ignore.... Testing excerpt ignore....
Palm’s latest model, new handheld in a long time. Testing excerpt ignore.... Testing excerpt ignore.... Testing excerpt ignore.... Testing excerpt ignore.... Testing excerpt ignore....
An image in a post Testing excerpt ignore.... Testing excerpt ignore.... Testing excerpt ignore.... Testing excerpt ignore.... Testing excerpt ignore....
Home Purchase Loan Testing excerpt ignore.... Testing excerpt ignore.... Testing excerpt ignore.... Testing excerpt ignore.... Testing excerpt ignore.... Testing excerpt ignore....
Recent Recipes
KELAKUAN PEJABAT KITA
Comments (0) |
Jumat, 15 Juli 2011
Memang pandangan setiap orang berbeda-beda..
ada yang mengatakan setiap norang yang penampilan baik itu adalah orang terpelajar,orang yang berada dan orang yang baik, dan orang yang berpenampilan kumuh dan berantakan itu adalah orang yang jahat dan miskin..
tapi saya menyalahkan pendapat itu.. sebab kebanyakan orang yang berada itu adalah orang yang tidak npantas untu dihormati dan orang yang sangat jahat..
mengapa demikian???
coba kita pandang diluar sana?? apakah ada pejabat-pejabat kita yang berada di bawak garis kemiskinan? apakah pakaian dia kumuh? TIDAK.. tapi dia adalah orang yang jahat, mengapa saya mengatakan hal itu, kalo memang mereka tidak jahat.
1. mengapa mereka selalu memberikan janji-janji kosong kepada orang yang tidak mampu, padahal mereka semua berharap dengan janji ng pejabat itu akan membuat merekia keluar dari kemelaratan hidup, tapi apa??? para pejabat hanya memberi janji yang akibatnya tambah membuat mereka sakit hati dan melarat.
2. dalam kekayaan rata-rata pejabat, apakah anda yakin bahwa harta yang mereka miliki adalah hartanya sendiri?? kalo saya tidak.. orang kaya itu mengambil uang rakyat yang kurang mampu untuk bertambah kaya.
3. kalo memang petinggi-petinggi kita membersihkan jalanan agar kota tetap indah dan menyingkirkan pedagang kaki lijma dari jalan, mengapa mereka melakukan kekerasan? apakah mereka tidak punya rasa belas kasian? mengapa pejabat-pejabat kita tidak membuat tempat khusus buat pedagang kaki lima yang lebih nyaman? bukan malah menangkap dan membongkar jualan mereka.
masih banyak lagii.. tapii nanti kita lanjutkan......
bersambung
"Negara Islam, Suatu Penghinaan!"
Comments (0) |
Minggu, 05 Juni 2011
ada sedikit kajiian lagi nich tentang "Negara Islam, Suatu Penghinaan!".
ehm.. ehm... begini niich..
ketika rezim orde baru runtuh pada tahun 1997, di sanalah puncak kesadaran rakyat indonesia akan kebebasan yang dimilikinya (walau aku belum lahiir siich, cuma baca buku aja, hhe)..
Kesadaranlah yang membisik kalbunya, bahwa selama kekuasaan orde baru mereka terbelenggu oleh penguasa-penguasa yang korup, otoriter yang mengancam mereka dengan penjara, dan apa yang dianggap sebagai kesalahannya adalah mereka memiliki kesadaran, kepekaan dan keberanian dalam berfikir. Perangkap inilah yang membawa kehancuran bagi indonesia dan kemiskinanpun tak terbendung lagi di tanah air.
Setelah itu, banyak tokoh islam ekslusive yang terpandang di indonesia meluangkan banyak waktunya untuk berdiskusi, berdialog, bermusyawarah, (Maklum baru mereasakan udara kebebasan) dalam memberikan jawaban, "Mengapa Indonesia yang Mayoritas Umat Islam tidak membawakan kesejahtraan bagi rakyatnya, sebagaimana yang dijanjikan oleh sang khaliq?" karena apa yang dijanjikan sang khaliq tidak sesuai dengan realitas sosial, berarti ada yang salah nich pada diri umat islam, khususnya islam indonesia yang kemayoritasan adalah predikatnya. Berangkat dari sanalah banyak ulama-ulama, kiai yang mengeluarkan fatwa bahwa kita selama nich sudah jauh melenceng dari ajaran agama kita, dan ini benar adanya menurut pandangan sebagian orang sich.
jalan keluar yang ditawarkan oleh mereka adalah "indonesia harus dijadikan negara islam", karena dengan cara inilah kita bisa bangkit lagi dari kebobrokan, dan dapat memberikan kesejahtraan pada rakyat banyak. tapi coba kita fikirkan kembali,dengan menjadikan indonesia negara islam akan bertentangan dengan islam itu sendiri? dimana kita ketahui bahwa ada beberapa agama yang diakui keberadaanya dinusantara ini. maka dengan 'Negara Islam', mereka yang Non-Islam akan merasa hak-haknya dirampas, dan dipaksa untuk mengikuti aturan islam, yang tentunya bertentangan dengan ajaran agama mereka. Ini akan menunjukkan bahwa islam tidak Toleran, dan dengan ini pula (Negara Islam) merupakaan suatu penghinaan pada islam itu sendiri, dimana islam disebarkan dengan cara kekerasan atau dipaksa sementara Islam tidak identik dengan kekerasan.
Pemahaman seperti inilah terhadap agama, sehingga umat islam yang ada diseluruh dunia, terutama di indonesai yang mayoritas, terpojok dan tersingkirkan di tengah-tengah keramaian dan kerumunan orang. Islam tidak lagi ramah-tamah dimata dunia. Tapi memperlihatkan Wajah mengerikan dan menakutkan.Contoh kecilnya seperti Islam yang sudah terkenal sebagai Teroris dimata Agama Lain.
public speaking akan meningkatkan nilai tambah buat kita
Comments (0) |
Selasa, 19 April 2011
Beberapa orang memandang komunikasi itu tidak penting. Mereka mengutamakan action, biasanya. Dan pada kenyataannya, mereka memang tidak salah. Action adalah yang akan memberikan hasil. Bukan komunikasi, apalagi komunikasi yang berbusa-busa tapi tidak efektif.
Beberapa yang lain, mengagungkan komunikasi. Terutama komunikasi untuk leadership. Katanya, dengan komunikasi yang tepat, mereka akan bisa membuat orang lain berubah –untuk melakukan sesuatu. Komunikasi bisa membuat orang-orang take action, kata mereka. Yang ini juga tidak salah, komunikasi untuk leadership memang benar adanya seperti itu.
Bila kita bicara sebagai bagian dari organisasi, tentunya kita semua menghendaki agar organisasi kita dibangun dari dalam. Dibangun dari ide segar orang dalam dan dengan action orang dalam. Keduanya dijembatani oleh public speaking yang efektif dan efisien. Dari sini, organisasi akan lebih sehat karena semua sumber daya dari dalam dan dijalankan oleh orang dalam sendiri. Jadi, public speaking yang tepat adalah ciri-ciri organisasi yang sehat.
Akan tetapi, tidak hanya organisasi yang akan mendapat nilai tambah dari public speaking. Diri anda, sebagai speaker juga akan mendapatkannya. Orang-orang lain tidak hanya melihat anda dari bagaimana anda bekerja saja. Tapi mereka juga akan memperhatikan bagaimana anda berkomunikasi. Dan keduanya, action dan komunikasi, akan membantu anda dalam karir, menjadi sangat mudah.
Menjadi speaker, tidak harus berarti menjadi MC, master of ceremony. Tidak harus juga berperan sebagai pembawa acara. Banyak sekali profesi yang membutuhkan kapasitas untuk berbicara di depan umum. Dan itu tidak hanya di dunia entertainment saja, dimana public speaking yang baik akan membantu anda dalam karir. Termasuk ketika anda bekerja di bidang lain.
Baik anda bekerja di perusahaan, atau menjadi aktivis social, atau menjadi pegawai pemerintahan, dan lain sebagainya, prestasi dan karir anda akan ditunjang oleh bagaimana anda menyampaikan pendapat. Khususnya dengan public speaking. Ide anda akan dipandang sebagai sesuatu yang simple tapi mengena dalam organisasi anda.
Oleh karena itu, sadarilah bahwa public speakingitu penting. Dan latihlah diri anda untuk public speaking, sejak sekarang. Karena public speaking akan memberikan nilai tambah diri anda di hadapan orang lain.
ada beberapa pertanyaan, salah satunya yaitu
Pertanyaan:
Kang gimana menjadi pembicara atau setidaknya memiliki ketrampilan berbicara yang baik ?
Jawab:
Semua orang memiliki potensi menjadi public speaking yang baik. Ini tidak harus memiliki bakat, tapi minat menjadi seorang pembicara yang baik harus dimiliki aktivis dakwah kampus. Bagaimana melatih diri agar dapat menjadi pembicara yang baik merupakan proses dan pengalaman kita sendiri dalam hal berbicara.
Setidaknya kita dapat memulai melalui MC kecil-kecilan semisal membuka perhalaqohan atau pertemuan antar aktivis LDK. Kemudian, biasakanlah membaca banyak buku terkait hal yang kita bidangi atau setidaknya hal-hal yang akan kita sampaikan. Seringlah berbicara sendiri disesuaikan dengan kondisi tentunya. Coba pula, melakukan pembicaraan seputar hal-hal yang kita temui. Agar kosa-kata yang kita punya bertambah.
Seorang pembicara yang baik, memiliki beberapa hal dasar yang perlu diperhatikan. Yaitu masalah penampilan, vokal, dan wawasan terhadap materi yang akan kita sampaikan. Kalau berkenan cobalah mengisi sebuah kajian di radio atau merekam suara kita. Hal ini, agar kita terbiasa berbicara.
Kalau bisa juga sering bertanya atau memberi gagasan saat tanya-jawab dalam suatu diskusi, talk show dan bentuk serupa lainnya. Karena, secara tidak langsung dengan kita mengajukan pertanyaan atau tanggapan kita telah berani memulai menjadi pembicara yang baik.
Wallohu ‘alam bisshowwab.
THANKS FOR ALL
Comments (0) |
Selasa, 05 April 2011
Malam berubah menjadi warna yang lebih gelap
Serta bintang dingin yang bertaburan dilangit
Yang Tidak membutuhkan susunan kata
Aku duduk dikursi dimana cahaya itu telah pergi
Dan melihat bintang jatuh dilangit itu
Tapi, hanya angan-angan itu yang muncul
hidup telah menjadi penentuan seperti dadu yang dilempar
dan selalu memiliki penyesalan
akupun berharap dapat bergerak maju menuju tujuan berikutnya
dan akankah seseorang menerangiku jika aku harus hidup apa adanya
Semua karena perasaan ini yang berdenyut dieluruh tubuh yang menakutiku
Tapi.. ini takkan terjadi
Meskipun aku telah berkata bahwa aku baik-baik saja
Itu tak pernah terlihat nyata
Karena tercermin dalam genangan air
Wajah yang sedih hingga aku terbiasa dengan itu
Meskipun aku tahu
Niatku yang tak kubicarakan sedang mencekikku
Aku tetap tidak mampu untuk berucap
Dan dimalam saat suaraku tak dapat didengar lagi
Seperti halnya air mataku yang tak dapat terlihat lagi
hingga aku hanya apat berkata
terima kasih untuk semuanya
Menantang Hidup
Comments (0) |
Aku terlindung dengan awan mendung
Yang membuatku tak bisa tertawa seperti keceriaan yang aku miliki kemarin
Seakan orang yang kehilangan kebersamaan yang berjalan degan langkah cepat
Aku hanya ingin hidup dengan sempurna
Dan menantang semua waktu yang aku lewati
Karena aku dilahirkan bukan untuk menjadi seorang penakut
Akupun menuju tempat dimana cahaya bersinar
sambil membentangkan tanganku dan melihat langit biru itu
Tapi aku bimbang jika aku bisa melewati langit itu, begitulah aku terus berfikir
Hanya melihat wajahku dicermin
Aku mampu tertawa kecil dan menjatuhkan air mataku
Aku mengenggam tangan ini dengan kuat
Dan mengisi hari yang terlewati
Itulah aku sekarang
Karena hal tak mudah inilah aku masih disini
Comments (0) |
Selasa, 29 Maret 2011
Divonis menderita lever, IQRIMA (20) langsung dibayangi kematian. Akan tetapi, gadis kelahiran Ujung Pandang ini, kembali bersemangat hidup dan berjuang melawan penyakitnya.
Perjuangan tak semudah perkataan.
Saat ini aku masih terdaftar sebagai mahasiswa UIN Universitas Islam Negeri di Makassar. Aku merasa fit dan bergairah untuk melakukan segala aktifitas kuliahku dan profesi aku sebagai penyiar. ia, aku selalu tampak bahagia saat berhadapan dengan teman-temanku serta berbicara didepan mic, itu karena aku tidak ingin kelihatan sakit dan dikasihani oleh orang-orang yang ada disekitarku.
Ya, aku memang lama mengidap lever. Namun, tapi mudah-mudahan aku bisa berhasil melawannya sehingga mendapatkan kesembuhan. Siapa bilang lever itu tak bisa disembuhkan? Asal tidak putus asa, mau berobat sebelum terlambat , Insya Allah, masih bisa disembuhkan. Modal utama melawan penyakit adalah optimis. Penyakit akan keok begitu kita mau melawannya. hehh.. itu si yang aku denger dari dokter dan teman-teman, soalnya aku belum difonis sembuh dengan dokter sampai sekarang.
Memang betul, perjuangan tak semudah perkataan. ada masa terseok-seok saat penyakit menyerang bertubi- tubi. Atau saat kebosanan berobat datang menyergap. Tapi, jangan menyerah! Baiklah, itu yang aku selalu ucapkan saat melihat wajah orang-orang yang aku sayangi, aku harus sembuh dan kembali ceria seperti dulu lagi.
Tapi terkadang, aku sangat terpuruk saat mendengar kata dokter yang semakin membuat aku down, "sangat sulit untuk menyembuhkan penyakit ini".. arrghhhh.. Gubrak... tersentak aku seketika (hehh kayak lagunya kerispati). yupz.. dokter bilang seperti itu karena penyakit yang aku derita ini sudah lam mengidam dalam tubuhku, tapi tak pernah aku pedulikan.. hmm.. jarang periksa gitu... hehh
Tapi semoga saja penyakit ini dapat hilang seperti motivasi aku yang terus ingin bersama mereka yang aku sayang, dan semua kata dokter yang menakutkan itu salah, sesungguhnya kehidupan dan kematian hanya ada ditangan Allah Swt... Doakan ya??? Semngat!!!!!
Republika OnLine » Dunia Islam » Islam Nusantara 28 Anggota Ahmadiyah Ciareteun Nyatakan Kembali pada Islam
Comments (0) |
Minggu, 20 Maret 2011
REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR - Sebanyak 28 Jemaah Ahmadiyah di Desa Ciareuteun Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jabar, menyatakan kembali ke Syariat Islam berdasarkan keinginan sendiri.
Ketua MUI Kabupaten Bogor, KH Ahmad Mukri Aji dalam jumpa pers di Cibinong, Senin malam mengatakan, ke=28 orang Jemaaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) itu akan menyatakan keislamannya pada Selasa (15/3) di hadapan tokoh masyarakat dan Muspika Cibungbulang.
"Insya Allah besok (Selasa-red) pembacaan Syahadat Islam oleh 28 Jemaah Ahmadiyah akan digelar di Mesjid Al Hasan di Kecamatan Cibungbulang," katanya.
Tokoh Masyarakat Ciareuteun Kecamatan Cibungbulang, KH Mukhtar, mengatakan pembacaan Syahadat ke-28 Jemaah Ahmadiyah akan dibimbing oleh Ketua MUI setempat dan dirinya selaku tokoh masyarakat.
Mukhtar menegaskan, bahwa kembalinya Jemaah Ahmadiyah ke Islam tersebut karena kesadaran masyarakat itu sendiri yang menyatakan diri bersyahadat untuk mengakui kerasulan Muhammad SAW.
"Mereka menyatakan keislamannya atas dasar keinginan sendiri, mereka mengaku menyadari tentang Islam dan menyatakan ingin kembali ke Islam," katanya.
Hal ini dijelaskan Joni Jaelani oleh ketua RT 05/RW 02 Kampung Ciareteun Udik, Desa Ciareteun Udik, Kecamatan Cibungbulang, kembalinya Jemaah Ahmadiyah dalam jumlah besar tersebut diawali dari dua orang yang terlebih dahulu menyatakan kebali ke Islam.
Ia menyebutkan, Sabtu (12/3) lalu dua keluarga Jemaah Ahmadiyah telah menyatakan keislamannya di hadapan para tokoh masyarakat dan Muspika setempat. "Keluarga pertama Jimmi bersama istri dan anaknya dari Kampung Ciaruteun Udik dan yang ke dua Mustuka beserta anaknya warga Kampung Layung Sari. Mereka mendatangi saya dan menyatakan ingin kembali ke Islam," katanya.
Sejak dua keluarga ini menyatakan Islam, kata Joni, kemudian menyusul datang sekitar empat orang lagi yang menyatakan keinginan yang sama.
"Rencananya hari Minggu kemarin mereka akan menyatakan di depan umum untuk bersyahadat, namun karena ada informasi tambahan akan ada sekitar 20 orang dari Jakarta yang ingin bersyahadat juga, jadi kita satukan besok (Selasa-red) acaranya," kata Joni.
Joni mengatakan, 20 orang Jemaah Ahmadiyah dari Jakarta ini merupakan keluarga dari Jemaah Ahmadiyah yang sudah lebih dahulu menyatakan syahadat Islam.
Ketua MUI Kabupaten Bogor, KH Ahmad Mukri Aji menyambut baik kembalinya Jemaah Ahmadiyah di Kecamatan Cibungbulang tersebut ke Syariat Islam. Ia berharap kesadaran tersebut terus berkembang sehingga permasalahan Ahmadiyah dapat terselesaikan secara baik.
"Ke depan kita akan melakukan pembinaan kepada mereka yang sudah kembali ke Syariat Islam. Agar keimanan mereka selalu terlindungi dan kita akan memberikan perhatian kepada mereka untuk tetap bisa bersyariat di jalan Allah," katanya.
Motivasi Diri Dengan Hati
Comments (0) |
Jumat, 25 Februari 2011
Motivasi diri berawal dari dorongan keyakinan dalam diri sendiri untuk menang. Ini dibentuk oleh cita-cita dan impian besar yang akan memotivasi orang untuk meraihnya. Kisah orang-orang sukses bermula dari sebuah impian yang diimplementasikan dalam serangkaian aktivitas sehari-hari.
Impian pun akan bermanfaat juga untuk orang banyak. Nilai-nilai spiritualitas memancar dengan baik dalam diri orang tersebut dan menambah keyakinan bahwa Allah dekat dengan dirinya.
Selain itu, keyakinan untuk menang harus selalu tertanam dalam benak dan hati. Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kita meyakini bahwa selain diciptakan untuk beribadah kepada-Nya, juga diciptakan Allah untuk memberikan kemakmuran, kesejahteraan dan kemaslahatan. Oleh karena itu, akan terbentuk optimisme terhadap target keberhasilan.
Seseorang harus mempunyai cita-cita besar yang disertai keyakinan bahwa Allah dekat dan mendampingi melalui hati nurani. Dorongan hati nurani inilah akan mudah diketahui bila kita mempunyai hati yang bersih. Keyakinan bahwa Allah dekat dan sayang kepada kita akan memberikan dorongan hati nurani yang sangat besar yang pada gilirannya lahir optimisme kita untuk meraih cita-cita. Hati merupakan pembimbing terhadap apa yang harus dituju dan apa yang harus diperbuat.
Robert K. Cooper Phd memaparkan bahwa hati mengaktifkan nilai-nilai kita yang terdalam, mengubahnya dari sesuatu yang kita pikir menjadi yang kita jalani. Hati mampu mengetahui hal-hal mana yang tidak boleh, atau tidak dapat diketahui oleh pikiran kita. Hati adalah sumber keberanian dan semangat, integritas serta komitmen. Hati adalah sumber energi dan perasaan mendalam yang menuntut kita untuk melakukan pembelajaran, menciptakan kerjasama, memimpin, dan melayani.
Motivasi yang berasal dari dorongan suara hati atau hati nurani dan keyakinan bahwa Allah senantiasa dekat ini akan memancarkan nilai-nilai spiritualitas. Nilai-nilai spiritualitas dalam motivasi akan melahirkan motivasi yang positif, motivasi yang sarat dengan serangkaian langkah-langkah spiritual dan optimisme terhadap keberhasilan.
Prof. Danah Zohar dan Prof. Ian Marshall dari Harvard University dan Oxford University memaparkan tentang kecerdasan spiritual dalam bukunya “Spiritual Quotient (SQ)”. Mereka berdua menjelaskan kecerdasan spiritual berkaitan erat dengan persoalan makna hidup. Menurutnya, kecerdasan spiritual dapat menilai langkah-langkah hidup seseorang lebih bermakna dibanding orang lain. Jadi hidup tidak hanya kosong tanpa makna yang jelas.
Kemudian, Wolf Singer, Michael Persinger dan V.S Ramachandran menemukan fungsi God Spot yang terintegrasi dalam otak manusia. God Spot sebagai pembimbing manusia untuk terus menerus mencari makna hidup. Manusia yang berhasil memaknai hidup ini dengan spiritualitas akan memotivasi dirinya untuk mengambil aktivitas yang terbaik, jauh dari perbuatan mendholimi orang lain, menebarkan kebaikan dan kemakmuran dalam mencapai impian.
Sedangkan menurut Stephen P. Robbins dalam bukunya “Organizational Behavior,” dalam motivasi terdapat tiga elemen utama yaitu intensitas, arah, dan ketekunan individu dalam mencapai sasaran. Jadi motivasi diri akan tumbuh positif bila integritas antara intensitas, arah dan ketekunan dalam mencapai sasaran dapat terwujud.
Selain itu keyakinan bahwa Allah dekat akan melahirkan sikap optimisme yang positif terhadap keberhasilan serta menumbuhkan nilai-nilai spiritualitas yang memberikan manfaat bagi orang banyak. Impian yang dicapai pun menebarkan kemaslahatan. Direktur Eksekutif Integrative Medicine Initiative di Michigan AS, Patricia Megregan mengatakan, “Spirituality is where people find meaning in their lives. It’s something higher than themselves, though out necessarily attached to religion.”
Comment yupz..
Comments (0) |
Selasa, 08 Februari 2011
“Keluarga yang sangat bahagia”. Itu yang dikatakan orang-orang saat melihat aku dan keluargaku berkumpul, bercanda ria, dan saling berbagi pengalaman, aku sangat bersyukur Allah memberikan keluarga yang bahagia seperti ini kepadaku. Terimakasih ya Allah, itu yang selalu aku ucapkan dalam hati setiap aku melihat mereka tersenyum, ia.. mereka keluarga yang sangat aku sayangi, walau sering ada perbedaan pendapat, tapi hal itu tidak melarutkan rasa sayang ini kepada mereka.
Namaku Nana, saat itu usiaku masih 11 tahun dan kebahagiaan ini sangat berharga buat aku anak sekecil itu, perhatian dari kedua orang tuaku selalu membuatku menjadi anak kembanggaan dirumah ataupun disekolah, walaupun aku sedikit pemalas si sebagai seorang anak itu karena aku sangat di manja tapi keluargaku sangat tegas juga si, contohnya saat nilai disekolahku jelek aku di cuekin ama orang tuaku dan sebaliknya, saat nilaiku terbaik apapun yang aku mau pasti di terkabul, hehehe.. kayak aladin aja. Tapi Alhamdulillah nilaiku tidak penah keluar dari 3 besar.
Aku anak ke Dua dari Empat orang bersaudara, aku dan kakakku umurnya berjarak Tiga tahun, dan aku dan adek aku umurnya berjarak Empat tahun, lain lagi ama adek aku yang masih bungsu, saat itu umurnya masih satu tahun, dan dia belum dapat berjalan, Heran kan? Ia, itu kesalahanku, saat aku menggendong dia, tanpa tak disengaja dia terjatuh dan mengakibatkan tulang ekor adik bungsuku itu patah, so.. hampir berumur dua tahun baru dia bisa berjalan.
Aku sangat Bahagia memiliki keluarga ini, Mamiku yang sangat memanjakan ku, sampai-sampai aku tidak tau masak, mencuci, bersih-bersih rumah,jhahah.. pasti kalian berfikir cewek apaan aku. Papiku walau terkadang keras tapi di sangat membanggakanku, dia sosok ayah yang paling aku segani, sabar Tegas tapi penyayang. Ehm.. kakak aku terkadang menjengkelkan, pelit, mau menang sendiri, cuek, tapi terkadang perhatian juga ama aku, dan untuk kedua adek aku belum bisa di tafsirkan, dia kan masih pada kecil-kecil.
Aku tinggal di dalam lingkup keluarga, maksudnya tetangga-tetanggaku itu adalah tante ama om-om dari papi aku, mereka sangat baik, setiap minggu saat liburan sekolah ama kerja kita selalu kumpul, om-om aku, tante-tante aku, dan anak-anaknya, ya.. kumpul seperti arisan keluarga, tapi bukan juga si.. Cuma ngumpul acara makan-makan kecil-kecilan aja, kadang aku juga tertawa saat mengingat saat aku bermain bersama sepupuku aku dan pada akhirnya permainan kami di ambil alih oleh papiku dan om-om aku, jhahah.. lucu juga kalo meningat itu semua, dan tau ngak? Untuk bermain badminton dan bola itu kan biasa, tapi saat usiaku masih 11 tahun, aku udah bisa bermain tenis meja dan catur dan aku sering mengalahkan papiku, ehm.. itu semua di ajarkan ama papiku,. Sangat bangga kalau bercerita tentang dia.
Dan saat aku berusia 12 tahun, Kado dari mami aku adalah Perayaan ulang tahun untu aku, dan dari Papi aku adalah sebuah Piano,sangat sedih mengingat hal itu. Ya.. pasti kalian bertanya mengapa aku berkata sangat sedih, padahal perayaan ulang tahun seperti itu sangat membahagiakan. Ehm.. Kado yang sangat special dari papi aku, kado yang sangat berharga, dank ado yang terakhir dari ayahku, ia.. saat usiaku 12 tahun, dia telah pergi meninggalkan aku. Mamiku, adek dan kakak aku, meninggalkan semua kenangan yang tak bisa terlupakan, meninggalkan kesedihan, dan semua tentangnya, dia telah kembali di sisi sang pencipta. Sangat tak percaya semua iru sangat cepat terjadi padaku, tapi.. sampai sekarang pun dia masih membanggakan di hatiku. Dan lagu untuk melepas kepergiannya aku nyanyikan saat perpisahan.ku di sekolah.
Mulai saat itu kami ( keluargaku) hidup dengan penuh ketegaran, menjalani segala rintangan dengan penuh kesabaran dan ke ikhlasan, mami aku yang begitu sabar terkadang meneteskan air matanya melawan segala cobaan itu, dan hal itu membuat hati aku ikut bersedih. Mungkin ada sesuatu yang di rencanakan oleh Allah untuk aku dan keluargaku atas kepergian ayahku.
Saat itu pendaftaran masuk Sekolah Menengah,dan aku melakukan semuanya dengan sendiri, mulai dengan pengambilan Formulir sampai dengan tes ujian masuk, terkadang air mataku menetes ,melihat kebahagiaan yang di rasakan anak-anak seumuranku bersama orang tuanya, mami aku juga sudah mulai sibuk akan pekerjaanya, mencari nafkah untuk aku dan kakak adek aku, walau tak begitu besar tapi sudah cukup buatku. Hidup tidak seperti waktu dia ada, hidup dengan serba kecukupan bahkan kekurangan, tapi hal itu tidak membuatku mengeluh akan arti hidup, karena selalu ada yang menemaniku saat rasa menyerah itu datang, ia.. dia adalah sahabat,sahabat yang menemaniku saat dia masih hidup hingga dia telah tiada.
Sekarang saatnya memperkenalkan Organisasi yang membuatku menjadi orang besar untuk diriku sendiri, entahlah buat orang lain, heheh… Di sekolah menengah, prestasiku di bidang akademik tidak terlalu parah sich, tapi bisa dikatakan menurun di bandingkan saat sekolah dasar, tapi aku termasuk siswa yang berprestasi di bidang non akademik, dan hal itu membuatku mendapatkan bea siswa dan menjadi terkenal, heheh… tentunya hal itu sangat berarti untuk anak yang masih berusia 13 tahun, ia.. Terkenal.
Aku yang begitu lemah, manja, di didik menjadi anak yang kuat dan mandiri, dan saat itu aku termasuk anak perempuan yang tomboy, aku mengatakan itu karena teman-teman aku di sekolah cenderung memanggilku Nabal yang artinya Nana Balaki ( Balaki dari bahasa Makassar berarti Tomboy). Tapi herannya ya.. banyak juga cowok-cowok sekolahan dan senior-senior aku yang pengen ama aku yang seperti itu, ya.. mungkin aku masih tampil ada apanya, ech.. apa adanya maksudnya. Tapi aku sangat nyaman dengan seperti itu, walau terkadang ada cemooh dari temen kalu aku urakan lach, cowok banget lach, tapi no problem buatku, yang penting enjoy your life, jhahahahha…
Aku belum memperkenalkan kegiatan yang membuat aku menjadi orang besar untuk diriku, ya.. Organisasi itu biasa disebut dengan organisasi kepramukaan pndu sedunia, di situlah aku didik menjadi sosok yang tegar. Walau pahitnya alur hidup yang aku jalani, tapi semua itu hilang saat aku berada dalam lingkup itu, walau terkadang disiksa, merayap sana merayap sini, cium tanah air, duduk setengah jongkok dengan 5 tongkat di tangan, di tendang, pus up, kengkreng, tapi hal itu lach yang membuatku lebih bersemangat, karena rintangan itu belum ada artinya di bandingkan rintangan hidup yang aku jalani sekarang, walaupun sering ngeluh, tapi pada akhirnya aku merasakan hal positif dari hukuman-hukuman yang di berikan kakak senior untukku, untuk anak manja sepertiku.
Saat pulang kerumah Sangat sedih melihat semuanya, tapi semua itu hilang saat aku berada di luar bersama teman-temanku, sehingga aku menjadi sosok anak perempuan yang nakal, keluar rumah pulangnya soreh atau malam, selalu nginap di rumah temen, lebih enak nongkrong ama teman dari pada nongkrong ama keluarga, tapi aku saat itu nakal tapi tidak pernah melakukan hal yang negative, Alhamdulillah.. dan akupun terlahir dengan sosok yang tidak selalu ingin menang. Saat usiaku 15 tahun ada penyeleksian untuk ikut dalam kegiatan jambore nasional di jatinangor, kiara payung jawa barat. dalam pemyeleksiann kegiatan itu dari 20 putra dan putri pramuka di sekolahku hanya enam yang terpilih untuk ikut penyeleksian, dan aku di antaranya. Setelah itu akan ada penyeleksian di cabang, semua sekolah di kabupaten itu masing-masing mempunyai enam utusan yang akan di seleksi menjadi 20 putra dan 20 putri, dan hal itu sangat membuatku senang setelah aku termasuk di dalamnnya.
Di sebuah organisasi tentu ada ketua dan wakil ketua, dan dalam organisasi kepramukaan disebut dengan Pinru (Pimpinan Regu) dan Wapinru (Wakil Pimpinan Regu), tentunya aku sangat menginginkan posisi itu, tapi hal itu tidak aku dapatkan, dan hampir membuatku menagis dan kecewa, karena ternyata dalam 40 utusan, aku adalah pemimpin mereka semua yang biasa di sebut dengan pratama, wuah.. sangat senang mendengar hal itu, makasih ya allah. Ehm.. sekarang kalian semua berada dalam kendali saya, jhahahha.. Semangat.
Mulai saat itu, aku benar-benar merasa menjadi pemimpin, pulang dari kegiatan itupun aku masih merasa menjadi pemimpin, hingga aku menangis saat keinginanku untuk mendapatkan sesuatu jabatan dalam suatu kegiatan tidak terkabuli.
Saat itu aku sudah berumur 16 tahun, dan aku telah menduduki bangku SMA, dan aku tidak melalui tes masuk di sma ini, karena prestasiku dalam bidang kepramukaan sangat di hargai di kabupaten ini, hingga aku sealu ketinggalan pelajaran akibat kegiatan-kegiatan yang aku ikuti di luar, Dianpinsat, bayangkara, jamboree Malaysia hingga jamboree asean di Singapore, ada juga jamboree Dunia di London, tapi aku ngak sempat ikut di karenakan aku udah pindah sekolah, ia.. naik menjelang naik kelas 2 sma, aku udah pindah di SMa yang lain, hal itu dikarenakan kehidupan di lingkup tempat tinggalku tidak bisa ditanggung lagi, hal itu terlalu berat buat keluargaku terutama ibuku yang saat itu menanggung segala beban keluarga.
Ya.. bicara tentang ibuku sangat membanggakan juga, kayak cerita papiku, dia adalah ibu yang sangat tegar, selalu ingin membuat orang disekitarnya tertawa, walau hatinya sering tersakiti tapi kata maaf selalu terlontar darimulutnya, seorang ibu yang tegar selalu sabar menghadapi semua masalah hingga masalah itu sangat berat, kadang aku menangis saat mengingat kelakuanku pada ibuku, sangat buruk.. dan ibukulah motivasiku dalam menjalani hidup ini, walau sekarang masih sulit untuk menjalani hari-hari ini, tapi aku janji, suatu saat nanti aku ingin melihat ibuku bahagia dan memperlihatkan senyum terbaiknya untukku, dan menghilangkan segala beban yang ada difikirannya karena segala yang pernah aku miliki dan telah hilang, akan kembali lagi buat aku, ibuku, dan keluargaku.
Yach.. lanjut… disekolah baruku aku mendapatkan teman terbaik, ia.. dia selalu ada saat aku kesuliatan dan memarahiku saat aku salah langkah, benar, di manapun kita berada, cobaan hidup takkan pernah lepas dari setiap manusia, tapi biarlah, saat itu aku tinggal dengan paman dan tante aku, hanya cobaan hati yang selalu aku rasakan, tapi aku bersyukur karena ibu dan ade-ade aku tidak ikut merasakan cobaan yang aku rasakan saat itu, tapi semua yang aku rasakan ini membuatku sadar akan arti hidup dan ketegaran, karena semua ini membuatku menjadi seorang perempuan yang tegar, dan aku percaya kata pepatah yang mengatakan bahwa segala cobaan pasti ada hikmahnya, karena dari semua perjalannku banyak juga hal-hal yang orang lain tidak pernah rasakan, ya.. dan itu membuatku bangga pada diriku.
Tamat dari sma, aku kuliah di sekolah Mutimedia dan disini aku mendapat pengalaman yang sangat banyak, mulai jadi belajar jurnalis, editor, hingga aku jadi wartawan dan ikut dalam kegiatan pemerintah kota dalam hal kebersihan dan penghijauan, dan hal itu membuatku mempunyai banyak jaringan dimana-mana dan mengenal orang-orang tinggi kota itu. Walau aku tidak lulus di salah satu perguruan tinggi negeri, tapi aku bersyukur masuk disekolah multimedia, karena ppengalaman-pengalamanku membuatku banyak pengetahuan setelah aku kuliah di perguruan islam negeri jurusan ilmu komunikasi
BERSAMBUNG
Bisa Berawal Dari Mengagumi Dan Meniru Public Speaker
Comments (0) |
Sabtu, 11 Desember 2010
Banyak yang menyatakan, bahwa kemampuan public speaking itu adalah bakat, sehingga tidak semua orang bisa menjadi public speaker yang handal. Tapi sebenarnya untuk punya kemampuan public speaking bisa dari berbagai cara. Satu diantaranya adalah berawal dari mengagumi kemudian meniru seorang public speaker yang bagus. Artinya, semua orang punya potensi menjadi public speaker yang handal.
Sebagai contoh, di tempat pelatihan Public Speaking yang kami adakan, ada seorang yang kemampuan public speakingnya lebih dari pada yang lainnya. Demikian juga dengan keberanian menghadapi public. Peserta ini punya keberanian lebih tinggi daripada yang lainnya.
Setelah dialog dengan peserta ini beberapa saat, saya menemukan kenapa ia punya kemampuan lebih dibanding dengan peserta lain. Peserta ini bercerita, waktu kecil dulu, ia selalu mengagumi gaya bicara bapaknya yang seorang guru SD. Bahkan pada hari-hari tertentu waktu masih berusia 4 sampai 5 tahun, ia ikut ayahnya dan duduk di kelas Sekolah Dasar tempat ayahnya mengajar. Waktu itu, ia sangat menikmati gaya bicara ayahnya dalam menerangkan pelajaran ke siswa. Tidak sampai di situ saja, ia juga sempat kagum bagaimana ayahnya bergurau dengan anak-anak didiknya di Sekolah Dasar. Pada perjalanan selanjutnya, ketika Peserta ini sudah sekolah di sekolah dasar dan SMP, ia seringkali melihat ayahnya memimpin rapat penting di tingkat Desa bahkan di tingkat kecamatan yang selalu ambil bagian berbicara dengan ide-ide kreatifnya. Sedangkan di organisasi kepemudaan Karang Taruna, pada saat ia jadi anggotanya, ayahnya menjadi pembina karang taruna. Pada saat yang sama sang peserta ini juga sudah mulai berani berbicara di forum karang taruna, jadi MC, jadi Moderator Rapat, ikut lomba pidato dll. Klop sudah. Yang lebih terkesan lagi, pernah suatu waktu sang peserta ini dan ayahnya bermain ludruk di atas panggung. Waktu itulah dia punya kesempatan berdialog, dan berinteraksi langsung dengan ayahnya dengan menggunakan berbagai gaya bahasa dan gaya komunikasi. Semua ini menjadikan dirinya punya kelebihan public speaking dibanding dengan peserta lain.
Mari kita lihat, apakah proses di atas masuk dalam pembelajaran dan pengembangan diri. Dalam bukunya yang berjudul Kekayaan Harmoni, james Arthur Ray satu diantara guru dalam buku The Secret menyatakan. Kalau ingin mengubah diri anda dari yang sekarang anda harus menggunakan rumus 3 untuk 3. Pertama masukan keinginan anda dalam pikiran. Yang kedua masukan dalam perasaan. Dan yang ketiga mulailah wujudkan keinginan anda dalam tindakan tindakan.
Tanpa dirasakan oleh peserta ini, sebenarnya ia sedang melakukan proses pembelajaran Public Speaking dengan menggunakan teori 3 untuk 3. Pada waktu ia ikut ayahnya dan mengagumi ayahnya, sebenarnya sedang terjadi proses yang pertama yaitu memasukan kekaguman dan kebanggan pada ayahnya ke dalam pikiranya. Kalau kita kagum pada sesuatu, itu sebenarnya kita juga sedang menginginkan hal yang sama untuk diri kita. Ketika dia menikmati gaya bicara ayahnya, ia sudah masuk dalam proses yang kedua yaitu melibatkan perasaanya. Nah pada waktu ia sudah mulai ikut bicara di forum dan jadi moderator rapat maka ia sudah masuk yang ketiga yaitu tindakan. 3 untuk 3 ini bisa anda jadikan cara untuk meningkatkan kemampuan public speaking anda. Selamat mencoba.
Kisah Sukses Sang Komunikator Ulung
Comments (0) |
Tidak peduli seberapa berbakatnya orang, tidak peduli seberapa kompetennya orang, tidak peduli seberapa unggulnya sebuah produk, keberhasilan sulit diraih tanpa keterampilan berkomunikasi. Tidak diragukan lagi, Rasulullah SAW adalah komunikator terbaik yang ada. Bayangkan, Rasul mampu mempengaruhi jutaan orang hingga 15 abad setelah wafatnya. Kata-kata beliau sangat efektif, menyentuh, mengubah, serta diungkapkan dalam bahasa yang ringan, padat dan jelas.
Ada satu kisah terkenal. Suatu ketika datanglah seorang pemuda untuk masuk Islam. Namun, di sela-sela keinginan tersebut, ia meminta agar Rasulullah SAW tetap mengizinkannya untuk berzina. Marahkan Rasul? Ternyata tidak. Dengan bijak, beliau mengajak pemuda itu dialog. Wahai anak muda, mendekatlah!” ujar Rasul. Pemuda itu kemudian mendekat. Kemudian beliau bersabda, “Duduklah!” Maka pemuda itu pun duduk. Sukakah kalau itu terjadi pada ibumu?Dia menjawab, Tidak. Demi Allah Demikian pula manusia seluruhnya tidak suka zina itu terjadi pada ibu-ibu mereka;. Beliau bertanya lagi, Sukakah kalau itu terjadi pada anak perempuanmu?Pemuda itu menjawab seperti tadi. Demikian selanjutnya Beliau bertanya jika itu terjadi pada saudara perempuan dan bibinya. Rasulullah SAW meletakkan tangannya yang mulia di atas bahu pemuda itu sambil berdoa, “Ya Allah, sucikanlah hati pemuda ini. Ampunkanlah dosanya dan peliharakanlah dia dari melakukan zina Sejak peristiwa itu, tidak ada perbuatan yang paling dibenci oleh pemuda itu selain zina. Rasulullah SAW mampu menaklukkan lawan bicara tanpa menyakiti. Beliau tetap hormat dan menghargai sang pemuda, walau permintaannya kurang etis. Beliau mampu berempati, sehingga tidak terucap kata-kata menyalahkan. Pesan yang disampaikan pun sangat mudah dimengerti. Mengapa beliau mampu menjadi seorang komunikator terbaik? Setidaknya ada tiga rahasia kesuksesan komunikasi beliau. PertamaRasul memiliki
gaya bicara yang menawan.
Gaya bicara Rasul terangkum dalam rumus TENSOFALES. Bicaranya tenang, sopan, fasih, apik, lemah lembut dan secukupnya. Kesempurnaan
gaya bicara Rasul sangat dipengaruhi kecerdasan beliau sebagai utusan Allah (fathanah). Mengapa harus tensofales? Setiap utusan Allah harus siap adu argumen dengan para penentangnya. Harus menjawab pertanyaan-pertanyaan umatnya. Serta harus menghadapi pemikiran dan pelecehan orang-orang munafik. Karena itu, kecerdasan, kekuatan argumen, serta kefasihan beliau harus mengungguli kaum yang didakwahinya. Jika tidak, semua yang disampaikan akan mudah dipatahkan dan diingkari. Beliau pun diutus pada masyarakat yang memiliki latar belakang ilmu, status sosial, dan spesialisasi berbeda.
Ada tokoh agama, politikus, pedagang, orang kaya, fakir miskin, preman, budak, dsb. Semuanya harus diberi argumen agar bisa menerima Islam. Allah SWT berfirman, (Mereka kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya Rasul-Rasul itu. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana (QS An Nisaa’ [4]: 165). KeduaIsi (content) komunikasi beliau terjamin kebenarannya. Secerdas dan sefasih apa pun orang, tidak akan bertahan lama jika yang diungkapkannya tidak BAL. Yaitu benar, akurat dan lengkap. Ajaran beliau terjamin kebenarannya, tidak berbelit-belit dan rancu, universal serta memenuhi standar kesempurnaan. Setiap ajaran yang tidak sempurna, argumennya pasti akan kabur, lemah, mentah dan mudah dipatahkan. Karena itu, ajaran beliau bisa diterima semua kalangan, masuk akal, menenangkan, dan tidak dibuat-buat.
Ada cerdik pandai yang berusaha mencari-cari kelemahan ajaran Rasulullah SAW, namun tak satu pun yang berhasil menemukannya. KetigaRasul memiliki kredibilitas. Beliau adalah orang tepercaya (Al ‘Amin). Pemuda itu berani meminta izin untuk berzina, karena ia percaya bahwa Rasul adalah sosok yang jujur dan bisa memberikan solusi. Tidak mungkin ada jalinan komunikasi efektif bila orang tidak lagi saling percaya. Beliau pun tidak pernah menganjurkan sesuatu, kecuali telah mengamalkannya terlebih dahulu. KeempatRasul bicara dengan melibatkan hati. Semua perkataan Rasul keluar dari hati yang bersih (qalbun saliim). Hati penuh kasih sayang, kedamaian, dan bersih dari penyakit. Karena itu, kata-katanya memiliki “ruh” sehingga mampu melembutkan hati sekeras batu. Kepintaran dan
gaya bicara yang menawan hanya akan menyentuh akal. Hati hanya bisa disentuh dengan untaian kata yang keluar dari hati pula. “Bersihkan dengan segala apa yang kamu bisa, karena Allah telah mendirikan Islam ini di atas kebersihan, dan tidak akan masuk surga melainkan orang-orang yang bersih,” demikian pesan beliau. Wallaahu a’lam.
Comments (0) |
Kamis, 09 Desember 2010
.. Kisah hidup yang sangad menyedihkan, khiaf karena sesuatu perbuatan membuatku benar-benar tak ingin merasakan cinta itu lagi..
..Cinta yang sering kali membuatku menangis karena kasih sayang, sekarang telah menjadi amarah yang sangad membara..
..itu karena dia, dia ingin merasakan pembalasan dendam padaku, itu salah, itu bukan blas dendam.. aku tak begitu bodoh dalam masalah cinta..
aku tau. kalau kau telah bosan dengan diriku, telah jenuh dengan sikapku..
..ka mengatakan akhir2 ini aku peka,kau salah... kau yang berubah...
.kau selalu menyalahkan diriku, dan aku hanya diam, karena aku tak ingin masalh itu menghancurkan hubungan kita, tapi ternyata..semua itu terjadi..
..BENAR!! Aku bodoh telah mencintaimu..
dan aku menyesl telah melepaskan cinta yang setia dulu hanya karena dirimu..
ANJING!!.. tak usah kau panggil aku sayang lagi, aku telah muak dengan seMua kata cintamu..
ini kata hatiku yang betul-betul sangad membencimu.
tapi aku terus bersabar mendengar semua ucapan mu itu, entah itu tulus dari dalam hatimu tau tidak.. yang jelasa hati ini sangad teriris..
Benar kata mereka, kalau dia betul-betul mencintiku pasti dia memaafkan kekhilafanku itu.. tapi dia malah membalas lebihdari yang ku perbuat..
..Diat tidak tau kalau hati perempuan itu sangad peka.. tapi biarlah.. apapun yang dia lakukan.. aku hanya diam memandang itu semua walau hal itu sangad mempermalukanku..
thanks untuk semuanya..
JERITAN CALON LULUSAN ILMU KOMUNIKASI
Comments (0) |
Kamis, 02 Desember 2010
Tentu lulusan Komunikasi sangat menginginkan lulus dengan gelar S.ikom. Mereka masuk dan mendaftar di ilmu komunikasi karena prospek kerja kedepan sangat menjanjinkan seiring dengan luasnya lapangan kerja di bidang broadcast dan entertaimen.
Bidang komunikasi untuk masa sekarang sudah tidak dipandang sebelah mata, komunikasi sudah di ibaratkan sebuah kecakapan yang harus dimiliki setiap orang, untuk menjalani era globalisasi. Tekhnologi semakin mutakhir dan perkembangan alat komunikasi sudah semakin maju, maka dari itu pengelolaan media komunikasinya pun harus dijalankan oleh seseorang yang terampil komunikasi.
Dalam ilmu komunikasi kita dapat menemukan beragam ketertarikan, misalnya: Dengan komunikasi kita bisa membuat sebuah propaganda, komunikasi bisa diubah dalam bentuk apapun (Tulisan, Iklan, Film, Poster-poster, fotografi, Blog,) dan tentunya dengan menjalani sebuah komunikasi yang baik maka pentransferan ilmu pengetahuan akan semakin informatif.
Tetapi tentunya ilmu komunikasi dan ilmu-ilmu yang lainnnya memiliki ke khas-an sendiri dalam hal profesi, walaupun tidak menutup kemungkinan bisa berada di profesi manapun.
Tapi Harapan para calon Alumni Ilmu Komunikasi sedikit pudar karena terdengar bahwa gelar S.Ikom akan berganti menjadi S.Dak di karenakan mereka berkecimpun dalam Universitas islam. Secara spontan mereka memikirkan bagaimana prospek mereka kedepan dengan tidak memakai gelar yang mereka harapkan, dan memakai gelar yang sama sekali mereka tidak sangka setelah lulus dari ilmu komunikasi ini.
smogaa ada perhatian dr pihak yg terkait terkhusus dr pihak jurusan...
pst dgn S.Dak,,banyak yg akan berpendapat bhw qt hanya terfokus pd bidang Dakwah,,pdhl sprt yg qt ketahui bhw Ilmu Komunikasi adalah jurusan yang umum, walaupun qt berada... dlm lingkup universitas Islam...
ITU TANGGUNG JAWAB, BUKAN KESUKSESAN
Comments (1) |
Minggu, 28 November 2010
Di dunia ini semua hal diciptakan secara berpasang-pasangan, ada Kaya ada Miskin, Ada Cantik Ada jelek, ada pendek ada tinggi, ada laki-laki ada perempuan, ada ayah ada ibu, Tapi kadang kita merasa tidak adil dengan semua apa yang kita dapatkan, mengapa demikian?? Itu dikerenakan kita telah membanding-bandingkan apa yang orang lain miliki dengan apa yang anda miliki, tapi belum tentu orang lain memiliki apa yang kita punya.
Cobalah untuk berfikir positif dengan kelebihan orang lain, maksudnya Buatlah yang dimiliki orang lain menjadi motivasi kita untuk dapat seperti mereka. Kita kadang memandang bahwa orang yang sangat mampu karena tahta dan kekayaan orang tuanya itu sangat sukses dan sangat berhasil, sehingga anda merasa sangat merasa iri dengan kesuksesan yang dimiliki orang itu, padahal yang anda harus tau, bahwa sukses itu adalah sesuatu yang kita dapat mulai dari nol, ia..... sesuatu yang kita mulai dari nol sehingga sampai ke tahap kemewahan, itulah yang dimaksud dengan kesuksesan. Karena seseorang yang mengatakan dirinya sukses padahal dia mendapatkan semua itu dari orang tuanya bukanlah kesuksesan, tapi itu merupakan tanggung jawab yang diberikan orang tua.
Terkadang kesuksesan yang berawal dari Nol itu lebih berarti, dikerenakan kita pernah menjalani kesusahan pada saat kita belum mencapai kesuksesan itu, dan anda akan menangis ketika anda membayangkan saat anda ingin meraih kesuksesan itu. Alhasil banyak orang yang membenci orang yang sukses, terutama orang yang berada di garis kemiskinan, mengapa demikian? Itu di karenakan citra orang yang kaya atau orang yang telah sukses telah tercemar, karena dia merupakan orang kaya karena memikul tanggung jawab dari orang tuanya, karena mereka tak pernah merasakan bagaimana rasanya saat berada di bawah . Mereka tak pernah memandang kebelakang, melihat orang-orang yang memerlukan mereka, tapi mereka hanya melihat orang-orng yang berada disekitar mereka, berbeda dengan orang kaya karena kesuksesan yang mereka raih dengan keringat mereka sendiri, mereka mempunyai sikap dermawan karena saat melihat orang yang membutuhkan, mereka dengan spontan membayangkan saat dia berada di posisi itu.
Jadi, walaupun orang tua anda adalah orang yang mampu, cobalah untuk tidak bergantung pada mereka, karena lebih nikmat rasanya saat kita mendapatkan kesuksesan itu dengan keringat anda sendiri, anda akan merasa nyaman dan tak tertekan, jangan pernah katakan MALU untuk bekerja apapun, karena tidak mungkin dengan seketika anda menjadi pemimpin atau bos tampa melalui proses terkecil terlebih dahulu. Tutupilah rasa malu anda dengan Niat bahwa saat ini anda memang bukan siapa-siapa, tapi suatu saat, anda akan menjadi orang yang sangat bermanfaat.
Suatu saat bukan anda yang akan mncari pekerjaan, tapi pekerjaanlah yang mencari anda dengan kegigihan anda dan kemampuan anda dalam menjalani hidup, cobalah untuk tidak bergantung pada siapapun terutama orang tua anda, teriakkanlah pada diri anda bahwa anda akan mmenjadi lebih baik.
SEMANGAT
Comments (0) |
Minggu, 21 November 2010
Hy.. Perkenalkan namaku Dwi cahya ramadani, dan biasa di panggil WhyWhy..
Aku lahir di Makassar, ech.. ujung pandang, karena waktu lahir dulu kota makassar masih di sebut dengan ujung pandang.. Ujung pandang 20 Maret 1991..
dan alhamdulillah, aku lahir dengan sempurna.. hehehhehe..
Sejak aku kecil, aku ikut dengan orang tua tinggal di kabupaten Maros, soalnya Papiku di tugaskan di situ.. ( aku panggil Papi ama ayahku ).
Yach udah... aku SD di SD Neg 22 Bontokapetta dan tamat pada tahun 2003..
em... aku boleh lach di sebutkan sebagai anak yang berprestasi waktu SD duluw.. soalnya saya ngak pernah keluar dari 3 Besar, dan Papi aku juga terkenal di SD sku dulu, ehm... secara Papi aku investor tebesar di SD aku dulu, hehehhe.. Ngak sombong siiCh.. tapi emank nyatanya kayak giitu..
Yach.. mungkin bisa di katakan kalau aku itu anak yang lumayan populer juga siich ( Waktu SD Sob ) hehehe..
Ada satu kejadian yang membuatku sangad Drop pada waktu itu..
saat aku kelas 6 SD dan kehilangan orang yang aku sangat sayang..
iia.. dia Papiku..
Ya Allah.. entah cobaan apa yang di beikan Allah untuk keluargaku..
Aku termasuk anak yang sangat dekat ama Papiku.. apapun yang aku miinta pastii ada..
Mulai dari situlah aku selalu merasa kesepian, mamiku yang siibuk dengan kegiatannya, dan kk.ku yang sibuk dengan kuliahnya..
dan akhirnya aku tamat SD juga.. aku melewati semuanya bersama sahabat-sahabatku, mulai dari mendaftar, tes sampai lulus Di SMP Nege 2 unggulan Maros..
iia.. aku SMP di SMP Neg 2 unggulan Maros.. dan sekaang sudah menjadi sekolah standar Internasional..
Bersama sahabt-sahabtku kami ikut kegiatan extrakulikule di sekoolah yang bernama Pramuka..
Dari situlah aku membangkitkan semangatku untuk hidup Mandiri dan tidak cengek seperti waktu aku masih mempunyai seorang ayah..
apalagi saat itu mami ku jarang di rumah karena sibuk dengan kegiatannya di luarr..
di Pramuka itulah aku betul-betul mengasah tingkahku menjadi anak yang benar-benar mandiri.. an itu terbukti..
Walaupun pasca peginya papiku meninggalkan kami, kehidupan kami tidah seperti waktu papiku masih hidup dulu..
hidup kami betul-betul melonjak drastis jatuh jauh ke bawah..
dan pramukalah yang menemaniku dan menjadikanku anak yang tegar..
Otak ku memank Pas-pasan, tapi tau ngak?? aku dapat beasiswa sampai aku di SMA kelas 1, kaena kelas 2nya aku udah pindah di makassar..
itu adalah beasiswa akibat kegiatan organisasiku..
dan akibat prammuka juga aku bisa menginjak bermacam-macam pulau di indonesia dan bebeapa negara.. Alhamdulillah..
.. to be continius ..
Comments (0) |
Senin, 08 November 2010
HUBUNGAN MANUSIA – KEBUDAYAAN
Kebudayaan dan berbudaya, sesuai dengan pengertiannya, tidak pernah berubah; yang mengalami perubahan dan perkembangan adalah hasil-hasil atau unsur-unsur kebudayaan. Namun, ada kecenderungan dalam masyarakat [termasuk umat Kristen] yang memahami bahwa hasil-hasil dan unsur-unsur budaya dapat berdampak pada perubahan kebudayaan.
Kecenderungan tersebut menghasilkan dikotomi hubungan antara iman dan kebudayaan; khususnya iman [umat] Kristen dan kebudayaan. Dikotomi tersebut memunculkan konfrontasi [bukan hubungan saling mengisi dan membangun] antara kepercayaan Kristen dan praktek budaya, karena dianggap sarat dengan spiritisme, dinamisme, animisme, dan totemnisme. Melihat kenyataan tersebut, dalam Christ and Culture, ditemukan beberapa sikap Gereja [di dalamnya termasuk para pemimpin organisasi gereja, teolog, warga gereja] terhadap kebudayaan dan praktek-praktek di dalamnya, hal tersebut antara lain:
Sikap Radikal: Kristus menentang Kebudayaan. Ini merupakan sikap radikal dan ekslusif, menekankan pertantangan antara Kristus dan Kebudayaan. Menurut pandangan ini, semua sikon masyarakat berlawanan dengan keinginan dan kehendak Kristus. Oleh sebab itu, manusia harus memilih Kristus ataudan Kebudayaan, karena seseorang tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Dengan demikian, semua praktek dalam unsur-unsur kebudayaan harus ditolak ketika percaya pada Yesus Kristus.
Sikap Akomodasi: Kristus Milik Kebudayaan. Sikap ini menunjukkan keselarasan antar Kristus dan kebudayaan. Yesus dianggap sebagai pahlawan sejarah dunia, kehidupan dan ajaran-Nya merupakan presentasi dan prestasi manusia yang paling agung. Dalam Yesus, cita-cita proses peradaban dapat terwujud. Yesus adalah satu-satunya yang dapat menggenapi harapan-harapan dan idaman umat manusia.
Sikap Perpaduan: Kristus di atas Kebudayaan. Sikap ini menunjukkan adanya suatu keterikatan antara Kristus dan kebudayaan atau ajaran iman Kristen dan tuntutan kebudayaan. Hidup dan kehidupan manusia harus terarah pada tujuan ilahi dan juga berhubungan dengan masyarakat. Ia harus mempunyai dua tujuan sekaligus. Tujuan kehidupan manusia tidak terbatas pada dunia. Ia perlu mencari hidup kekal yang disempurnakan di akhirat. Namun, ia juga bertanggungjawab di dunia. Ia perlu mengasihi dan membangun masyarakat tetapi juga mengasihi TUHAN Allah. Dengan itu, maka yang dilakukan adalah melaksanakan semua tuntutan keagamaan dan sekaligus unsur-unsur kebudayaan yang mungkin saja bisa bertantangan dengan Firman TUHAN.Sikap Dualis: Kristus dan Kebudayaan Dalam Paradoks. Sikap dualis menunjukkan bahwa manusia mengakui kewajiban untuk mentaati Kristus dan mengembangkan kebudayaan sambil juga membedakan antara dua kewajiban itu. Orang Kristen wajib melayani TUHAN dalam dan melalui dunia serta kebudayaan; sekaligus melayani TUHAN melalui dan dalam gereja. Dengan ini muncul warga gereja yang sungguh-sungguh di gereja tetapi sekaligus ia melakukan semua tuntutan adat istiadat.
Sikap Pambaharuan: Kristus [telah] Memperbaharui Kebudayaan. Sikap ini menunjukkan bahwa Kristus sebagai penebus yang memperbaharui masyarakat dan segala sesuatu yang bertalian di dalamnya. Hal itu bukan bermakna memperbaiki dan membuat pengertian kebudayaan yang baru; melainkan memperbaharui hasil kebudayaan. Oleh sebab itu, jika warga gereja mau mempraktekan unsur-unsur budaya, maka perlu memperbaikinya agar tidak bertantangan dengan Firman TUHAN. Hal itu merupakan tugas manusia. Manusia yang membawa amanat Kristus harus membaharui hal-hal lama dalam masyarakat. Karena perkembangan dan kemajuan masyarakat, maka setiap saat muncul hasil-hasil kebudayaan yang baru. Oleh sebab itu, upaya pembaharuan kebudayaan harus terus menerus. Dalam arti, jika masyarakat lokal mendapat pengaruh hasil kebudayaan dari luar komunitas sosio-kulturalnya, maka mereka wajib melakukan pembaharuan agar dapat diterima, cocok, dan tepat ketika mengfungsikan atau menggunakannya.
Karena adanya aneka ragam bentuk hubungan [hubungan Agama dan Kebudayaan; Gereja dan Kebudayaan] tersebut, maka solusi terbaik untuk warga gereja adalah sikap memperbaharui kebudayaan; karena hidup dan kehidupan tidak bisa dilepas dari tuntutan kebudayaan; manusia selalu berada dalam lingkungan budaya dan melaksanakan unsur-unsur budaya. Oleh sebab itu, harus ada keberanian dan kemauan dalam diri pimpinan gereja dan teolog, agar memilah tuntutan-tuntutan kebudayaan yang tidak sesuai dengan Firman. Dengan itu, maka warga gereja dapat mengambil keputusan yang tepat, tegas, jelas dalam kaitan dengan kebudayaan, tetapi tidak bertantangan dengan Firman TUHAN.
Hubungan Manusia dengan Kebudayaan
Secara umum pengertian kebudayaan adalah merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.
Manusia dan kebudayaan pada hakekatnya memiliki hubungan yang sangat erat, dan hampir semua tindakan dari seorang manusia itu adalah merupakan kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai
1) penganut kebudayaan,
2) pembawa kebudayaan,
3) manipulator kebudayaan, dan
4) pencipta kebudayaan.
Disamping itu, kebudayaan manusia itu menciptakan suatu keindahan yang biasa kita sebut dengan suatu seni. Keindahan/seni dibutuhkan oleh setiap manusia agar kehidupan yang dijalaninya menjadi indah sentosa.
Manusia dan keindahan/seni memang tak bisa dipisahkan sehingga diperlukan pelestarian bentuk keindahan yang dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya manjadi bagian dari kebudayaannya yang dapat dibanggakan dan mudah-mudahan terlepas dari unsur politik.
Comments (0) |
Minggu, 07 November 2010
Pendiri Gerakan kepanduan, yaitu Robert Stephenson Smyth Lord Baden-Powell Of Gilwell, adalah seorang tentara Inggis yang merupakan lulusan Charterhous Scool. Bergabung dengan pasukan Hussars ke-13 di India pada tahun 1876. Dari 1888 sampai 1898, BP sukses bertugas di India, Afghanistan, Zulu dan Ashanti. Sebelum dan masa perang Boer, BP bertugas sebagai perwira staff dari pasukan kerajaan Inggris (1896-1897), menjadi kolonel dari pasukan berkuda, Afrika Selatan, dan letnan kolonel dari pengawal naga ke-5 (5th Dragon Guards, 1897-1899). Karena keberanian dan pengabdiannya selama mempertahankan kota Mafikeng (dulu Mafeking) dari kepungan musuh, dipromosikan menjadi mayor jendral.
B
aden-powell kemudian kembali ke Inggris, pada tahun 1908 BP menjadi letnan jendral. Dianugrahi gelar kesatria tahun 1909, kemudian menjadi pensiunan dari dinas militer pada tahun berikutnya. Bp membentuk The Boys Scouts di tahun 1908, dan dua tahun berikutnya BP membantu mendirikan The Girl Guides, organisasi serupa untuk para anak-anak dan remaja putri.
Berikut data-data penting dari Baden-powell / BP (para pandu biasa memanggilnya) :
BP dilahirkan di kota London, Inggris, pada tanggal 22 februari 1857.
Nama lengkapnya adalah Robert Stephenson Smyth Lord Baden-Powell Of Gilwell.
Tetapi para pandu biasa memanggilnya dengan sebutkan BP.
Nama kecil dari Baden-powell adalah Ste, Stephe atau Stepheson (paling sering dipanggil dengan nama Steevie). Dipanggil dengan nama Robert atau Sir Robert, setelah mendapat gelar kesatria dari raja Inggris.
Ayah dari Baden-powell adalah Proff. Domine Baden-pawell seorang guru besar Geometri di Universitas Oxford, Inggris. Beliau menikah dengan Miss Henrietta Grace Smyth, seorang putri dari Admiral kerajaan Inggris yang terkenal yaitu William T. Smyth.
Baden-powell dilahirkan dalam sebuah keluarga besar. Baden-powell mempunyai Sembilan orang saudara, yaitu : Warrington, George, Agustus, Frank, Penrose, Agnes, Henrietta, dan Baden Fletcher.
BP bertambah akrab dengan saudara-sudaranya sejak sepeninggalan ayahnya, yang meninggal pada tanggal 11 Juni 1860. Pada usia tiga tahun BP telah menjadi anak yatim. Sehingga sejak usia sangat muda, BP dituntut untuk hidup mandiri.
BP telah berusaha untuk hidup mandiri dengan hanya dukungan oleh kekerasan hatinya serta keteguhan ibundanya tercinta Ny. Henriette Grace.
Ny. Henrietta Grace memasukan BP ke Charterhouse Scool di tahun 1870.
Selain pandai belajar sehingga BP meraih besiswa, BP juga mengikuti banyak kegiatan ekstra seperti :
* Marching Band
* Klub menembak (Rifle Chorps)
* Teater, kegemarannya ini terus digeluti hingga sering tampil dalam berbagai pementasan drama bersama sahabatnya Kenneth Mc Laren.
* Melukis dan menggambar, gambar/illustrasi sering mengisi karya tulisnya
* Kipper keseblasan Charterhouse.
Di Charterhouse School inilah BP mendapat julukan lainya, yaitu “Bathing-Towel”.
Di usia 19 tahun BP menamatkan sekolah di Charterhouse School. Kemudian memutusan untuk bergabung dengan dinas kemiliteran, atas bantuan pamannya kolonel Henry Smyth, komandan dari Royal Military Academy di Woolwich.
Setelah lulus dari akedemi militer tersebut BP ditempatkan di India, dengan pangkat pembantu letnan.
Pengalaman BP di ketentaraan inilah yang nantinya akan banyak mempangaruhi perkembangan berdirinya gerakan kepanduan di Inggris.
BP dikenal sebagai orang yang pandai bergaul dan banyak kawannya. Salah seoarang sahabat terdekat adalah Kenneth Mc Laren. Kebersamaan mereka telah menghasilkan banyak pengalamanan baik dalam kedinasan, pementasan drama, maupun berburu hewan liar (babi hutan).
Selama bertugas di Afrika, Baden-powell banyak melakukan petualangan sehingga pengalaman-pengalamannya makin bertambah. karena keberaniannya, Baden-Powell mendapat julukan IMPEESA dari suku-suku setempat seperti : Zulu, Ashanti dan Metebele. Impeesa mempunyai arti “Srigala yang tidak pernah tidur”.
Pada tahun 1908, Baden-Powell menulis buku Scouting For Boys, sebuah mahakarya[1] yang sangat spektakuler. Buku inilah yang mengakibatkan perkembangan kepanduan semangkin besar. Buku ini menyebar diseluruh daratan Eropa sampai ke daerah-daerah jajahan. Pada tahun 1910, Baden-Powell meletakkan jabatanya didinas ketentaraan dengan pangkat terkhir adalah Letnan Jendral. Mulailah Badden-Powell berkonsentrsi penuh untuk mengembangkan kepanduan kesuruh dunia. Pada tahun 1912, Baden-Powell mengadakan perjalanan keliling dunia untuk menemui para pandu diberbagai Negara. Baden-Powell menikah dengan Olave St. Clair Soames (lady Baden-Powell) pada tahun tersebut, dan kemudian dikaruniai tiga orang anak yaitu Peter, Heather dan Betty.
Pada tahun 1920, para pandu sedunia berkumpul di Olimpia, London, Inggris dalam acara jamboree dunia yang pertama. Pada hari terakhir kegiatan Jambore tersebut (6 Agustus 1920) Baden-Powell diangkat sebagai Chief Scout Of The World atau bapak pandu sedunia. Baden-Powell juga dianugrahi gelar Lord Baden-Powell Of Gilwell, dengan julukan Baron oleh Raja George V.
Setelah keliling dunia, termasuk mengunjungi Batavia (sekarang-Jakarta) pada tanggal 3 Desember 1934, sepulangnya dari meninjau Jambore di Australia[2], BP beserta Lady Baden-Powell menghabiskan masa-masa akhirnya di Inggris (sekitar tahun 1935-1938). Kemudian Baden-Powell kembali ke tanah yang amat dicintainya, Afrika.
Baden-Powell menghabiskan masa tuanya di Nyeri, Kenya. Beliau akhirnya wafat pada tanggal 8 Januari 1941 dan diantar di atas kereta yang ditarik oleh para pandu yang sangat mencintainya ketempat peristirahatan terahir.
Pembelajaran 1
Comments (0) |
Kamis, 04 November 2010
..Pembelajaran Baru..
..Ternyata seseorang yang aktif berbicara atau sering berbicara dalam suatu perkuliahan atau forum itu tidak selamanya Cerdas..
Malahan dia Lebih bodoh dari orang yang diam..
Seakan dia hanya ingin mencari muka atau mencari perhatian pendengar bahwa dia cerdas..
Dan orang seperti ini cenderung ingin di perhatikan atau seakan mencari sensasi untuk di perhatikan agar mudah terkenal..
Tapi ketahuilah..
Seseorang yang memiliki karakter seperti ini tidak begitu cerda atau biisa di sebut dengan BODOH..
Karena Orang yang cerdas itu adalah orang yang cenderung diam dan banyak mendengarkan, dan selalu memberrikan kesempatan untuk orang lain berbicara..
dan Orang Cerdas itu sekali berbicara Emas yang tiba-tiba keluar dari kata-katanya dan serentak mata tertuju pada dirinya..
Hamba, Dia dan Allah
Comments (0) |
Selasa, 26 Oktober 2010







